Fungsi dan Tanda-Tanda Roller Motor Matic Aus

19 April 2026

account iconAdmin

Cropped Image1761805431651

Bagikan

Dalam motor matic terdapat salah satu komponen penting bernama roller motor. Bentuknya kecil, tetapi memiliki peran besar dalam CVT atau sistem transmisi otomatis pada motor matic. 

Karena fungsinya yang begitu krusial, roller motor harus selalu dalam kondisi yang baik. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki motor matic, harus memahami komponen ini. Termasuk fungsi dan tanda kerusakannya. 

Apa saja fungsi dan tanda-tanda keausan pada roller motor matic. 

Fungsi Roller Motor Matic 

Pada sistem Continuously Variable Transmission atau CVT, roller motor akan bekerja sama dengan pulley dan v-belt untuk melakukan pengaturan perpindahan tenaga dari mesin ke area roda. 

Fungsi utama roller motor adalah sebagai pengatur diameter kerja komponen pulley. Dengan demikian akan secara otomatis memengaruhi rasio gear. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai fungsi roller motor:

1. Sebagai Pengatur Akselerasi  

Roller motor berfungsi untuk menentukan seberapa cepat motor Anda merespons ketika Anda memutar gas. 

Roller motor yang bersifat ringan akan memberikan akselerasi awal yang responsif. Sedangkan untuk roller motor yang berat, akselerasinya akan lambat, tetapi stabil saat motor dalam kecepatan tinggi. 

2. Membantu Gerakan Variator Lebih Mudah 

Bentuk roller motor sendiri bulat sempurna dan itu sangat diperlukan agar variator dapat bekerja secara maksimal untuk menggerakan motor. 

Apabila roller sudah tidak berbentuk bulat maka variator tidak bisa bekerja menggerakkan motor secara maksima. 

3. Sebagai Pengatur Ukuran Diameter Pulley 

Fungsi selanjutnya dari roller motor adalah sebagai penentu ukuran diameter pulley. Diameter ini sangat penting untuk memengarui panjang sabuk atau v-belt. 

Perubahan diameter pulley yang akan menyebabkan motor dapat beroperasi. Dari yang awalnya diam, hingga Anda gunakan dalam kecepatan tinggi. 

Tanda-Tanda Roller Motor Mengalami Keausan 

Pada aktivitas pemakaian, tanda roller motor aus yaitu mulai beratnya akselerasi dan terdengar suara aneh pada bagian CVT. Namun, terdapat beberapa tanda-tanda lain seperti: 

1. Akselerasi Menjadi Lebih Berat 

Tanda pertama ini menjadi yang paling umum. Saat roller motor matic Anda sudah mengalami keausan, maka tarikan motor akan terasa berat. Ini karena roller motor kehilangan kemampuannya. 

Tenaga mesin tidak bisa tersalur secara sempurna ke bagian roda. Karena itulah motor matic Anda akan terasa lemah ketika gas Anda buka. 

Apabila Anda merasa motor ngebul terlebih dahulu baru jalan, maka itu bisa menjadi tanda untuk segera melakukan pengecekan kondisi roller motor. 

2. Muncul Bunyi Kretek-Kretek 

Bunyi ini biasanya muncul dari CVT. Bunyi tersebut keluar karena roller bentuknya yang sudah tidak lagi sempurna atau peyang. Bentuk yang tidak sempurna tersebut menyebabkan roller motor bergesekan dengan rumah roller. 

3. Muncul Getaran Saat Gas Anda Tarik

Tanda selanjutnya adalah munculnya getaran saat gas ditarik. Kondisi tersebut menandakan bahwa sistem CVT tidak seimbang. 

Penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah karena bentuk roller motor yang sudah mengalami perubahan. Seperti, tidak bulat secara sempurna atau sudah mengalami keausan pada area permukaan. 

4. Konsumsi Bensin Menjadi Lebih Boros 

Keausan yang terjadi pada roller motor juga bisa menyebabkan bahan bakar Anda cepat habis atau boros. 

Ini karena mesin harus bekerja keras agar dapat menghasilkan tenaga yang sama. Semakin besar beban dari mesin, maka semakin banyak bensin yang akan terbakar. 

5. Muncul Bunyi Mendengung 

Selain bunyi kretek-kretek, Anda juga akan mendengar suara mendengung. Suara tersebut berasal dari roller yang mengalami pergeseran. 

Karena pergeseran tersebut maka keseimbangan pun hilang, tidak presisi, atau gerakan roller pada wadah tidak terjadi secara mulus. 

6. Kerusakan V-Belt dan Pulley yang Terjadi Lebih Cepat 

Pergerakaan roller motor yang sudah tidak seimbang akan menyebabkan beban antara v-belt dan pulley menjadi tidak rata. 

Efek dari kondisi tersebut adalah kedua komponen akan cepat mengalami keausan. Bahkan pada kondisi tertentu akan menyebabkan slip atau tenaga hilang ketika motor Anda melaju. 

Kondisi ini termasuk kerusakan yang parah karena Anda perlu mengganti banyak komponen sekaligus. 

7. Suhu Mesin Cepat Naik 

Ketika akselerasi dalam kondisi tersendat, maka mesin lain yang ada di dalam sistem CVT akan bekerja lebih keras. 

Tujuannya agar bisa menutupi kekurangan tenaga. Kondisi tersebut akan menyebabkan suhu mesin cepat mengalami kenaikan dan berpotensi overheating apabila Anda membiarkannya terlalu lama. 

8. Sulit untuk Menanjak 

Kondisi ini disebabkan karena roller mesin yang sudah aus. Roller yang aus akan menyebabkan transmisi tidak bisa bekerja secara optimal. Akhirnya motor Anda akan sulit ketika harus menanjak. 

Merawat Roller Motor Agar Tetap Awet

Untuk menghindari terjadinya keausan pada roller motor, Anda bisa melakukan beberapa perawatan berikut:

1. Melakukan Pemeriksaan Fisik pada V-Belt 

Perawatan para roller motor, artinya juga harus melakukan pemeriksaan pada komponen penunjangnya, yaitu V-Belt. Komponen tersebut mempunyai usia pakai. Sehingga Anda harus menggantinya secara rutin agar tidak sampai putus saat Anda mengendarai motor. 

Umumnya v-belt yang mengalami penurunan kualitas bisa Anda lihat dari karet yang mengalami keretakan. Anda harus segera melakukan penggantian jika menemukan kondisi tersebut. 

Anda tidak perlu menunggu kondisinya menjadi retak. Lebih baik mengganti v-belt setiap 5000-10.000 kilometer sekali. Namun jika Anda rutin menggunakan motor, maka sebaiknya mengganti v-belt lebih cepat. 

2. Melakukan Servis CVT Secara Rutin 

Jadwal servis CVT idealnya Anda lakukan setiap 8.000-10.000 kilometer. Ketika Anda melakukan servis, maka roller mesin akan diperiksa, dibersihkan, dan jika mengalami keausan maka akan dilakukan penggantian. 

3. Hindari Membawa Berat Berlebihan 

Ini berkaitan dengan bijak dan tidaknya Anda dalam menggunakan motor. Jika Anda tidak menggunakannya sesuai spesifikasi, dalam hal ini termasuk kapasitas berat, maka roller motor akan cepat mengalami keausan. 

4. Mengganti Oli Transmisi Secara Rutin 

Oli transmisi berperan penting dalam sistem transmisi CVT. Oli tersebut bertugas sebagai pelumas komponen yang berada di CVT, termasuk roller motor. 

Apabila oli transmisi Anda sudah dalam kondisi yang tidak bagus, maka keseluruhan komponen dari CVT akan cepat mengalami keausan. Anda disarankan untuk melakukan penggantian oli transmisi setiap perjalanan 8.000 kilometer sekali. 

Baca Juga : Tips Perawatan Kunci Setir Mobil

5. Berkendara di Jalanan Mulus 

Apabila Anda menggunakan roller racing, maka sebaiknya Anda berkendara di jalanan yang mulus saja. 

Jangan sesekali berkendara di jalan yang ekstrem. Ini karena roller racing didesain untuk menunjang performa, bukan kuat tidaknya melewati jalanan ekstrem. 

6. Menjaga Kebersihkan Wadah Roller 

Kebersihan wadah roller motor juga penting. Jangan sampai kotoran dan debu menumpuk pada komponen tersebut. 

Wadah roller motor yang kotor akan menurunkan kinerja roller motor Anda. Pergerakannya akan terhambat dan mengalami keausan lebih cepat. 

7. Rutin Mengganti Kampas Kopling 

Komponen lain yang tidak kalah penting pada CVT motor matic adalah kampas kopling. Perannya sebagai pencipta gaya sentrifugal. 

Karena itulah kondisi kampas kopling harus dicek secara rutin. Ketika kampas kopling Anda menipis, maka motor akan menjadi kurang responsif.  

Keausan pada roller motor tidak bisa diabaikan karena dapat memengaruhi performa motor Anda. Maka dari itu pastikan Anda segera ke bengkel resmi Suzuki jika mengalami tanda-tanda keausan roller motor. 

Dapatkan berbagai informasi perawatan motor lainnya hanya di website Suzuki.

 

Sumber Gambar:

InveStock - https://www.shutterstock.com/image-photo/mechanic-hands-installing-full-set-roller-2624796009

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon