Biar Aman, Ketahui Ini Ukuran Tekanan Angin Ban Mobil
12 Juni 2026
Admin
Bagikan
Informasi resmi ini sangat mudah dicari. Coba buka pintu pengemudi (sebelah kanan), lalu cek stiker kecil yang menempel di pilar atau bingkai pintu tersebut. Di sana tertera daftar ukuran angin yang pas untuk kendaraan Anda.
Selain di pintu, Anda juga bisa melihatnya di buku manual mobil. Anda juga bisa memeriksanya di beberapa rekomendasi ini:
1. Mobil Tipe SUV (Sport Utility Vehicle)
Karakteristik bodi yang bongsor dan beban kerja yang berat untuk berbagai medan membuat jenis kendaraan ini membutuhkan tekanan angin yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara 35 hingga 40 Psi.
2. Mobil Tipe City Car/Hatchback
Dimensi bodi yang kompak, ringan, dan peruntukan utama untuk membelah kemacetan perkotaan membuat kompartemen roda kendaraan ini hanya memerlukan tekanan udara yang relatif rendah. Hanya sekitar 30 sampai 36 Psi.
3. Mobil Tipe MPV (Multi Purpose Vehicle)
Sebagai kendaraan keluarga yang sering diandalkan untuk mengangkut banyak penumpang serta barang bawaan, sektor roda belakang dan depan mobil ini membutuhkan tekanan udara yang kokoh di angka 35 hingga 40 Psi.
4. Mobil Tipe Sedan
Menitikberatkan pada kenyamanan suspensi yang empuk dan akselerasi yang senyap di jalan tol, kendaraan jenis sedan umumnya mengusung standar tekanan angin di kisaran 30 hingga 36 Psi.
Baca Juga : Kenapa Kembangan Ban Depan dan Belakang Bisa Tidak Sama ?
Untuk akurasinya, Anda tetap wajib merujuk pada stiker indikator resmi yang tertera pada bagian dalam pintu mobil Anda masing-masing.
Dampak Buruk dan Bahaya Tekanan Angin Ban Mobil yang Kurang (Kempes)
Mengemudikan kendaraan dengan kondisi karet roda yang kekurangan udara adalah salah satu pemicu utama kerusakan komponen yang terjadi secara masif.
Kondisi ban yang kempes memicu penumpukan beban mekanis yang tidak seimbang,. Akibatnya, dapat mengancam keselamatan berkendara. Berikut risiko lengkapnya:
1. BBM Boros
Akibat gaya gesek tapak roda terhadap jalanan meningkat drastis, mesin dipaksa bekerja ekstra keras dan membakar lebih banyak bensin untuk menggerakkan kendaraan.
2. Risiko Selip dan Tergelincir yang Tinggi
Kendaraan akan kehilangan daya cengkeram (grip) optimalnya, terutama saat bermanuver di tikungan tajam atau saat melaju di atas permukaan jalan yang basah.
3. Penurunan Efektivitas Sistem Pengereman
Jarak berhenti mobil saat pedal rem diinjak akan menjadi jauh lebih panjang, yang mana kondisi ini sangat rawan memicu kecelakaan tabrakan beruntun.
4. Hilangnya Keseimbangan Pengendalian