Overheat Motor: Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya
07 September 2026
Admin
Bagikan
Istirahatkan kendaraan minimal 20 hingga 30 menit sampai suhu blok mesin dan radiator turun secara perlahan.
Dilarang keras menyiram air dingin ke bagian blok mesin yang sedang panas ekstrem, karena perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan dinding blok mesin berbahan aluminium retak atau melengkung.
4. Hindari Membuka Tutup Radiator Saat Panas
Jangan sesekali membuka tutup radiator (radiator cap) sewaktu kondisi mesin masih panas. Tekanan uap dan cairan coolant yang mendidih bisa menyembur keluar dan berisiko menimbulkan luka bakar berat pada wajah atau tangan Anda.
5. Cek Tabung Cadangan (Reservoir) Setelah Mesin Dingin
Setelah kondisi mesin dingin, periksa ketinggian air pendingin pada tabung reservoir. Tambahkan cairan coolant jika posisinya berada di bawah batas garis minimum (LOW).
Cara Mencegah Motor Overheat
Pencegahan motor overheat sebenarnya dapat dimulai dari perawatan sederhana. Mulai dari:
1. Periksa Coolant Secara Berkala
Pastikan level coolant berada di antara batas yang ditentukan pada reservoir. Jika cairan sering berkurang, jangan hanya menambahkannya berulang kali. Cari tahu penyebabnya.
2. Bersihkan Radiator
Baca Juga : Kebiasaan yang Membuat Sparepart Motor Cepat Rusak
Kotoran pada kisi-kisi radiator dapat menghambat pelepasan panas. Bersihkan secara berkala menggunakan cara yang sesuai agar sirip radiator tidak rusak.
3. Gunakan Oli Sesuai Spesifikasi
Jangan memilih oli hanya berdasarkan merek atau harga. Pastikan viskositas dan spesifikasinya sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor. Penggantian juga sebaiknya mengikuti jadwal servis kendaraan.
4. Perhatikan Indikator Suhu
Jika motor memiliki indikator temperatur, biasakan memperhatikannya, terutama ketika berkendara dalam perjalanan jauh atau kondisi lalu lintas padat.
5. Lakukan Servis Berkala
Servis rutin membantu teknisi menemukan potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan. Pemeriksaan dapat mencakup oli, sistem pendinginan, radiator, kipas, selang, dan komponen lain sesuai kebutuhan motor.
6. Jangan Abaikan Tanda Panas Berlebih
Motor overheat bukan masalah yang sebaiknya ditangani dengan terus memutar gas atau menunggu mesin mati sendiri. Semakin lama mesin dipaksa bekerja dalam kondisi temperatur tidak normal, semakin besar risiko kerusakan komponen.
Kenali gejalanya sejak awal, mulai dari indikator temperatur yang naik, tenaga mesin menurun, bau tidak normal, hingga munculnya uap. Jika gejala tersebut muncul, segera menepi dan biarkan mesin mendingin sebelum melakukan pemeriksaan.
Perawatan rutin, penggunaan coolant dan oli yang sesuai, serta pemeriksaan sistem pendinginan adalah langkah sederhana yang dapat membantu menjaga performa mesin. Anda bisa melakukan servis berkala di bengkel Suzuki, untuk merawat motor overheat lebih baik.