Sistem Transmisi: Jenis, Komponen dan Cara Kerjanya
12 Februari 2026
Admin
Bagikan
Secara garis besar ada dua jenis sistem transmisi yaitu manual dan matic. Untuk sistem transmisi mobil manual ada tiga jenis, yaitu sliding mesh, constant mesh, dan synchromesh. Berikut penjelasan lebih detailnya:
1. Sistem Transmisi Manual Jenis Sliding Mesh
Cara kerja dari sistem transmisi sliding mesh adalah menggerakan roda gigi agar bisa mengatur percepatan output.
Namun kini sliding mesh tidak digunakan lagi karena alasan tertentu. Alasan tersebut adalah karena saat ada putaran tinggi, dua roda gigi yang dikaitkan menghasilkan putaran yang berbeda.
Kondisi tersebut menyebabkan perpindahan gigi tidak mulus dan mengganggu pengemudi mobil.
2. Sistem Transmisi Manual Jenis Constant Mesh
Jenis sistem transmisi manual yang kedua adalah constant mesh. Untuk bekerja constant mesh membutuhkan kopling untuk melakukan perpindahan dari poros input ke output.
Proses tersebut membutuhkan keterkaitan roda gigi yang menetap. Cara kerjanya memang lebih rumit dari jenis sebelumnya. Alasannya karena ketika mesin mobil hidup, poros input kemudian memutar counter gera.
Baca Juga : Fungsi Expansion Valve : Komponen dan Cara Kerjanya
Akhirnya output gear yang terhubung bisa mengambang dan saat berputar, poros output justru tidak berputar.
3. Sistem Transmisi Manual Jenis Synchromesh
Penggunaan jenis synchromesh ini amat umum karena sebagian besar mobil menggunakannya. Alasannya karena perpindahan gigi yang terjadi lebih mulus.
Cara kerjanya mirip dengan constant mesh. Perbedaannya terletak di komponen. Di dalam clutch hub terdapat komponen ring sycnronisher.
Fungsinya untuk menyamakan putaran hub sleep dengan output gear saat keduanya belum saling terkait. Hasil yang didapatkan adalah perpindahan mobil akan lebih halus.
4. Sistem Transmisi Otomatis CVT
Transmisi Continous Variable Transmission (CVT) ini memanfaatkan pulley dan fokus pada konsumsi bahan bakar.