Masalahkan Jika Setir Mobil Bergetar Tanpa Sebab Saat Mengemudi
16 Juli 2026
Admin
Bagikan
Pada dasarnya, getaran pada setir muncul karena adanya komponen yang tidak bekerja secara seimbang atau mengalami keausan. Ketidakseimbangan tersebut akan menghasilkan getaran yang kemudian diteruskan ke sistem kemudi hingga terasa di tangan pengemudi.
Penyebabnya tidak selalu berasal dari setir itu sendiri. Dalam banyak kasus, sumber masalah justru berasal dari roda, ban, sistem pengereman, suspensi, maupun komponen kaki-kaki mobil. Karena itulah pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh agar akar permasalahan dapat ditemukan dengan tepat.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat setir mobil bergetar saat digunakan:
1. Ban Mengalami Ketidakseimbangan (Wheel Balancing Bermasalah)
Penyebab paling umum adalah ban yang sudah tidak seimbang. Ketika distribusi bobot pada roda tidak merata, roda akan berputar tidak stabil sehingga menghasilkan getaran yang terasa pada setir.
Biasanya gejala ini mulai muncul ketika mobil melaju pada kecepatan sekitar 60–100 km/jam. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, getaran biasanya akan semakin terasa.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan balancing berubah antara lain:
- Ban sering menghantam lubang.
- Pelek mengalami benturan.
- Pemberat balancing terlepas.
- Ban mulai aus secara tidak merata.
Melakukan balancing secara berkala dapat membantu menjaga kenyamanan sekaligus memperpanjang usia ban.
2. Spooring Sudah Tidak Presisi
Selain balancing, spooring yang berubah juga dapat menyebabkan setir bergetar. Spooring merupakan proses penyelarasan sudut roda agar sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Jika sudut roda berubah akibat benturan atau penggunaan dalam waktu lama, kendaraan dapat mengalami beberapa gejala seperti:
- Setir terasa bergetar.
Baca Juga : Yang Harus Anda Ketahui Tentang Proses Service Kaki-kaki Mobil
- Mobil cenderung menarik ke salah satu sisi.
- Ban cepat habis sebelah.
- Posisi setir tidak lagi lurus saat mobil melaju.
Pemeriksaan spooring secara berkala sangat dianjurkan, terutama setelah mobil menghantam lubang besar atau naik trotoar.
3. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai
Tekanan ban yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi stabilitas kendaraan. Akibatnya, putaran ban menjadi kurang optimal dan memunculkan getaran pada setir.
Selain membuat setir kurang nyaman dikendalikan, tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan:
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Ban cepat aus.
- Jarak pengereman bertambah.
- Risiko pecah ban lebih tinggi.
Pastikan tekanan angin ban selalu mengikuti rekomendasi pabrikan dan lakukan pengecekan setidaknya satu kali dalam sebulan atau sebelum perjalanan jauh.
4. Ban atau Pelek Mengalami Kerusakan
Getaran pada setir juga dapat berasal dari kondisi fisik ban maupun pelek yang sudah tidak sempurna.