Tips & Trik

Fungsi dan Cara Membaca Tachometer Mobil

PUBLISHED DATE : 25 Agustus 2020

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/110488423_s.jpg

Saat ini, kendaraan tak hanya memiliki perangkat wajib berupa speedometer, melainkan juga dilengkapi tachometer. Kedua perlengkapan tersebut menjadi alat utama dalam industri kendaraan. Nah, bagi Anda pemilik mobil, tentu sudah tidak asing lagi dengan tachometer mobil ini.

Tachometer merupakan sebuah alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur titik aman atau berbahaya dan menunjukkan kecepatan rotasi pada suatu kendaraan. Untuk lebih memahami fungsi tachometer dan dapat menggunakannya dengan baik, Anda bisa menyimak penjelasan berikut.

Fungsi Tachometer pada Mobil

Pada dasarnya tachometer tidak hanya digunakan pada kendaraan mobil saja, tetapi juga pada pesawat maupun tenaga medis. Namun, pada kesempatan ini Anda akan dikenalkan tentang fungsi tachometer pada mobil.

Baca Juga : Ayo Mengenal Bedanya Mobil SUV dengan Mobil MPV

Indikator yang memiliki satuan rotasi per menit (rpm) ini sangat berguna untuk pengendara. Dapat dikatakan, tachometer adalah instrumen yang menuntun pengoperasian kendaraan. Dengan berpedoman pada tachometer, kendaraan akan berjalan menurut putaran statis. Hal ini dapat menghemat bahan bakar.

Pada mobil, alat ini berfungsi khusus memantau rpm mobil. Dengan melihat angka yang tertulis dalam tachometer, Anda bisa memantau rpm agar tidak melebihi ketentuan pabrik. Sebab, jika angka rpm terlalu tinggi, hal ini dapat mengurangi usia pemakaian mesin menjadi sangat pendek.

93547078_s

Baca Juga : Kenapa Setir Mobil Harus Lurus Saat Parkir?

Jenis Jenis Tachometer Mobil

Jika zaman dahulu dimana tachometer hanya dapat diakses secara manual, kini tersedia tachometer berbasis digital. Tachometer mobil tersebut sendiri tersedia dalam beberapa jenis. Berikut penjelasannya

  • Optic

    Tachometer optic atau biasa disebut non contact digunakan untuk mengukur kecepatan rpm. Alat ini berbentuk batang yang memuat jalur atau garis. Photo Sensornya menghadap ke arah batang tersebut.

    Baca Juga : Hati-hati, Ini Kebiasaan Buruk yang Bikin Mobil Matik Cepat Rusak

    Cara kerja alat ini yakni, setiap batang berputar, kemudian photosensor akan menentukan jumlah garis yang dilewati. Output yang dihasilkan berbentuk pulsa. Pada periode ini, kecepatan reguler akan diukur dengan rangkaian counter. Sistem kerjanya telah tercantum pada batang optic.

    Adanya photosensor yang bisa mendeteksi garis menjadi kelebihan yang dimiliki gerigi optic. Akan tetapi, alat ini tidak bisa mendeteksi jarak sehingga diperlukan pemasangan 2 photosensor.

  • Rotor Bergigi

    Jenis tachometer ini terdiri dari satu sensor tetap dan satu paket pemutar gerigi, roda, dan bahan besi. Untuk melakukan fungsinya, rotor gerigi menggunakan dua sensor, yakni Variable Reluctance Sensor dan Hall Effect Sensor.

    Sistem kerja alat ini ditandai dengan adanya perputaran rotor, kemudian terjadi pengukuran bagian rotor yang bergerigi. Setiap gerigi yang dilewati ini akan terdeteksi oleh sensor magnet. Medan magnet akan bertambah, menginduksi tegangan lilitan kawat, hingga dihasilkan energi.

    Energi ini akan diubah menjadi gelombang kotak yang memiliki rangkaian ambang detektor. Gelombang kotak jernih akan terus dihasilkan setiap waktu saat gerigi melewatinya.

  • DC

    Tachometer DC merupakan generator yang berfungsi untuk memproduksi tegangan DC sesuai kecepatan batang. Alat ini terdiri dari magnet tetap dan bagian yang berbahan koil. Di dalam sistem kerja tachometer ini juga terjadi konversi secara langsung.Konversi langsung tersebut terjadi antara kecepatan dan tegangan. Oleh karena itu, tachometer ini sering digunakan dalam instrumen kelautan.

    Tachometer DC memiliki keunggulan dalam menjaga agar inersia tidak turun. Namun, jika hal itu terjadi, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sikat. Perlu diperhatikan juga bahwa penggunaan sikat seperti itu dapat menjadikan inersia cepat aus.

Cara Kerja dan Cara Membaca Tachometer

Setelah mengetahui jenis-jenis tachometer mobil, kini Anda perlu memahami cara kerja alat tersebut. Pertama, saat melihat tachometer, Anda akan melihat angka 0 sampai dengan 6 pada lengkungan alat tersebut. Angka itulah yang ditunjuk oleh tachometer dalam mengukur rpm mobil Anda.

Jarak yang ditunjuk tachometer tersebut kemudian dikalikan dengan 1000, seperti petunjuk yang ada di tengah alat ini. Hasil konversi perkalian inilah yang menunjukkan nilai rpm mobil Anda. Angka rpm ini menampilkan kecepatan perputaran mesin mobil.

Indikator tachometer dapat digunakan untuk mengetahui sehat atau tidaknya mesin mobil. Anda dapat memeriksa nilai tachometer saat pertama membeli mobil. Kemudian pada waktu tertentu, Anda diharapkan mengecek kembali. Jika rpm naik, tandanya ada yang salah dengan mesin kendaraan Anda.

Nah, perlu diperhatikan juga saat kondisi mobil menyalakan AC, angka yang ditunjuk rpm tidak boleh berubah. Tidak adanya perubahan nilai rpm tersebut menunjukkan mesin kendaraan Anda dalam kondisi sehat.

Cara Kerja dan Cara Membaca Speedometer

Hampir semua orang yang memakai kendaraan sudah mengetahui fungsi dari speedometer. Speedometer digunakan untuk mengukur laju kecepatan kendaraan. Dengan melihat alat yang satu ini, Anda dapat memantau kecepatan kendaraan yang sedang dikendarai.

Namun, Anda perlu memperhatikan kecepatan selama berada di jalan tol. Biasanya, saat melewati jalan tol, di lingkungan tersebut terdapat batasan kecepatan berkendara. Nah, agar tetap aman, upayakan selalu spidometer Anda menunjukkan angka 60—100 kpj.

Informasi yang ditampilkan dalam speedometer umumnya terdiri dari angka 0 sampai dengan 220 km/h. Angka tersebut berjajar melengkung 2/3 lingkaran. Cara membacanya cukup mudah. Jika jarum speedometer menunjukkan angka 40, berarti kecepatan mobil sebesar 40 kilometer per jam (km/h).

Angka 40 tersebut merupakan kecepatan konstan. Artinya, selama satu jam, mobil mampu menempuh jarak 40 kilometer. Namun, angka ini dapat berubah seiring dengan bertambah atau berkurangnya kelajuan mobil. Nah, sedangkan pada jenis digital biasanya kecepatan kendaraan ditunjukkan oleh angka utama.

Cara Kerja dan Cara Membaca Odometer

Sering dikaitkan dengan spidometer, sebenarnya fungsi odometer berbeda dengan spidometer. Odometer berguna untuk menunjukkan akumulasi kilometer mobil selama berkendara. Secara sederhana, odometer mengukur jarak, sedangkan speedometer mengukur kecepatan berkendara.

Odometer penting diperhatikan karena berpengaruh terhadap performa mesin. Bahkan, pada mesin mobil yang masih baru, pemeriksaan odometer harus dilakukan secara berkala. Pengendara tidak boleh terlambat untuk service odometer ini.

Untuk membaca odometer Anda perlu mengetahui jenis odometer yang tersedia dalam mobil Anda. Zaman sekarang kita kenal jenis odometer analog dan digital. Sistem digital lebih mudah dibaca. Sebab, odometer digital langsung menunjukkan angka tepat berapa jarak yang telah ditempuh kendaraan tersebut

Namun, bagi Anda yang masih menggunakan odometer analog, Anda cukup melihat angka yang ditunjuk jarum odometer. Informasi ini memberikan jarak yang tepat total kilometer yang telah Anda lalui.

Cara Perawatan Sederhana Tachometer Mobil

Saat memiliki kendaraan sudah seharusnya Anda mampu merawatnya secara berkala. Cara perawatan sederhana tachometer bisa Anda lakukan di rumah tanpa mengeluarkan banyak uang. Beberapa hal yang perlu Anda perhatian untuk menjaga fungsi tachometer adalah sebagai berikut.

  • Tidak meletakkan tachometer di dekat medan magnet yang kuat.
  • Untuk mengukur besaran listrik yang belum diketahui, cobalah dengan menetapkan jangkauan terbesar.
  • Tidak meletakkan tachometer di tempat terbuka saat matahari terik.
  • Tidak meletakkan tachometer di tempat yang dapat menimbulkan getaran

Tidak mencuci tachometer menggunakan cairan pelarut.

Berita Lainnya