Komponen pada CVT Motor yang Wajib Diketahui Pemilik Motor Matic

24 Juli 2026

account iconAdmin

Komponen Pada CVT Motor

Bagikan

Ada bagian tertentu yang hanya dimiliki sepeda motor bertransmisi otomatis. Nama bagian tersebut adalah CVT motor. Di dalamnya terdapat berbagai komponen yang bekerja secara berkesinambungan agar motor tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Pentingnya peran komponen-komponen tersebut membuat Anda perlu memahaminya. Hal ini akan mempermudah Anda untuk merawat dan memperbaikinya. Inilah ulasannya yang patut Anda ikuti.

Komponen CVT Motor

Motor bebek atau kopling harus dipindahkan giginya saat ingin menambah kecepatan. Namun, Anda tidak perlu melakukannya saat mengendarai sepeda motor bertransmisi otomatis karena ada CVT.

CVT merupakan sistem transmisi yang membuat pengendara bisa menambah kecepatan dengan halus tanpa perlu memindahkan gigi. Di dalamnya, ada berbagai komponen penting yang bekerja untuk mewujudkannya, yaitu:

1. V-Belt

Sesuai namanya, v-belt atau fan belt berbentuk sabuk yang terbuat dari karet khusus. Materialnya diperkuat oleh serat berkekuatan tinggi agar tidak mudah putus saat berputar selama kendaraan berjalan.

Fungsi dari komponen ini adalah menyalurkan tenaga dari putaran mesin di pulley depan menuju pulley belakang. Meskipun kuat, umur dan kondisi v-belt tetap harus diperhatikan agar tidak putus.

2. Pulley

Ada dua jenis pulley dalam sistem CVT motor. Jenis pertama adalah pulley depan yang menjadi tempat dudukan v-belt dan mengatur perubahan diameternya. Ada dua komponen kecil di dalamnya, yaitu kipas pulley dan rumah roller.

Jenis kedua adalah pulley belakang yang terhubung langsung dengan roda. Fungsinya adalah mengimbangi pergerakan pulley depan agar bisa memutar roda sesuai tarikan gas.

3. Rumah Roller dan Roller

Selaras dengan penjelasan sebelumnya, rumah roller merupakan bagian dari pulley depan. Di dalamnya, ada roller yang berfungsi untuk mendorong pulley depan agar menyempit saat gaya sentrifugal dari putaran mesin membuatnya terlempar.

Dengan proses ini, diameter v-belt akan lebih besar. Dampaknya, rasio gigi menjadi lebih tinggi seiring dengan bertambahnya kecepatan motor. 

4. Kampas Kopling Ganda dan Mangkok Kopling

CVT motor memiliki kampas ganda yang bisa meneruskan putaran dari pulley belakang ke roda dengan gaya sentrifugal lewat mangkok kopling. Dengan demikian, roda dapat berputar sesuai dengan putaran mesin dan tarikan gas.

Saat pulley berputar sangat cepat, kampas ganda akan berputar mengembang ke arah luar. Lalu, komponen ini akan mencengkeram mangkok kopling sehingga ikut berputar. Mangkok kopling pun akan memutar as roda yang tersambung dengannya.

5. Per CVT

Pada bagian pulley belakang, ada komponen per CVT. Fungsinya adalah mampu memberikan tekanan pada komponen tersebut agar selalu merapat alih-alih longgar begitu saja.

Tidak hanya itu, per tersebut juga mampu mengatur kecepatan v-belt untuk kembali ke posisi normal. Per juga menjadi penentu respon tarikan motor saat kecepatan ditambah.

6. Slide Piece

Slide piece terbuat dari plastik keras. Letaknya berada di antara penutupnya, yaitu plate ramp, dengan rumah roller. Gunanya adalah untuk meredam getaran selama sistem CVT berjalan.

Selain itu, slide piece juga bisa menjaga agar tutup rumah roller tidak langsung bergesekan dengan logamnya saat menutup atau membuka. Dengan demikian, masing-masing bagian tersebut tetap aman dan tidak mengalami keausan.

