Fungsi dan Tanda-Tanda Roller Motor Matic Aus
19 April 2026
Admin
Bagikan
Ini karena mesin harus bekerja keras agar dapat menghasilkan tenaga yang sama. Semakin besar beban dari mesin, maka semakin banyak bensin yang akan terbakar.
5. Muncul Bunyi Mendengung
Selain bunyi kretek-kretek, Anda juga akan mendengar suara mendengung. Suara tersebut berasal dari roller yang mengalami pergeseran.
Karena pergeseran tersebut maka keseimbangan pun hilang, tidak presisi, atau gerakan roller pada wadah tidak terjadi secara mulus.
6. Kerusakan V-Belt dan Pulley yang Terjadi Lebih Cepat
Pergerakaan roller motor yang sudah tidak seimbang akan menyebabkan beban antara v-belt dan pulley menjadi tidak rata.
Efek dari kondisi tersebut adalah kedua komponen akan cepat mengalami keausan. Bahkan pada kondisi tertentu akan menyebabkan slip atau tenaga hilang ketika motor Anda melaju.
Kondisi ini termasuk kerusakan yang parah karena Anda perlu mengganti banyak komponen sekaligus.
7. Suhu Mesin Cepat Naik
Ketika akselerasi dalam kondisi tersendat, maka mesin lain yang ada di dalam sistem CVT akan bekerja lebih keras.
Baca Juga : Tips Perawatan Kunci Setir Mobil
Tujuannya agar bisa menutupi kekurangan tenaga. Kondisi tersebut akan menyebabkan suhu mesin cepat mengalami kenaikan dan berpotensi overheating apabila Anda membiarkannya terlalu lama.
8. Sulit untuk Menanjak
Kondisi ini disebabkan karena roller mesin yang sudah aus. Roller yang aus akan menyebabkan transmisi tidak bisa bekerja secara optimal. Akhirnya motor Anda akan sulit ketika harus menanjak.
Merawat Roller Motor Agar Tetap Awet
Untuk menghindari terjadinya keausan pada roller motor, Anda bisa melakukan beberapa perawatan berikut:
1. Melakukan Pemeriksaan Fisik pada V-Belt
Perawatan para roller motor, artinya juga harus melakukan pemeriksaan pada komponen penunjangnya, yaitu V-Belt. Komponen tersebut mempunyai usia pakai. Sehingga Anda harus menggantinya secara rutin agar tidak sampai putus saat Anda mengendarai motor.
Umumnya v-belt yang mengalami penurunan kualitas bisa Anda lihat dari karet yang mengalami keretakan. Anda harus segera melakukan penggantian jika menemukan kondisi tersebut.
Anda tidak perlu menunggu kondisinya menjadi retak. Lebih baik mengganti v-belt setiap 5000-10.000 kilometer sekali. Namun jika Anda rutin menggunakan motor, maka sebaiknya mengganti v-belt lebih cepat.
2. Melakukan Servis CVT Secara Rutin
Jadwal servis CVT idealnya Anda lakukan setiap 8.000-10.000 kilometer. Ketika Anda melakukan servis, maka roller mesin akan diperiksa, dibersihkan, dan jika mengalami keausan maka akan dilakukan penggantian.