Mengenal Fungsi Roller Pada Motor Matic dan Cara Kerjanya
20 April 2026
Admin
Bagikan
4. Pergerakan Variator Menjadi Lebih Mudah
Fungsi lain dari roller motor adalah untuk membantu pergerakan variator menjadi lebih mudah.
Variator sendiri merupakan komponen yang ikut bekerja dalam proses bergeraknya motor. Agar komponen tersebut bisa menggerakkan motor, maka roller motor harus dalam kondisi bulat.
Jika sudah berubah bentuk, maka akan memengaruhi kinerja dari variator. Komponen tersebut tidak akan bisa menggerakan motor dengan baik.
Akhirnya laju kendaraan Anda menjadi tidak maksimal dan mengurangi kenyamanan dalam berkendara. Untuk mengatasi roller motor yang mengalami perubahan bentuk, Anda harus melakukan penggantian.
5. Penentu Ukuran Pulley
Roller motor juga berfungsi sebagai penentu besar kecilnya diameter dari pulley. Perubahan tersebut sebagai penggerak v-belt motor matic. Motor Anda tidak akan bisa bergerak jika tidak terjadi perubahan ukuran dari pulley.
Ketika diameter pulley menjadi lebih kecil atau besar, berdasarkan tarikan dari gas motor, maka motor Anda akan bergerak.
Baca Juga : Roller Motor Matic Tahan Berapa Lama? Ini Penjelasannya
6. Memastikan Stabilitas dan Keseimbangan dari CVT
Roller motor yang kondisinya retak, aus, atau beratnya tidak sama akan menyebabkan ketidakseimbangan rotasi.
Kondisi tersebut kemudian menyebabkan pulley bergetar dan gesekan pada belt terjadi secara tidak merata. Keausan dini pun bisa terjadi. Belum lagi munculnya suara berisik pada CVT.
Roller motor yang tidak Anda rawat dengan baik akan menjadi sumber masalah. Misalnya getaran pada stang, munculnya suara mendengung pada CVT, dan rusaknya v-belt serta pulley.
7. Membantu Menghemat Konsumsi BBM
Fungsi selanjutnya dari roller motor adalah untuk membantu Anda hemat bahan bakar. Ketika roller Anda bekerja secara optimal, maka sistem CVT menyesuaikan rasio transmisi secara tepat sesuai dengan kecepatan dan beban mesin.
Dengan demikian putaran mesin akan tetap efisien dan tidak terjadi secara berlebihan.
Namun apabila roller motor Anda sudah aus atau ada kesalahan dalam memilih bobot, maka mesin Anda cenderung lebih bekerja keras dari yang dibutuhkan.
Kondisi ini menyebabkan bahan bakar lebih boros karena putaran mesin tinggi tetapi output kecepatan yang dihasilkan tidak proporsional.