Gejala Kerusakan Sistem CVT Motor

Sistem CVT dan berbagai komponen di dalamnya perlu dirawat dengan baik secara berkala dan menggantinya sebelum rusak atau aus. Jika tidak, berbagai gejala akan muncul, seperti:

1. Getaran Hebat saat Hendak Berakselerasi

Saat Anda baru berhenti dan menarik gas untuk meningkatkan kecepatan, bagian CVT bisa saja mengalami getaran hebat atau gredek. Meski getaran ini bisa hilang pada kecepatan konstan, hal ini tetap mengganggu dan bisa menimbulkan masalah lain.

Gejala ini terjadi akibat kondisi kampas kopling ganda yang tipis atau sudah aus. Selain itu, penumpukan debu di dalam mangkok kopling juga bisa membuatnya terjadi karena kampas slip saat mencengkeramnya.

2. Muncul Rembesan Oli di Bawah Blok CVT

Jika Anda melihat bercak basah di bawah bagian motor, periksalah dari mana sumbernya berasal. Bercak tersebut sering disebabkan oleh rembesan oli dari bak CVT yang dapat memicu slip kopling.

Kebocoran ini terjadi akibat seal kruk as atau as roda belakang sudah robek atau mengeras. Akibatnya, oli mesin atau gardan masuk ke ruang CVT. Ruang CVT sendiri tidak dirancang untuk menampungnya sehingga oli akan merembes atau bocor.

3. Terdengar Suara Berisik dari Blok CVT

Suara berisik bisa muncul dari blok CVT, terutama saat Anda menarik tuas gas atau dalam posisi langsam. Suara tersebut dapat berupa berdecit, mendengung, atau klotok-klotok sesuai dengan masalahnya.

Jika Anda mendengar suara berdecit, v-belt bisa jadi kering atau terkena oli yang bocor. Lalu, suara mendengung dapat disebabkan oleh bearing pulley yang kering atau jebol. Di sisi lain, suara klotok-klotok dapat disebabkan oleh longgarnya piece slide.

4. Tarikan Motor Lemot

Saat mengendarai sepeda motor, kecepatannya bisa tidak bertambah meskipun tuas gas sudah ditarik dan mesin memiliki RPM tinggi. Di sisi lain, tarikan juga dapat terasa kurang bertenaga sehingga kecepatan terlambat naik.

Hal ini bisa terjadi karena bentuk roller yang sudah tidak bulat lagi atau peyang. Akibatnya, pulley tidak mampu terdorong secara maksimal. Kendur atau ausnya v-belt juga dapat menyebabkan gejala tersebut.

5. Kehilangan Tenaga di Tanjakan

Tenaga yang cukup dibutuhkan agar motor bisa naik di tanjakan. Namun terkadang, motor bisa saja tidak kuat menanjak sama sekali meski tuas gas sudah ditarik mentok dan biasanya sanggup untuk naik.

Baca Juga : Alat yang Tepat untuk Membuka Shockbreaker

Jika kondisi ini terjadi, per CVT perlu diperiksa. Bisa jadi kondisinya sudah lemah atau lembek sehingga tidak mampu membuat posisi pulley belakang kembali dengan cepat saat motor memerlukan torsi besar.

6. Akselerasi Putus-Putus atau Menyentak

Akselerasi mulus dibutuhkan saat ingin mengendarai sepeda motor. Namun terkadang, hal ini tidak terjadi sehingga terasa seperti menyentak atau putus-putus saat motor berada di kecepatan rendah.

Gejala tersebut dapat disebabkan oleh keretakan v-belt yang sangat parah. Selain itu, kerontokan sebagian geriginya juga dapat memicu gejala ini karena putaran RPM tidak bisa disalurkan dengan maksimal.

7. Suara Letupan Keras

Suara letupan atau cambukan yang sangat berisik dapat terjadi saat motor digas. Hal ini disebabkan oleh hantaman antara benang atau gerigi v-belt yang lepas dengan casing CVT.

Jika dibiarkan begitu saja, kondisi v-belt bisa bertambah parah hingga putus total. Akibatnya, motor tidak dapat berjalan sama sekali meskipun sudah digas.

8. Muncul Suara Dengungan

Suara mendengung halus atau siulan nyaring dapat muncul dari CVT bagian belakang. Hal ini dapat terjadi karena bantalan peluru di dalam pulley belakang sudah kering dari gemuk.

Kondisi CVT motor dan berbagai komponennya perlu dijaga agar motor tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya. Jangan segan untuk segera membawanya ke bengkel profesional jika mengalami kerusakan atau sudah waktunya ganti. Info menarik lainnya dapat dilihat di sini.

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon