Mengenal Front Wheel Alignment Pada Kendaraan dan 5 Sudutnya
01 Desember 2021
Admin
Bagikan
Wheel alignment bekerja untuk mengintegrasikan berbagai faktor dari sistem kemudi sampai dengan suspensi kendaraan. Fungsinya adalah agar kualitas stabilitas dari kendaraan terjadi lebih baik.
Selain itu juga berfungsi untuk membuat usia roda jauh lebih awet. Oleh karena itulah dibutuhkan perawatan berupa spooring secara rutin. Hal tersebut disebabkan perubahan kelurusan roda mobil bisa terjadi akibat penggunaan.
Misalnya saja ketika Anda lebih sering melewati jalan dengan kontur yang buruk. Akibatnya keseluruhan sudut yang terbentuk pada roda akan berubah. Ketika sumbu roda mobil berubah maka stabilitas kendaraan saat berjalan akan terpengaruh.
Anda sebagai pengemudi tentu akan merasa ketidaknyamanan saat berkendara. Apabila tidak ada perbaikan, ditakutkan dapat mempengaruhi komponen kaki kaki mobil lainnya.
Mengenal Lima Sudut Front Wheel Alignment

Terdapat lima sudut yang akan menentukan kelurusan roda. Lima sudut inilah yang akan diatur ulang pada saat proses spooring. Masing-masing sudut memiliki peranan yang penting dan harus dicek satu per satu.
Berikut ini penjelasan mengenai kelima sudut front wheel alignment.
- Camber
Camber adalah tingkat kemiringan roda pada bagian atas apabila dilihat dari sudut vertikal. Tujuan dari sudut ini adalah supaya memberikan keseimbangan gaya pada roda depan yang kecenderungannya ke arah dalam.
Ada dua jenis sudut camber yang biasanya digunakan yaitu camber positif dan negatif. Pada sudut camber positif maka pada bagian atas memiliki kemiringan ke arah luar, sedangkan camber negatif justru ke arah dalam.
Masing-masing sudut camber ini memiliki fungsi berbeda sehingga disesuaikan penyetelakannya dengan jenis kendaraan. Camber positif memiliki fungsi utama untuk membuat camber menjadi nol ketika terdapat beban pada kendaraan.
Efeknya adalah beban pada steering jadi berkurang. Selain itu camber positif juga mencegah camber menjadi negatif sehingga tidak terjadi perubahan komponen suspensi.
Mobil-mobil keluaran lama biasanya menggunakan camber positif, sehingga terdapat penambahan daya tahan pada axle depan. Selain itu juga mengupayakan agar ban tidak mengalami keausan yang tidak rata akibat menyentuh jalan dengan sudut yang salah.
Camber negatif memiliki fungsi untuk mengupayakan agar kendaraan bisa stabil dan juga lurus. Selain itu dapat mengurangi kemiringan kendaraan saat berbelok dan jadi lebih sempurna.
Jenis mobil yang menggunakan camber negatif adalah mobil balap yang membutuhkan kestabilan tinggi pada saat berbelok tajam dengan kecepatan sangat tinggi.
- Caster
Sudut kedua adalah caster yang merupakan sudut dari garis simetri kingpin dan garis vertikal di bidang datar. Pada saat kemudi dibelokkan maka roda depan akan merespon gerakannya di sebuah tumpuan.
Nah, tumpuan inilah yang akan menjadi tolak ukurnya, sudut caster sendiri dapat dilihat dari samping kendaraan. Mirip dengan camber, sudut caster juga terdiri dari dua jenis.
Pertama adalah caster positif yang merupakan posisi ketika bagian atas roda yang mengarah ke belakang kendaraan. Caster positif ini membuat titik pusat permulaan dari singgung ban dengan jalan ada di belakang titik potong sumbu kingpin.
Efeknya ban akan berjalan lurus ke depan karena tahanan geser ban yang tertarik. Sedangkan caster negatif merupakan posisi ketika bagian atas roda yang mengarah ke depan kendaraan.
Ada juga caster nol yakni ketika garis simetri pada kingpin atau tumpuan sejajar bersama garis vertikal yang datar. Kelebihan dari caster sendiri adalah untuk roda kemudi yang akan kembali lurus ketika pengemudi membelokkan kendaraan.
Efek ini dikenal dengan istilah caster effect, yang mungkin terjadi akibat lead atau trail. Lead merupakan titik potong garis tengah pada steering axis dengan titik pusat singing ban.
Pada saat jarak lead atau trail semakin besar maka caster effect yang dihasilkan juga meningkat.