Tips & Trik

Sistem Pengapian Konvensional: Cara Kerja dan Komponennya

PUBLISHED DATE : 28 Agustus 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/23463215_s.jpg

Berikut ini komponen sistem pengapian konvensional  yang digunakan. 

Baterai 

Sama seperti baterai pada umumnya, baterai di sini fungsi utamanya adalah untuk menyediakan arus listrik dengan voltase rendah yaitu sekitar 12 volt. Selain untuk sistem pengapian, baterai juga memiliki fungsi kelistrikan pada bagian lainnya. 

Contohnya saja untuk suplai listrik menyalakan klakson, sistem pengisian dan komponen yang membutuhkan kelistrikan lainnya. Baterai ini lebih sering disebut dengan aki di mana fungsinya sangat penting untuk kelistrikan kendaraan. 

Ignition Coil

Komponen inilah yang berperan besar untuk menaikkan daya dari baterai yang tadinya hanya 12 volt. Daya bisa dinaikan 10 KV bahkan lebih, seperti yang dijelaskan bahwa untuk menciptakan percikan api dibutuhkan tegangan listrik yang tinggi. 

Ignition coil ini memiliki dua jenis kumparan yang masing-masing dililitkan pada bagian inti besi. Di mana kumparan yang pertama disebut kumparan primer, yang akan menerima arus dari baterai dan diputus breaker point atau platina. 

Kumparan kedua atau kumparan sekunder ini nantinya akan menciptakan induksi elektromagnetik ketika arus listrik diputus oleh platina sehingga bisa membangkitkan tegangan sampai 10 KV bahkan lebih. 

Kumparan primer biasanya menggunakan kawat tembaga yang ukurannya 0,5 hingga 1,0 mm bahkan lebih besar dan gulungannya sedikit. Sedangkan kumparan sekunder lebih kecil dan jumlah gulungannya lebih banyak. 

Distributor 

Kemudian komponen distributor ini sendiri terdiri dari banyak komponen di mana fungsi utamanya adalah untuk mendistribusikan tegangan listrik yang sudah dibangkitkan ignition coil ke setiap silinder. Berikut ini macam-macam bagian dari distributor.

  • Nok

Disebut juga dengan Cam, komponen ini akan membuka platina di sudut poros engkol dengan tepat bagi masing-masing silinder. Nok sendiri terhubung dengan poros distributor dan akan digerakkan oleh poros nok. 

  • Platina

Pada sistem pengapian konvensional fungsi platina adalah untuk memutuskan arus listrik yang mengalir ke kumparan primer dalam ignition coil. Tujuannya agar ignition coil mampu menciptakan tegangan listrik yang lebih tinggi dari baterai. 

  • Kondensor 

Sesuai dengan namanya, komponen distributor ini memiliki fungsi utama untuk menyerap loncatan bunga api pada platina. Penyerapan berlangsung ketika terjadi pembukaan yang bertujuan untuk menaikkan tegangan pada coil sekunder. 

  • Centrifugal Governor Advancer

Fungsi dari komponen ini adalah untuk memajukan pada saat pengapian yang disesuaikan dengan putaran dari mesin. 

  • Vakum Advancer

Komponen ini dipasang pada bagian distributor dan dihubungkan ke backing plate atau dudukan platina. Bentuknya sendiri seperti piringan yang memiliki dua selang dan dihubungkan ke karburator dan intake manifold. 

Pada saat komponen ini menyala maka akan menggeser backing plate dan menciptakan buka tutup platina. Fungsinya adalah memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin. 

  • Rotor

Komponen sistem pengapian konvensional ini memiliki fungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang sudah dihasilkan ignition coil ke busi. 

  • Distributor Cap

Fungsi distributor ini adalah untuk membagikan arus listrik dari rotor ke kabel tegangan listrik sehingga setiap busi bisa menghasilkan percikan api. 

  • Busi

Busi merupakan bagian dari distributor yang fungsinya adalah menciptakan percikan bunga api dari elektroda yang sudah didapatkan melalui kabel tegangan tinggi. 

  • Kabel Tegangan Tinggi 
Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya