Tips & Trik

Sistem Suspensi Mobil: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

PUBLISHED DATE : 23 Desember 2020

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/suzuki1.jpg

Suspensi rigid memiliki kelebihan pada tingkat ketahanannya. Tipe ini merupakan suspensi paling kuat yang mampu menerima beban besar. Hal ini disebabkan rigid block tempat menautkan roda kanan dan kiri juga berfungsi sebagai penyangga body kendaraan.

Suspensi rigid juga memiliki beberapa komponen, seperti pegas daun, shock absorber, rigid block dan stabilizer bar. Untuk komponen yang pertama, pegas ini bentuknya memanjang dan disusun secara bertingkat supaya kekuatan pegas menjadi meningkat.

Selanjutnya, ada shock absorber letaknya diantara rigid block dan body mobil. Sedangkan untuk rigid block atau rigid axle adalah balok yang berbentuk melintang dari roda kiri ke kanan atau bisa juga disebut ice block dan pada roda depan, bagian ini menggunakan rigid axle.

  • Suspensi Multi-Link

Suspensi jenis ini memiliki cukup banyak penghubung. Penghubung atau link ini bekerja seperti lengan suspensi, namun berjumlah tiga bahkan lebih. Link-link yang ada didesain sedemikian rupa sehingga dapat menunjang pergerakan roda ketika meredam getaran.

  • Suspensi Torsion Beam

Suspensi torsion beam disebut juga sebagai suspensi semi-independent. Suspensi ini memiliki desain dasar seperti suspensi rigid yang diinovasikan sedemikian rupa agar menghasilkan efek suspensi yang lebih baik.

Bentuk dasar suspensi rigid yang memanjang diinovasikan menyerupai huruf H. Bentuk ini membuat ayunan roda kiri dan kanan agak terbebas. Hal ini akan semakin membuat mobil nyaman dikendarai.

Cara Kerja Sistem Suspensi pada Mobil

Cara kerja sistem ini yaitu sebagai komponen penghubung roda dan body kendaraan. Komponen ini memiliki kekuatan elastis yang membuat body mobil tidak terpengaruh pada gerakan yang dihasilkan tiba-tiba oleh roda.

Sistem ini memiliki bagian utama berupa pegas yang terbuat dari baja elastis. Elastisitas yang dimiliki oleh pegas digunakan untuk meredam seluruh getaran yang dihasilkan roda karena permukaan jalan. Suspensi sendiri bekerja sebagai penghalang benturan roda dengan body mobil.

Komponen Suspensi

Sistem suspensi komponen utamanya adalah pegas yang berasal dari baja yang elastis dan kuat. Pegas inilah yang nantinya yang digunakan untuk menyerap getaran di atas permukaan jalan.

Meskipun demikian, komponen suspensi tidak hanya pegas. Ada beberapa komponen lain yang mendukungnya. Berikut diantaranya.

  • Lengan Suspensi

Bagian ini fungsinya sebagai penghubung antara roda dengan chasis mobil. Komponen ini terbuat dari engsel, yang nantinya bisa digerakkan secara vertikal. Gerakan vertikal ini akan membantu roda untuk bergerak ke bagian atas atau bawah, bergantung dengan jumlah beban  yang diterima roda.

  • Shock Absorber

Fungsi utama dari komponen ini adalah untuk meredam kejut suspensi mobil, sesuai dengan namanya. Suspensi menggunakan pegas sebagai komponen utamanya, namun pegas ini memiliki kelemahan yaitu memiliki daya balik saat ditekan.

Hal ini akan menyebabkan body mobil akan bergoyang atau oskilasi meskipun tidak ada getaran. Komponen inilah yang akan mencegah hal tersebut terjadi, dan bisa digunakan untuk mencegah adanya pergerakan tiba-tiba dari pegas.

Shock absorber bisa membuat efek suspensi menjadi lebih keras dan membuatnya tetap stabil karena mampu menyerap efek kejut dengan baik. Hal ini pula yang menyebabkan tidak adanya guncangan pada mobil.

  • Stabilizer

Fungsi dari komponen ini adalah untuk membuat body mobil menjadi seimbang saat suspensi bekerja. Secara sederhana mobil akan condong ke arah luar ketika berbelok, hal ini dikarenakan gaya sentrifugal. Gaya tersebut bisa menyebabkan mobil terguling.

Stabilizer berfungsi untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut. Komponen ini juga membuat mobil dalam kondisi yang aman dan terkendali.

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya