Tips Bedakan Pelek Asli dengan KW

11 Agustus 2018
Share to

Mengganti pelek adalah salah satu cara paling gampang untuk mengubah tampilan kendaraan. Dengan cara ini, mobil akan nampak lebih keren dari biasanya. Apalgi saat ini pedagang pelek mobil bisa dengan mudah ditemukan di sejumlah tempat. Berbagai macam model dan jenis pelek mobil pun bisa ditemui, mulai dari kualitas original equipment manufacture (OEM), asli impor, maupun abal-abal (kw/replika).

Kalau memang saat ini Anda berniat untuk mengubah tampilan mobil Anda dengan mengganti peleknya, mengetahui bedanya pelek asli dan mana pelek replika adalah hal pertama yang harus Anda kuasai. Bagaimana caranya? Simak tips berikut!

Harga Pelek

Satu hal utama yang bisa menjadi acuan dalam membedakan pelek asli dengan replika adalah harga. Pelek asli biasanya dibanderol lebih mahal dibandingkan yang replika. Bahkan bisa sampai empat kali lebih mahal dibandingkan pelek replika. Contoh sederhananya, kalau pelek replika ring 17 harganya Rp5 jutaan, pelek aslinya bisa dibanderol antara Rp20 juta-Rp25 juta.

Namun hal itu tidak bisa jadi patokan pasti, karena tidak jarang juga ada pedagang nakal yang menjual pelek replika dengan harga mahal dan mengatakan bahwa pelek yang mereka jual adalah pelek asli.

Bobot Pelek

Untuk mencegah diri Anda tertipu oleh pedagang yang nakal, merasakan bobot pelek bisa menjadi cara ampuh dalam membedakan pelek asli dan pelek replika. Kebanyakan, pelek asli lebih ringan ketimbang replikanya. Contohnya, pelek replika ring 17 beratnya kurang lebih 10-11 kilogram, nah kalau pelek asli kurang lebih enam kilogram saja. Bobot inilah yang bisa kita jadikan salah satu indikatornya.

Tapi lagi-lagi, bobot pelek belum bisa jadi patokan pasti karena tidak semua pelek asli itu ringan, seperti contohnya pelek asli ring 20 beratnya sama dengan yang replika.

Kualitas Pembuatan Pelek

Selain harga dan bobot pelek, kualitas pembuatan pelek juga bisa membedakan pelek asli dan pelek kw. Biasanya, saat dibuat pelek replika akan melalui proses pengecoran, sementara pelek asli melalui proses ditempa. Nah, yang paling dari dua proses pembuatan pelek itu adalah saat finishing-nya.

Pelek asli proses finishing rapi, sementara replika akan tampak berantakan, seperti ada yang bolong di permukaan dalam pelek. Catnya pun tampak tidak sama. Hal itu bisa terjadi karena perusahaan pembuat pelek replika tidak memerhatikan detailnya.

Tidak mudah memang membedakan pelek asli dan pelek palsu (kw/replika). Tapi kunci yang paling penting adalah jangan mudah tergiur dengan harga yang murah dan jangan terburu-buru ketika membeli pelek. Jangan malas mencari informasi tentang pelek yang ingin Anda beli dan cek semua bagian pelek dengan detail sebelum akhirnya memutuskan membelinya.

Semoga bermanfaat!