Tips & Trik

Ini Fungsi Feeler Gauge dan Cara Menggunakannya

PUBLISHED DATE : 07 Desember 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/153399657_s.jpg

Perubahan ukuran celah ini bisa disebabkan oleh mesin yang overheat. Ketika kerataan dari blok silinder berubah harus diukur terlebih dahulu untuk menyetelnya kembali. Tentunya dengan alat feeler gauge. 

  • Pengukuran Celah Busi

Busi berfungsi menciptakan percikan api yang memicu terjadinya pembakaran. Terdapat celah antara ground dengan elektroda busi yang harus disetel ketika terjadi perubahan. 

Perubahan ukuran celah ini akan mengganggu besar kecilnya tegangan yang dihasilkan pada koil pengapian. Celah inilah yang menjadi penentu apakah loncatan bunga api besar. 

Penyetelan ulang pada celah busi ini hanya bisa dilakukan dengan feeler gauge. Karena celah standar memiliki ukuran 0,7 mm hingga 0,9 mm. Oleh karena itu tidak bisa diukur sembarangan. 

  • Pengukuran Celah Ring Piston 

Ring piston memiliki fungsi utama untuk mencegah kebocoran campuran bahan bakar dengan udara ketika kompresi terjadi. Celah ini tidak boleh berukuran terlalu lebar karena bisa menimbulkan kebocoran. 

Sedangkan celah yang terlalu kecil bisa membuat kinerja piston macet. Oleh karena itu penyetelan celah ini perlu dilakukan secara rutin dengan feeler gauge. 

  • Pengukuran Celah Pompa Oli

Fungsi selanjutnya adalah pengukuran pada pompa oli yang berperan penting pada pelumasan mesin mobil. Pompa bisa mengalami kerusakan atau kebocoran yang membuat mesin menjadi overheat. 

Celah yang terlalu besar atau kecill akan menghambat aliran oli ke seluruh mesin. Penting untuk menyetel celah ini setiap kali servis. Mulai dari kerataan rotor, celah ujung rotor, sampai celah pada bodi rotor. 

Cara Menggunakan Feeler Gauge dengan Benar

19316517_s

Setelah mengetahui apa fungsi feeler gauge secara keseluruhan, alat ini tentu tidak bisa dianggap remeh. Tanpa feeler gauge, setiap celah pada mesin tidak bisa memiliki ukuran standar ketika kendaraan sering digunakan. 

Penggunaan feeler gauge dalam pengukuran pun harus memperhatikan beberapa hal. Pertama alat harus dibersihkan sehingga oli yang menempel atau kotoran lain tidak mengganggu ketepatan pengukuran. 

Kedua posisi feeler gauge tidak boleh miring apalagi melengkung karena pengukuran akan langsung gagal. Ketiga, alat juga tidak boleh berkarat apalagi tergores karena akan menurunkan ketebalan plat. 

Artinya keakuratan pengukuran diragukan hasilnya. Demi mengetahui apakah tidak terdapat kerusakan pada feeler gauge, Anda bisa mengeceknya dengan mikrometer. 

Apabila ketiga hal tersebut diperhatikan dengan benar, maka cara pengukuran celah pada mesin yang tepat bisa dilakukan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diikuti. 

  • Menjangkau Celah yang Ingin Diukur

Pertama adalah memastikan bahwa celah yang hendak diukur telah terjangkau. Tidak ada salahnya juga membersihkan bagian celah tersebut terlebih dahulu. Jika Anda ingin mengukur klep pastikan dalam posisi mesin sudah dingin. 

  • Ukur dari Ketebalan Feeler Gauge yang Kecil

Anda bisa mulai mengukur hanya dengan memasukan ujung feeler gauge pada celah yang telah dijangkau. Mulailah dari feeler gauge yang paling tipis atau ukurannya di bawah standar celah. 

  • Ukur dengan Feeler Gauge yang Lebih Tebal 

Apabila feeler gauge dengan ukuran yang lebih kecil, celah terasa terlalu renggang maka ganti dengan yang lebih tebal. Pengukuran yang tepat adalah ketika feeler gauge dimasukan maka alat tidak terlalu terjepit di dalam celah. 

Khusus untuk pengukuran klep, Anda bisa lebih dahulu mengatur ketebalan celah pada katup sesuai spesifikasi pabrikan. Baru setelah itu ukur celahnya dengan feeler gauge dan mengatur baut penyetelan. 

Setelan celah yang sudah pas biasanya feeler gauge yang dimasukan akan terasa lebih seret. Penyetelan celah dengan feeler gauge ini sebaiknya hanya dilakukan oleh teknisi profesional agar tidak terjadi kesalahan. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya