Tips & Trik

Cara Menghemat Bensin Motor Saat Keadaan Darurat

PUBLISHED DATE : 09 Desember 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Naik_Motor_Seperti_ini_Dijamin_Makin_Hemat_Bensin.jpg

Pengecekan kualitas busi sebaiknya dilakukan setiap 4.000 km. Teknisi harus membersihkan dan menggantinya langsung apabila rusak. 

  • Tekanan Udara Ban harus Pas 

Cara menghemat bensin motor selanjutnya adalah memperhatikan tekanan udara pada ban. Ban yang kurang tekanan udara akan membuat kinerja mesin jadi semakin berat. 

Kondisi tekanan angin ban ini dapat berubah tergantung dengan pemakaian dan suhu udara. Motor yang sering dikendarai dapat menurunkan tekanan udara. Belum lagi akibat gesekan ban dengan aspal dan beban kendaraan. 

Ukuran standar tekanan ban depan adalah 29 psi dan ban belakang 33 psi. Kondisi ban sebaiknya dicek setiap satu minggu atau dua minggu sekali. Sehingga tekanan udara selalu dalam kondisi standar yang juga berpengaruh pada tingkat keawetannya. 

  • Perhatikan Kapasitas Beban Motor 

Setiap kendaraan memiliki kapasitas beban yang berbeda-beda. Kapasitas ini akan dipengaruhi oleh bodi dan cc motor. Tidak baik memberikan beban yang lebih dari kapasitas karena akan menuntut mesin bekerja keras. 

Apalagi jika Anda sering melewati area jalanan tanjakan sehari-hari maka mesin pembakaran bahan bakar lebih banyak. Motor sudah pasti lebih boros dibandingkan sebelum mengangkut beban berlebih. 

Sebelum membeli motor sebaiknya kenali berapa beban yang harus ditanggungnya sehari-hari. Tujuannya agar Anda membeli motor dengan kapasitas beban yang tepat. Jika tidak, Anda perlu mengurangi beban yang harus diangkutnya. 

  • Kenali Ukuran Diameter Pelek 

Apakah Anda salah satunya yang sering melakukan modifikasi pada motor khususnya ban? Ukuran ban memiliki standar berbeda-beda dari pabrikan yang telah diatur menyesuaikan kemampuannya. 

Secara umum, ukuran standar pelek roda diameternya adalah 14 inci. Ketika ukuran pelek ini diubah menjadi besar dengan tujuan agar sepeda motor jadi lebih nyaman dan berlari kencang, justru bisa membuat boros bbm. 

Lebih aman untuk tidak melakukan modifikasi supaya irit bbm. Kecuali Anda sudah paham dengan resiko modifikasi akan membuat motor jadi boros. 

  • Pastikan Menggunakan Oli Berkualitas

Peranan pelumas pada kendaraan sangat penting demi menjaga kinerja mesin. Performa motor akan menurun ketika Anda menggunakan oli berkualitas buruk apalagi oli bekas. 

Tanpa oli yang berkualitas kinerja tarikan motor jauh lebih berat yang sudah pasti membuat bahan bakar semakin boros. Padahal Anda hanya perlu mengganti oli setiap 2.000 km hingga 3.000 km. 

Selalu menggunakan oli berkualitas juga jadi cara menghemat bensin motor. Pastikan Anda menggunakan jenis oli sesuai anjuran dari bengkel resmi motor. 

  • Selalu Gunakan BBM Oktan Tinggi 

Selain oli, bahan bakar yang digunakan juga berpengaruh sangat besar. Bahan bakar yang bagus memiliki oktan tinggi minimal adalah 92. Sedangkan bahan bakar oktan tinggi dijual dengan lebih mahal. 

Banyak yang mengira bahwa bbm oktan tinggi mahal kemudian beralih ke oktan rendah yang lebih murah. Padahal bbm oktan tinggi ini justru jauh lebih irit ketika digunakan daripada oktan rendah. 

Tinggal apakah Anda ingin memilih bbm oktan rendah tapi boros atau oktan tinggi yang sedikit lebih mahal tapi irit. Selain dapat menghemat kantong, bbm oktan tinggi juga bagus untuk mesin karena sisa pembakarannya minim. 

  • Mengetahui Spesifikasi Kendaraan

Para produsen motor menciptakan produknya dengan spesifikasi berbeda. Anda sebagai pengguna yang ingin mendapatkan motor irit bbm harus tahu spesifikasi ini. Ada beberapa kendaraan yang memang dirancang untuk irit. 

Anda cukup mengenali berapa konsumsi bahan bakar per liter untuk menjangkau jarak dan kecepatan tertentu. Mengetahui hal ini memudahkan untuk mengubah cara berkendara sesuai dengan anjuran tersebut. 

Biasanya kemampuan ini juga berdasarkan rancangan mesin. Contohnya saja Suzuki yang menerapkan prinsip Light Efficient and Powerful (LEaP). Prinsip ini menciptakan aliran udara dan gas bbm agar lebih efisien. 

Begitu juga dengan desain motor yang lebih ringan sehingga berkuranglah hambatan mekanis atau gesekan antar komponen. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya