Ketahui Tips Mengatur Sorot Lampu Pada Mobil
21 September 2026
Admin
Bagikan
3. Gunakan Tanda sebagai Referensi
Anda dapat membuat garis referensi pada tembok menggunakan selotip kertas atau alat penanda yang mudah dilepas. Tandai posisi pusat atau batas sorotan sesuai petunjuk manual kendaraan.
Setelah itu, ubah jarak kendaraan dari tembok dan lihat apakah pola cahaya bergerak secara konsisten. Tujuannya memastikan arah pencahayaan sesuai dengan desain lampu mobil.
Bagaimana Cara Mengatur Ketinggian Sorotan?
Setiap kendaraan mempunyai mekanisme penyetelan yang berbeda. Pada beberapa mobil tersedia pengatur vertikal dan horizontal di bagian belakang rumah lampu.
Kendaraan lain mungkin menggunakan sistem penyetelan yang berbeda atau bahkan memiliki fitur automatic headlamp leveling.
Karena itu, jangan langsung memutar sekrup yang terlihat di belakang housing. Pastikan terlebih dahulu fungsi masing-masing pengatur melalui buku manual kendaraan.
Jika tersedia pengaturan manual, lakukan perubahan sedikit demi sedikit. Setelah satu perubahan, periksa kembali pola cahaya pada tembok.
Hindari menyetel lampu berdasarkan perkiraan seperti “semakin tinggi semakin terang”. Yang dicari adalah pola pencahayaan yang efektif menerangi jalan tanpa mengarahkan cahaya berlebihan ke mata pengguna jalan lain.
Berapa Jarak Pancaran Lampu Mobil yang Diatur?
Baca Juga : Aturan Warna Lampu Mobil Wajib Anda Ketahui
Di Indonesia, ketentuan mengenai lampu utama kendaraan tercantum dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, yang statusnya masih berlaku dengan perubahan melalui PP Nomor 30 Tahun 2021. Berikut aturannya:
1. Lampu Utama Dekat (Low Beam)
Harus mampu memancarkan sinar terang ke arah depan dengan jangkauan jarak minimal 40 meter ke depan.
2. Lampu Utama Jauh (High Beam)
Harus memiliki kemampuan daya jangkau pancaran sinar terang sekurang-kurangnya 100 meter ke depan.
3. Ketinggian Pemasangan
Unit headlamp harus dipasang pada area depan kendaraan dengan ketinggian tidak melebihi 1.500 mm dari permukaan jalan dan tidak lebih dari 400 mm dari sisi terluar kendaraan. Posisi pemasangan di bagian depan kendaraan.
4. Penyimpangan Arah Sinar
Tidak boleh melebihi 1,3% dari selisih ketinggian arah sinar lampu. Untuk lampu utama jauh, maksimal 0°34' ke kanan dan 1°09' ke kiri.