Fuse Box Sekring Mobil: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya

20 Oktober 2026

account iconAdmin

Cropped Image1761555763301

Bagikan

Fuse box sekring mobil juga berfungsi sebagai tempat untuk mengatur dan mengelompokkan berbagai sekring berdasarkan rangkaian yang dilindunginya. Hal ini membuat pemeriksaan sistem kelistrikan menjadi lebih terorganisir. 

4. Memudahkan Pemeriksaan

Ketika salah satu perangkat elektronik mobil mengalami masalah, pemilik atau teknisi dapat memeriksa sekring yang berkaitan melalui fuse box. 

Posisi dan kode sekring biasanya dapat dilihat pada diagram yang terdapat di penutup fuse box atau buku manual kendaraan. 

Jenis-Jenis Fuse Box Sekring Mobil

Secara umum, fuse box pada mobil dapat ditemukan di beberapa lokasi. Jenis dan penempatannya bergantung pada desain kendaraan.

Salah satunya adalah fuse box di dalam kabin. Kotak sekring ini biasanya berada di area dashboard, di bawah kemudi, atau bagian lain yang masih berada di dalam kabin. 

Fuse box ini umumnya menangani berbagai perangkat elektronik yang berkaitan dengan bagian interior kendaraan.

Ada pula fuse box di ruang mesin. Letaknya berada di area sekitar mesin dan biasanya melindungi berbagai rangkaian yang berhubungan dengan sistem kelistrikan di ruang mesin.

Baca Juga : Mengenal Rumah Roller (Variator) pada CVT Motor dan Pengaruhnya pada Suara Mesin

Selain berdasarkan lokasinya, sekring yang terdapat di dalam fuse box juga memiliki beberapa bentuk. Salah satu yang banyak digunakan pada mobil modern adalah jenis blade fuse. Sekring ini memiliki bentuk pipih dengan kaki logam yang dipasang pada soket fuse box.

Kapasitasnya juga berbeda-beda dan biasanya ditandai dengan angka ampere pada bagian sekring. Oleh karena itu, penggantian sekring harus menggunakan kapasitas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Cara Membaca Kode pada Fuse Box Sekring Mobil

Untuk mengetahui fungsi setiap sekring pada fuse box, Anda dapat memperhatikan kode dan angka yang tertera. Berikut cara membacanya: 

  1. Perhatikan kode pada fuse box: Setiap sekring biasanya memiliki kode yang menunjukkan rangkaian kelistrikan yang dilindunginya. Kode tersebut dapat berbeda sesuai merek dan model mobil.
  2. Cek angka ampere pada sekring: Angka seperti 10A atau 15A menunjukkan kapasitas arus sekring. Contohnya, sekring 10A memiliki kapasitas 10 ampere.
  3. Kenali kode sesuai fungsi komponennya: Beberapa kode yang umum ditemukan antara lain HORN untuk klakson, A/C untuk sistem pendingin udara, dan TAIL yang berkaitan dengan lampu belakang. Kode seperti H-LP juga dapat digunakan untuk menunjukkan rangkaian lampu depan.
  4. Jangan menentukan fungsi hanya berdasarkan perkiraan: Arti kode dapat berbeda pada setiap kendaraan. Karena itu, jangan langsung mencabut atau mengganti sekring hanya berdasarkan tebakan.
Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon