Tips & Trik

Awas, Ini Gejala Sensor ECT Rusak & Cara Mencegahnya

PUBLISHED DATE : 23 Januari 2022

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/164334514_s.jpg

Performa mesin kendaraan sangat ditentukan oleh kerja komponen mesin secara keseluruhan.

Sensor ECT adalah salah satu komponen yang memberikan andil besar pada performa kendaraan, sehingga menjaga kondisi komponen tersebut agar tetap stabil merupakan hal yang sangat penting.

Pada dasarnya, kondisi masing-masing komponen kendaraan akan menentukan keawetan dari kendaraan itu sendiri.

Baca Juga : Mudah, Ini Tips Mengatasi Piringan Cakram Motor Yang Macet

Kondisi prima dari setiap bagian kendaraan, akan membuat kendaraan bisa bertahan dalam waktu lama, hingga bertahun-tahun.

Apa Yang Dimaksud Dengan Sensor ECT

Sensor ECT adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengetahui suhu atau temperatur cairan pendingin mesin.

Baca Juga : Mengenal Jenis Wiper Mobil Dan Cara Merawatnya

Dengan kata lain, alat ini merupakan alat untuk mengetahui berapa suhu cairan pendingin mesin, yang tentunya akan berpengaruh pada kinerja komponen yang lainnya.

Sebagai alat pengukur suhu pada cairan pendingin mesin, alat ini biasanya dipasang atau diletakkan pada saluran air pendinginan mesin.

Dengan demikian, alat ini akan membaca setiap perubahan suhu yang terjadi pada cairan pendingin mesin kendaraan. 

Baca Juga : Sistem Suspensi Mobil: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Hasil dari proses tersebut bisa Anda ketahui dari tanda atau sinyal yang ada di lampu indikator di speedometer. Sinyal ini akan menyala apabila suhu air pendingin sudah melebihi dari batas suhu normal.

Sinyal adanya perubahan suhu pada cairan pendingin tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kipas radiator pada saat mesin dalam keadaan panas. Kipas radiator tersebut memiliki peran untuk menjaga agar suhu pada mesin tetap stabil dan tidak melebihi batas normal.

Cara Kerja Sensor ECT

Sebagai alat pengukur perubahan suhu pada cairan pendingin mesin, alat ini memiliki cara kerja yang cukup sederhana.

Cara kerja alat ini menggunakan prinsip termistor, dimana nilai hambatan atau resistensi akan berubah sesuai dengan perubahan suhu atau temperatur pada mesin.

Pada saat terjadi perubahan suhu, maka temperatur akan bersinggungan dengan salah satu bagian resistor. Singgungan ini akan mengakibatkan adanya perubahan resistansi, yang akhirnya akan merubah potensial menjadi data dari sensor.

Data yang diperoleh dari perubahan resistensi ini akan digunakan untuk memberikan informasi serta memberikan perintah kepada indikator untuk menyesuaikan kerja komponen lainnya. Salah satu perintahnya adalah menyalakan kipas radiator.

Cara kerja yang dilakukan oleh alat ini sesuai dengan fungsi ECT sensor itu sendiri, yaitu untuk memberikan sinyal ketika terjadi perubahan suhu pada cairan pendingin mesin. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya