Tips & Trik

Ayo Mengenal Apa Itu Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

PUBLISHED DATE : 27 Februari 2021

New Ignis

Setelah mengetahui dua dasar tersebut, maka cara menghitungnya yaitu nilai jual kendaraan bermotor dikalikan dengan persentase pajak progresif. Pastikan pula urutan kepemilikan kendaraan yang Anda masukkan telah tepat.

Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan yaitu menghitung besaran jumlah sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan atau SWDKLLJ. Setelah berhasil mengetahui jumlah SWDKLLJ, maka Anda dapat mengetahui tarif pajak progresif pada kendaraan yang dimiliki.

Pajak Progresif Kendaraan Berupa Mobil

Pengenaan pajak progresif mobil pada dasarnya hampir sama dengan pajak progresif motor. Pajak progresif kendaraan berupa mobil dibebankan bagi pemilik kendaraan yang mempunyai kendaraan mobil lebih dari satu atas nama satu kepemilikan yang sama serta tempat tinggal yang sama.

Jadi, apabila Anda melakukan pembelian mobil dari orang lain wajib untuk melakukan balik nama kepemilikan mobil. Hal ini dilakukan agar merubah pajak progresif mobil dari pemilik lama ke pemilik baru.

Apabila balik nama tidak dilakukan beban pajak progresif akan dibebankan pada pemilik lama. Jadi, apabila Anda melakukan jual mobil perlu segera melakukan proses balik nama kendaraan.

Selain itu, pemilik mobil lama harus segera melakukan pelaporan ke Samsat provinsi terkait peralihan kepemilikan mobil. Pelaporan ini dilakukan sekurang-kurangnya 30 hari dari pergantian kepemilikan mobil.

Persyaratan yang harus Anda bawa yaitu fotocopy STNK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apabila tidak mempunyai fotocopy STNK, yang terpenting Anda mengingat nomor polisi beserta jenis kendaraan yang dijual. Tampilkan pula KTP yang sesuai dengan identitas di STNK kendaraan.

Tarif Pajak Progresif Kendaraan Untuk Mobil

Besaran tarif pajak progresif kendaraan mobil umumnya untuk kepemilikan kendaraan pertama dikenakan pajak progresif sebesar 1,5%. Untuk kepemilikan kendaraan kedua dikenakan pajak progresif sebesar 2%.

Kepemilikan kendaraan mobil ke-3 dikenakan pajak progresif sebesar 2,5% sedangkan kepemilikan kendaraan mobil keempat dikenakan pajak progresif sebesar 4%. Begitu seterusnya tergantung pada kelipatan jumlah mobil yang dimiliki.

Perhitungan pajak progresif kendaraan mobil dilakukan berdasarkan 2 ketentuan. Pertama, pengenaan pajak progresif didasarkan atas nilai jual kendaraan bermotor.

Yang perlu diperhatikan adalah nilai jual kendaraan tidak didasarkan pada harga di pasaran umum. Melainkan ditetapkan atas dasar ketentuan dari dinas pendapatan daerah atas rekomendasi agen pemegang merek atau APM.

Kedua, yaitu didasarkan atas efisiensi penggunaan kendaraan serta dampaknya pada potensi kerusakan Jalan raya.

Cara Hitung Tarif Pajak Progresif Mobil

Cara menghitung biaya pajak progresif kendaraan mobil pada dasarnya sama dengan cara menghitung pajak progresif kendaraan bermotor sebelumnya. Anda hanya perlu menghitung Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dengan rumus perhitungan  (PKB/2) x 100.

Untuk mengetahui berapa nilai Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB, Anda hanya tinggal melihat keterangan di balik STNK.

Di STNK sudah tertera berapa nilai PKP yang harus Anda bayarkan. Setelah memasukkan semua komponen rumus, maka Anda akan dapat mengetahui berapa NJKB kendaraan.

Apabila NJKB sudah Anda ketahui, selanjutnya silahkan kalikan dengan persentase pajak progresif sesuai kepemilikan kendaraan mobil. Nilai yang sudah berhasil Anda hitung bukanlah nilai pajak yang sebenarnya.

Anda masih harus menghitung  besaran jumlah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ. Setelah menemukan besaran biaya untuk SWDKLLJ, Anda tinggal menjumlahkan jumlah pajak progresif kendaraan yang sudah di kalkulasi dengan jumlah SWDKLLJ. 

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya