Ayo Mengenal Apa Itu Pajak Progresif Kendaraan Bermotor
12 Juli 2026
Admin
Bagikan
Rumus Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
Dalam melakukan pengenaan pajak kendaraan bermotor atau PKB, terdapat rumus dasar pengenaan pajak (DPP) atau sering disebut sebagai nilai jual kendaraan bermotor (NJKB).
NJKB ini ditetapkan oleh provinsi masing-masing sebagai bagian dari dasar untuk perhitungan pajak kendaraan atau PKB. Berikut rumusnya:
NJKB x Tarif PKB
Sebagai contohnya, lihatlah studi kasus berikut ini.
Pak Joni di Jakarta memiliki 3 mobil dengan NJKB setiap kendaraan sebesar Rp150 juta. Karena kendaraan lebih dari satu maka PKB adalah progresif yakni:

Sebagai informasi, pembayaran ini belum termasuk dengan komponen pengurusan kendaraan lainnya seperti biaya STNK, TNKB, dan SWDKLLJ.
Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Pajak Progresif pada Kendaraan Bermotor
Baca Juga : Tarif Pajak Progresif Kendaraan yang Harus Kamu Ketahui
Berbicara lebih lanjut seputar pajak meningkat pada kendaraan bermotor, penting untuk diketahui apa yang jadi kelebihan dan kekurangan dari pembayarannya.
Berbagai kelebihan tersebut adalah sebagai berikut:
- Mendorong penggunaan kendaraan secara merata sehingga jumlah kendaraan di jalanan bisa lebih dikontrol.
- Mengurangi kemacetan, karena orang yang tidak ingin pajak meningkat cenderung akan memilih menggunakan transportasi umum.
- Menambah pemasukan daerah untuk pembangunan infrastruktur, karena jumlah tarif yang diterima tidak stagnan.
Usai membahas tentang kelebihan, maka sekaranglah akan dibahas apa yang menjadi kekurangannya seperti berikut ini:
- Beban bagi satu keluarga dengan anggota yang cukup banyak dan butuh lebuh dari satu kendaraan.
- Sistem pencatatan di Samsat sering bermasalah karena kesalahan data, semisal satu keluarga punya banyak anggota keluarga yang telah dewasa sering tidak terdata dengan baik karena perkiraan yang rancu akibat hanya punya satu motor.