Tips & Trik

8 Komponen Sistem Pendinginan Mobil dan Cara Kerjanya

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/SX4_s-cross.jpg

Sistem pendinginan adalah suatu sistem penstabilan suhu pada mesin mobil. Sistem ini akan bekerja ketika mesin mobil telah mencapai suhu tertentu. 

Sistem pendinginan adalah suatu sistem penstabilan temperatur atau suhu pada mesin mobil. Sistem ini akan bekerja ketika mesin mobil telah mencapai suhu tertentu. Pada kondisi tersebut, cairan pendingin melakukan sirkulasi agar panas pada mesin dapat berpindah.

Sistem yang bertugas untuk menjaga kestabilan suhu kerja pada mesin ini didukung oleh berbagai komponen. Simak penjelasan berikut untuk memahami komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan untuk mendinginkan mesin mobil serta cara kerja komponen tersebut.

8 Komponen Sistem Pendinginan Mobil

  1. Baca Juga : Jangan Pasang Rem Parkir Terlalu Lama! Ini Risikonya

    Radiator merupakan salah satu komponen sistem pendinginan yang berfungsi untuk mendinginkan air pendingin mesin yang telah digunakan. Fungsi tersebut dilakukan dengan membuang panas lewat kisi-kisi radiator.

    Air yang digunakan untuk mendinginkan mesin kemudian didinginkan kembali oleh radiator dan dibuang lewat kisi-kisi yang ada di radiator. Proses pendinginan air yang menjadi panas akibat digunakan untuk mendinginkan mesin bermula dari upper tank.

    Upper tank berfungsi untuk menampung air panas sisa pendinginan mesin, kemudian air panas tersebut akan turun lewat pipa-pipa kecil di tengah kisi-kisi. Pipa-pipa ini berfungsi untuk membantu proses pendinginan air.

    Baca Juga : Pengen Nyobain Main Drifting? Ini Spesifikasi Ban Yang Wajib Dipakai

    Air yang telah melalui pipa-pipa kecil tersebut akan ditampung pada lower tank. Air ini nantinya akan diputar lagi untuk mendinginkan mesin. Begitulah komponen ini bekerja secara berulang.

    Namun, sering kali terjadi masalah pada radiator yang disebabkan pipa-pipa kecil pada sirip-sirip radiator tersumbat oleh kerak. Kerak ini terbentuk karena adanya zat asam yang terkandung pada air radiator. Untuk membersihkannya, Anda dapat meminta bantuan bengkel untuk service radiator.

  2. Pompa air

    Pompa air atau water pump berfungsi untuk menghantarkan sirkulasi air dari lower tank pada radiator ke mesin. Pengaliran kembali ini bertujuan agar air radiator kembali menjalankan fungsinya untuk mendinginkan mesin.

    Baca Juga : Engine Mounting: Fungsi, Jenis, dan Tanda Kerusakannya

    Cara kerja komponen ini menyesuaikan dengan putaran mesin. Hal ini disebabkan oleh pulley pada komponen ini yang tersambung dengan V-Belt, dimana V-Belt merupakan penghubung komponen pompa air dengan mesin.

    Komponen ini hanya dilumasi oleh air saja, sehingga seal komponen ini cepat aus karena kurangnya pelumas. Kerusakan ini sulit dideteksi karena apabila seal sudah aus, air yang menetes ke bawah mengenai mesin dan hilang begitu saja, menguap terkena panas.

    Jika Anda merasa air radiator Anda cepat habis, bisa jadi kebocoran tersebut yang terjadi. Untuk mengatasinya, Anda harus mengganti pompa air atau water pump agar proses pendinginan mesin Anda kembali berjalan lancar.

  3. Thermostat

    Komponen yang bekerja pada sistem pendinginan lainnya adalah thermostat. Komponen ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi air pendingin mesin. Terdapat dua jenis thermostat, yaitu thermostat dengan katup by pass dan tanpa katup by pass.

    Thermostat akan bekerja hanya pada saat panas mesin telah mencapai panas tertentu. Apabila panas mesin kendaraan belum mencapai suhu kerja thermostat, maka komponen ini berfungsi untuk menjaga air agar tidak melakukan sirkulasi.

    Kemudian, begitu mesin telah mencapai pada suhu kerja thermostat, komponen ini secara otomatis membuka salurannya. Dengan demikian, cairan pendingin mesin bisa melakukan sirkulasi lalu mengaliri radiator.

  4. Kipas Radiator

    Radiator fan atau kipas radiator merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk memberi aliran udara pada radiator. Aliran udara ini dibutuhkan dalam proses pendinginan air atau cairan dalam radiator. Berbeda dengan kipas pada umumnya, kipas radiator tidak meniupkan udara, tapi menyerapnya.

    Kipas radiator bekerja dengan menghisap udara dari radiator. Udara tersebut kemudian dihembuskan ke arah mesin. Udara dingin yang dihasilkan dialirkan melalui kisi-kisi radiator terutama ketika mobil berhenti.

    Kipas radiator terletak di belakang radiator. Bagian radiator berupa poros engkol dengan v-beltnya bertugas untuk menggerakkan kipas ini.

    Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya