Transmisi Matik Terasa Menghentak Saat Pindah Posisi, Apa Penyebabnya?
23 Oktober 2026
Admin
Bagikan
Akibatnya, Anda mungkin merasakan hentakan yang lebih kuat ketika berpindah dari P ke R atau dari R ke D.
Kebiasaan Berkendara yang Bisa Memicu Hentakan pada Transmisi
Selain masalah teknis, beberapa kebiasaan berkendara juga dapat memperbesar beban kerja transmisi.
Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut dapat mempercepat munculnya gejala perpindahan yang tidak halus.
1. Memindahkan R ke D Sebelum Mobil Benar-Benar Berhenti
Salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan adalah memindahkan tuas dari R ke D atau sebaliknya saat kendaraan masih bergerak. Padahal, arah putaran sistem transmisi harus berubah.
Jika perubahan posisi dilakukan sebelum kendaraan berhenti sempurna, komponen transmisi menerima beban tambahan untuk menghentikan sekaligus mengubah arah gerak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum Anda memindahkan posisi antara R dan D.
2. Langsung Menginjak Gas Setelah Memindahkan Posisi
Setelah tuas dipindahkan ke D atau R, transmisi membutuhkan waktu singkat untuk meneruskan tenaga secara penuh.
Jika Anda langsung menginjak pedal gas cukup dalam sebelum perpindahan selesai, mobil bisa terasa menghentak.
Biasakan memberi jeda sejenak setelah memindahkan posisi tuas, kemudian tekan pedal gas secara bertahap.
Baca Juga : Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Transmisi Loncat
3. Menahan Mobil di Tanjakan Menggunakan Gas
Saat berada di jalan menanjak, sebagian pengemudi menahan mobil dengan pedal gas agar kendaraan tidak mundur.
Kebiasaan tersebut membuat transmisi tetap bekerja untuk melawan gaya gravitasi meskipun kendaraan berada dalam posisi hampir diam.
Jika sering dilakukan, suhu dan beban kerja transmisi dapat meningkat. Lebih baik gunakan rem, rem parkir, atau fitur hill hold jika kendaraan Anda memilikinya.
4. Mengemudi dengan Akselerasi dan Deselerasi Mendadak
Akselerasi keras yang sering dilakukan dapat membuat transmisi bekerja dengan perubahan beban yang lebih besar.
Begitu juga dengan kebiasaan menginjak gas dalam-dalam lalu mengurangi kecepatan secara mendadak.
Transmisi matik memang dirancang untuk menyesuaikan berbagai kondisi berkendara. Namun, pola berkendara yang lebih halus membantu menjaga perpindahan gigi tetap nyaman dan mengurangi beban yang tidak perlu.
5. Mengabaikan Jadwal Perawatan
Fluida dan komponen transmisi tetap membutuhkan pemeriksaan berkala. Jika servis terus ditunda, penurunan kondisi fluida atau gejala awal kerusakan bisa tidak terdeteksi.
Padahal, masalah yang diketahui sejak awal biasanya lebih mudah ditangani dibandingkan jika gejalanya sudah berkembang menjadi lebih berat.