Tips & Trik

Apa Itu Clutch Cover, Apa Saja Fungsi dan Komponennya?

PUBLISHED DATE : 22 Maret 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/clutch_clover.jpg

Komponen ini terhubung dengan pompa impeller yang juga berhubungan dengan flywheel mesin. Hal ini mengakibatkan torque converter cover ikut berputar ketika mesin dihidupkan dan flywheel berputar.

  1. Turbin

Turbin merupakan suatu komponen yang berbentuk menyerupai pompa impeller, namun terletak pada tempat yang berbeda.

Komponen ini berada di bagian dalam torque converter cover secara mengambang. Pada bagian tengah komponen ini terhubung dengan poros input transmisi.

Turbin bertugas layaknya kipas kedua. Komponen ini menerima energi tekan dari aliran fluida yang dibangkitkan oleh pompa impeller.

Kecepatan putaran turbin sangat dipengaruhi oleh energi tersebut, semakin tinggi energi tekan maka semakin cepat komponen ini berputar.

  1. Stator

Stator merupakan komponen yang memiliki sirip atau blade dengan poros terhubung pada impeller.

Meski demikian komponen ini dapat bergerak bebas, dan dengan bantuan komponen one way clutch putaran stator menjadi lebih terarah yaitu tidak melawan putaran impeller.

Komponen yang terletak di antara pompa impeller dan turbin ini berfungsi melancarkan aliran fluida dalam torque converter cover. Blade komponen ini akan membantu aliran fluida dari turbin kembali ke pompa impeller.

  1. Lock up clutch

Komponen ini merupakan penghubung antara turbin dan torque converter cover pada RPM tertentu. Hal ini membantu perputaran flywheel dan input transmisi memiliki putaran dengan perbandingan yang sama.

Tipe-Tipe Clutch Cover Beserta Kekurangan dan Kelebihan

Berdasarkan jenis pegas yang digunakan dalam tutup kopling, komponen ini dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe coil spring dan diaphragm spring. Kedua tipe tutup kopling tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Tipe Coil Spring

Tutup kopling tipe ini memiliki pegas yang berbentuk coil spring. Pegas ini terpasang di antara plat penekan dan tutup rumah kopling. Selain itu, ketinggian pegas ini juga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

Komponen ini terdiri dari plat penekan yang terbuat dari baja tuang yang dibuat rata dan halus untuk menekan kampas kopling. Tutup kopling atau rumah kopling tipe ini biasanya digunakan pada kendaraan bermuatan berat seperti truk dan bus.

Penggunaan komponen tipe ini memiliki kelebihan pada daya tekan plat penekan yang lebih kuat pada plat kopling. Selain itu, penekanan tersebut juga dapat diatur. Akan tetapi harga komponen ini juga relatif lebih mahal, karena konstruksinya yang rumit.

Penggunaan tutup kopling tipe coil spring juga mengakibatkan beratnya pedal kopling, sehingga membutuhkan tenaga lebih besar untuk menekannya. Selain itu, coil spring yang diberi penekanan secara tidak rata menyebabkan timbulnya getaran.

  1. Tipe Diaphragm spring

Tutup kopling tipe diaphragm spring memiliki pegas yang berbentuk diafragma. Pegas ini terpasang di tengah badan tutup kopling secara melingkar. Komponen tipe ini biasanya digunakan pada jenis kendaraan ringan seperti mobil pick up, sedan, dan SUV.

Penggunaan clutch cover tipe ini memiliki kelebihan pada ringannya pedal kopling sehingga membutuhkan tenaga yang lebih sedikit untuk menekannya. Diaphragm spring juga memiliki plat penekan dengan daya tekan yang lebih rata pada plat kopling.

Selain itu, komponen ini memiliki gaya sentrifugal berkecepatan tinggi yang akan membuat daya pegas tidak akan berkurang ketika mesin digerakkan dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, tutup kopling tipe diaphragm spring cenderung lebih mudah slip apabila beban torque terlalu besar.

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya