Tips & Trik

Pentingnya Pengecekan Suhu Tubuh Untuk Konsumen Suzuki

Saat ini Indonesia tengah menghadapi pandemi global yang sangat meresahkan masyarakat yakni virus corona. Deteksi dini dari virus ini sering dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh seseorang. Virus ini berbahaya bagi sistem pernafasan manusia hingga dapat menyebabkan kematian.

Penyebaran virus disini juga sangat cepat dan dapat menginfeksi siapa saja tanpa berbatas usia. Karena itulah deteksi dini sangat penting dimana salah satunya dengan mengecek suhu tubuh. Sejumlah fasilitas umum pun kini telah menerapkan hal demikian, termasuk dealer Suzuki.

Pentingnya Pengecekan Suhu Tubuh

Pengecekan ini sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus corona pada orang lain. Apabila datang ke suatu tempat, akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu termasuk di area dealer Suzuki. Pengecekan suhu tubuh untuk konsumen Suzuki dilakukan oleh petugas security.

Penyebaran virus ini dilakukan melalui penularan orang yang sudah terinfeksi. Saat orang yang terinfeksi mengalami bersin atau batuk dan dihirup orang lain, maka orang itu bisa tertular. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi juga dapat terjadi penularan.

Oleh sebab itu, pengecekan terhadap konsumen menjadi sangat penting untuk mengatasi penularan virus pada area dealer Suzuki. Setiap fasilitas umum pasti melakukan hal tersebut sebab virus ini tidak dapat dilihat oleh panca indera. Sehingga, diterapkannya langkah ini untuk mengantisipasi.

Selain itu, sterilisasi tempat kerja juga penting karena penularan virus juga bisa disebabkan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Menjaga kebersihan tempat kerja menjadi hal utama yang harus diterapkan. Salah satunya bisa dilakukan dengan menyediakan tempat cuci tangan.

Mengenal Suhu Tubuh Normal

termometer tubuh

Suhu tubuh dapat mengidentifikasi apakah orang tersebut sehat atau tidak. Seseorang bisa mengetahui kondisi orang lain dengan mengecek suhu tubuhnya. Namun, antara seseorang dengan orang lain bermacam-macam tergantung faktor usia, tingkat aktivitas dan jenis kelaminnya.

Berdasarkan usia suhu tubuh, bayi mempunyai rentang suhu tubuh yang lebih tinggi dari orang dewasa. Hal ini terjadi karena area permukaan tubuh bayi lebih luas daripada orang dewasa. Sedangkan anak-anak usia 3-10 tahun mempunyai suhu tubuh normal sekitar 35,50 C hingga 37,5 0C.

Orang dewasa mempunyai suhu tubuh normal sekitar 36,5 derajat sampai 37,5 derajat celcius. Hal ini hampir sama dengan suhu tubuh normal anak-anak. Suhu tubuh yang menunjukkan 38 derajat celcius bisa dikategorikan demam dan jika mencapai 39,5 derajat masuk kategori demam tinggi.

Bagi tamu dengan suhu diatas 37,3 derajat celcius tidak diperkenankan memasuki area dealer suzuki dan dengan hormat diminta untuk memeriksakan ke dokter. Hal tersebut mohon agar dijadikan maklum untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di area kerja Suzuki terhadap tamu lainnya.

Jenis-Jenis Termometer yang Dapat Digunakan

Pengecekan suhu tubuh untuk konsumen memang sangat penting dilakukan mengingat seberapa berbahayanya virus ini. Termometer yang dapat digunakan pun variatif. Diantaranya sebagai berikut.

  1. Termometer Dahi

    Termometer ini menentukan suhu tubuh seseorang dengan menggunakan suhu kulitnya. Penggunaanya cukup ditempelkan pada dahi dan bentuk termometer ini tipis.

  2. Termometer tembak

    Perangkat populer untuk mendeteksi orang yang demam saat pandemi virus ini adalah termometer inframerah atau termometer tembak. Saat mengukur suhu tubuh, alat ini dapat bekerja dengan cepat tanpa menyentuh kulit manusia. Petugas banyak menggunakan alat ini untuk mengukur suhu tubuh.

  3. Termometer Dot

    Bentuknya seperti dot bayi dan penggunaanya dengan meletakkan pada mulut bayi untuk mengukur suhu tubuhnya. Termometer ini membutuhkan waktu lama sehingga kurang efektif apabila digunakan. Pada umumnya, alat ini lebih banyak digunakan untuk bayi karena bentuknya yang seperti dot bayi.

  4. Termometer Elektronik

    Plastik adalah bahan dari termometer ini dan bentuk ujungnya menyerupai pensil. Meskipun terbuat dari plastik, alat ini juga mampu mengecek suhu tubuh dengan baik. Barang ini bisa diaplikasikan pada mulut, anus maupun ketiak  seseorang untuk mengecek suhu tubuhnya.

  5. Termometer Telinga

    Suhu tubuh seseorang bisa dilihat dari layer digital selama hitungan detik. Bentuk termometer ini seperti kerucut dan digunakan pada telinga orang yang akan diperiksa suhu tubuhnya. Meskipun begitu, penggunaaan alat ini dapat menimbulkan risiko kontaminasi silang terhadap penggunanya.

  6. Termometer Sekali Pakai

    Termometer ini kurang akurat daripada termometer elektronik maupun telinga dan bisa digunakan terus menerus selama 48 jam pada kulit bayi. Ini bisa dipakai pada rektum maupun mulut bayi.

  7. Termometer Arteri Temple

    Penggunaannya dengan diletakkan pada bagian dahi seperti termometer dahi. Alat ini juga mampu untuk mendeteksi suhu tubuh seseorang. Apabila suhu tubuh Anda di atas 38 derajat celcius, maka masuk kategori demam, sehingga harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter terdekat.

Tingkat Keakuratan Termometer

Seperti yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa jenis termometer yang bisa digunakan untuk mengukur suhu. Termometer tembak atau infra merah merupakan jenis yang paling popular diantaranya. Alat ini yang biasa digunakan oleh petugas untuk memeriksa tanpa kontak langsung.

Meskipun mempunyai tingkat kecepatan dalam mengukur  suhu tubuh seseorang, menurut beberapa ahli alat ini masih kurang bisa diandalkan. Hal ini disebabkan karena hasil yang diperoleh terkadang kurang akurat. Sebab, beberapa orang yang telah terinfeksi namun tidak mengalami gejala demam.

Selain itu, kulit yang berkeringat dan kehilangan panas juga dapat mempengaruhi pembacaan suhu pada alat tersebut. Termometer telinga elektronik dianggap lebih akurat, namun untuk mengetahui hasilnya memerlukan waktu yang lama dan menimbulkan risiko kontaminasi silang.

Meski begitu, pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer juga terus dilakukan. Hal ini merupakan langkah kecil dalam mengatasi penyebaran virus yang berbahaya ini.

Penyebab Termometer tidak Akurat

Alat pengukur suhu tubuh dalam beberapa kondisi tertentu tidak dapat mengukur dengan hasil yang akurat. Beberapa penyebabnya antara lain, tidak menggunakan termometer pada suhu tubuh yang tepat, sehingga hasilnya tidak akurat.

Kemudian, baterai termometer lemah atau mati. Terlalu cepat mengangkat termometer juga dapat mengganggu sistem kerjanya dan menyebabkan alat tersebut tidak bekerja dengan baik. Lalu, tidak mengikuti petunjuk penggunaan yang benar juga dapat mempengaruhi hasil kerjanya.

Mulut yang terbuka saat sedang diukur juga dapat menyebabkan hasil yang tidak sesuai. Pengambilan suhu tubuh satu jam setelah mandi air hangat atau berolahraga pun menyebabkan hasilnya tidak akurat. Maka, sebaiknya saat akan dicek hindari mandi air hangat dan berolahraga.

Ketidakakuratan alat juga terjadi saat pengecekan suhu setelah 20 menit mengkonsumsi minuman panas atau dingin. Hal-hal itulah yang membuat alat pengukur suhu tubuh tidak akurat saat digunakan. Lebih baik lagi, jika Anda merasa sedang sakit sebaiknya dirumah saja.

Fakta Terkait Suhu Tubuh

Pada beberapa situasi, kondisi tertentu dapat mempengaruhi suhu tubuh seseorang. Beberapa fakta terkait suhu tubuh manusia diantaranya, suhu tubuh seseorang tidak selalu sama.

Selanjutnya, suhu naik ketika merokok dan berbohong. Asap rokok yang dihirup dapat menimbulkan kondisi hangat sehingga meningkatkan suhu tubuh. Begitu juga saat berbohong, sirkulasi darah akan lebih cepat dan meningkatkan suhu tubuh.

Berita Lainnya