Sistem Transmisi: Jenis, Komponen dan Cara Kerjanya

12 Februari 2026

account iconAdmin

Transmisi

Bagikan

Komponen satu ini terdiri dari beberapa gear yang menjadi satu. Jumlahnya sendiri disesuaikan dengan tingkat kecepatan. 

Sementara itu untuk fungsi utamanya adalah memindahkan putaran dari input shaft atau main drive gear ke main gear. Kemudian menciptakan gear ratio. 

3. Input Shaft 

Komponen input shaft menjadi satu dengan main drive. Fungsinya sebagai pemindah putaran dari clutch ke counter gear.

4. Reverse Idler Fear Shaft 

Fungsi dari komponen sistem transmisi satu ini adalah penghubung antara main reverse gear dengan counter gear. Tujuannya agar putaran main reverse gear bisa berlawanan dari input shaft. 

5. Main Shaft 

Bersamaan dengan input shaft, main shaft bisa berputar bebas. Alasannya karena dihubungkan dengan bearing. Fungsi dari main shaft sendiri sebagai output transmisi serta pemasangan main gear dan hub set. 

6. Interlock System 

Komponen utama  sistem transmisi yang terakhir adalah interlock system yang berfungsi sebagai pengunci transmisi. Tujuannya agar hanya terdapat satu gear yang masuk dan sesuai dengan tingkat kecepatan. 

Cara Kerja Sistem Transmisi

Memang ada beberapa jenis sistem transmisi dengan cara kerjanya yang berbeda-beda. Namun secara umum cara kerja sistem transmisi juga sama dan cukup sederhana. Sistem transmisi bekerja dengan berdasarkan rasio dari roda gigi. 

Baca Juga : Efek Mengisi Oli Mesin Terlalu Banyak, Baik Atau Buruk?

Ketika mobil menanjak, maka memerlukan torsi yang lebih besar agar bisa menahan beban mobil. 

Dengan demikian mobil melakukan reduksi kecepatan putaran lewat transmisi tanpa mengubah daya yang digunakan. Kemudian jika mobil butuh torsi rendah, maka kecepatan putaran akan meningkat. 

Perawatan Sistem Transmisi Mobil 

Memastikan kondisi sistem transmisi tetap bagus sangat penting. Oleh karena itu pastikan Anda melakukan perawatan seperti berikut ini:

  1. Penggantian oli transmisi secara teratur dan sesuai jadwal yakni setiap 30.000 kilometer hingga 50.000 kilometer 
  2. Menggunakan oli transmisi yang berkualitas 
  3. Pengaturan kopling dengan tepat sesuai dengan standar pabrikan 
  4. Memastikan penggunaan suku cadang yang asli agar mesin dan struktur transmisi bekerja secara maksimal 
  5. Melakukan perpindahan gigi dengan tepat. Biasanya ditandai dengan suara ‘klek’ halus 
  6. Segera melakukan perbaikan jika terjadi masalah 

Ciri-Ciri Sistem Transmisi Mengalami Kerusakan 

Ada tiga tanda utama yang menunjukkan bahwa sistem transmisi harus segera diperbaiki, yakni:

  1. Respon yang lambat saat perpindahan 
  2. Terjadi kebocoran pada cairan transmisi 
  3. Timbul bau seperti terbakar 
  4. Muncul bunyi seperti mendengung dari sistem transmisi 
  5. Mobil bergetar 
  6. Kesulitan berpindah gear 
  7. Muncul bunyi yang berisik ketika posisi netral
  8. Terjadi slip pada gear 

Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut maka segera bawa ke bengkel karena jika dibiarkan akan menyebabkan susah melakukan perpindahan gigi dan risiko slip ketika berkendara. 

Lakukan pemeriksaan mobil Anda termasuk pada sistem transmisi secara rutin di bengkel resmi Suzuki. Kunjungi suzuki.co.id untuk informasi lebih lanjut.

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon