Tips & Trik

Ini Fungsi Feeler Gauge dan Cara Menggunakannya

PUBLISHED DATE : 07 Desember 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/153399657_s.jpg

Setiap mesin mobil memiliki celah antar dua komponen yang harus memiliki ukuran sama. Demi memastikan ukuran tersebut standar, dibutuhkan alat bernama feeler gauge. 

Fungsi feeler gauge pun sangat vital dan pasti digunakan oleh semua teknisi di bengkel mobil. Apa saja fungsi lengkap dan cara menggunakannya bisa Anda simak dulu. 

Apa Itu Feeler Gauge? 

Baca Juga : Dial Indicator: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

Bentuk fisik dari feeler gauge adalah lembaran baja tipis dengan berbagai jenis ukuran. Alat ini sudah tidak asing lagi di antara teknisi dan selalu digunakan ketika sedang servis atau tune up. 

Fungsi feeler gauge yang paling utama adalah mengukur adanya celah atau gap di setiap bagian mesin yang saling bersinggungan. Jika Anda mencoba melihat ke bagian kap mobil pasti akan langsung mengetahuinya. 

Contohnya saja pada bagian celah katup atau klep mesin mobil. Komponen yang jadi pintu keluar masuknya gas ini dapat berubah ukuran celahnya. Oleh karena itu dibutuhkan feeler gauge untuk mengukurnya. 

Baca Juga : Penyebab Aki Tidak Bisa Menyimpan Setrum & Solusinya

Baik bentuk lebar dan panjang feeler gauge ini sama, hanya saja ketebalan baja yang dimiliki berbeda. Setiap plat tertera ukuran yang berbeda-beda mulai dari 0,01 mm hingga 1 mm. 

Tingkat keakuratan yang tersedia pada alat ini pun bisa mencapai 1/100 mm atau 0,01 mm. Jadi setelah mengukur dengan feeler gauge, celah mesin dapat disetel kembali seperti normal ukuran standar pabrik. 

Mengenal Fungsi Feeler Gauge

Alat yang satu ini berperan penting dalam mengukur ketebalan celah di mesin. Pada saat celah terlalu lebar atau kecil, teknisi akan dengan mudah mengaturnya ke ukuran standar dengan feeler gauge. 

Apalagi mengingat ukuran celah ini memiliki jarak mm yang tidak bisa diukur dengan penggaris biasa apalagi dengan mata telanjang. Apa fungsi feeler gauge secara lengkap bisa Anda simak berikut ini:

  • Pengukuran Celah Klep atau Katup

Seperti yang sudah dijelaskan, klep atau katup yang ada di ruang silinder ini akan mengeluarkan dan memasukan gas bakar serta gas buang. Otomatis karena adanya panas dari gas ini maka ukuran klep dapat memuai. 

Akibatnya celah pada klep ini bisa saja mengecil. Penyetelan pun harus dilakukan secara berkala, biasanya pada saat servis. Teknisi akan menggunakan feeler gauge untuk bisa mengatur agar celah ini ukurannya kembali seperti semula. 

  •  Pengukuran Celah Kontak Platina 

Fungsi feeler gauge selanjutnya adalah untuk mengukur bagian celah di kontak platina. Fungsi utama dari platina adalah untuk memutus dan menghubungkan arus listrik supaya busi bekerja. 

Bagian ini memiliki celah yang harus selalu disetel dengan bantuan feeler gauge. Celah yang terlalu besar menciptakan induksi dan listrik kecil sehingga mobil sulit dinyalakan. Oleh karena itu harus selalu diukur ulang. 

  • Pengukuran Kerataan Kepala Silinder

Komponen yang satu ini memiliki fungsi untuk menutup silinder mesin. Selain itu juga menjadi tempat ruang bakar serta dudukan busi pada mesin berbahan bakar bensin. 

Kepala silinder harus diukur kerataannya karena jika bengkok mempengaruhi kompresi jadi melemah. Komponen dalam sistem mesin pembakaran internal ini pun bisa diukur kerataannya menggunakan feeler gauge. 

  • Pengukuran Kerataan Blok Silinder 

Blok silinder ternyata dapat mengalami perubahan bentuk seperti bengkok atau melengkung. Perubahan bentuk ini akan mempengaruhi ukuran celahnya. Padahal blok silinder berfungsi untuk sistem pembakaran mesin. 

Perubahan ukuran celah ini bisa disebabkan oleh mesin yang overheat. Ketika kerataan dari blok silinder berubah harus diukur terlebih dahulu untuk menyetelnya kembali. Tentunya dengan alat feeler gauge. 

  • Pengukuran Celah Busi

Busi berfungsi menciptakan percikan api yang memicu terjadinya pembakaran. Terdapat celah antara ground dengan elektroda busi yang harus disetel ketika terjadi perubahan. 

Perubahan ukuran celah ini akan mengganggu besar kecilnya tegangan yang dihasilkan pada koil pengapian. Celah inilah yang menjadi penentu apakah loncatan bunga api besar. 

Penyetelan ulang pada celah busi ini hanya bisa dilakukan dengan feeler gauge. Karena celah standar memiliki ukuran 0,7 mm hingga 0,9 mm. Oleh karena itu tidak bisa diukur sembarangan. 

  • Pengukuran Celah Ring Piston 

Ring piston memiliki fungsi utama untuk mencegah kebocoran campuran bahan bakar dengan udara ketika kompresi terjadi. Celah ini tidak boleh berukuran terlalu lebar karena bisa menimbulkan kebocoran. 

Sedangkan celah yang terlalu kecil bisa membuat kinerja piston macet. Oleh karena itu penyetelan celah ini perlu dilakukan secara rutin dengan feeler gauge. 

  • Pengukuran Celah Pompa Oli

Fungsi selanjutnya adalah pengukuran pada pompa oli yang berperan penting pada pelumasan mesin mobil. Pompa bisa mengalami kerusakan atau kebocoran yang membuat mesin menjadi overheat. 

Celah yang terlalu besar atau kecill akan menghambat aliran oli ke seluruh mesin. Penting untuk menyetel celah ini setiap kali servis. Mulai dari kerataan rotor, celah ujung rotor, sampai celah pada bodi rotor. 

Cara Menggunakan Feeler Gauge dengan Benar

19316517_s

Setelah mengetahui apa fungsi feeler gauge secara keseluruhan, alat ini tentu tidak bisa dianggap remeh. Tanpa feeler gauge, setiap celah pada mesin tidak bisa memiliki ukuran standar ketika kendaraan sering digunakan. 

Penggunaan feeler gauge dalam pengukuran pun harus memperhatikan beberapa hal. Pertama alat harus dibersihkan sehingga oli yang menempel atau kotoran lain tidak mengganggu ketepatan pengukuran. 

Kedua posisi feeler gauge tidak boleh miring apalagi melengkung karena pengukuran akan langsung gagal. Ketiga, alat juga tidak boleh berkarat apalagi tergores karena akan menurunkan ketebalan plat. 

Artinya keakuratan pengukuran diragukan hasilnya. Demi mengetahui apakah tidak terdapat kerusakan pada feeler gauge, Anda bisa mengeceknya dengan mikrometer. 

Apabila ketiga hal tersebut diperhatikan dengan benar, maka cara pengukuran celah pada mesin yang tepat bisa dilakukan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diikuti. 

  • Menjangkau Celah yang Ingin Diukur

Pertama adalah memastikan bahwa celah yang hendak diukur telah terjangkau. Tidak ada salahnya juga membersihkan bagian celah tersebut terlebih dahulu. Jika Anda ingin mengukur klep pastikan dalam posisi mesin sudah dingin. 

  • Ukur dari Ketebalan Feeler Gauge yang Kecil

Anda bisa mulai mengukur hanya dengan memasukan ujung feeler gauge pada celah yang telah dijangkau. Mulailah dari feeler gauge yang paling tipis atau ukurannya di bawah standar celah. 

  • Ukur dengan Feeler Gauge yang Lebih Tebal 

Apabila feeler gauge dengan ukuran yang lebih kecil, celah terasa terlalu renggang maka ganti dengan yang lebih tebal. Pengukuran yang tepat adalah ketika feeler gauge dimasukan maka alat tidak terlalu terjepit di dalam celah. 

Khusus untuk pengukuran klep, Anda bisa lebih dahulu mengatur ketebalan celah pada katup sesuai spesifikasi pabrikan. Baru setelah itu ukur celahnya dengan feeler gauge dan mengatur baut penyetelan. 

Setelan celah yang sudah pas biasanya feeler gauge yang dimasukan akan terasa lebih seret. Penyetelan celah dengan feeler gauge ini sebaiknya hanya dilakukan oleh teknisi profesional agar tidak terjadi kesalahan. 

Oleh karena itu jangan sampai Anda telat melakukan servis karena celah pada komponen mesin harus segera disetel ulang. Datang ke bengkel resmi Suzuki terdekat untuk mendapatkan servis berkala. 

 

Berita Lainnya