Tips & Trik

Intip Perbedaan Mekanisme Katup OHV, SOHC dan DOHC

PUBLISHED DATE : 20 April 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/ERTIGA_0920_(1).jpg

Mesin kendaraan 4 tak kini lebih banyak digunakan hampir pada semua jenis kendaraan bermotor. Sistem yang digunakan ini memiliki empat fase yang tujuannya adalah menciptakan output sama seperti saat putaran pada flywheel. 

Empat tahapan yang terjadi adalah pembuangan, penghisapan, kompresi serta langkah usaha. Mekanisme katup dibutuhkan pada tahapan hisap dan buang di mana ruang bakar membutuhkan interaksi dengan udara. 

Ada udara yang masuk dan ada pula yang dikeluarkan. Sistem katup pada kendaraan roda dua pun ada banyak jenisnya yaitu OHV, SOHC dan juga DOHC. Supaya Anda tidak salah dalam membedakan ketiganya, kenali pengertian serta penjelasan lengkapnya di sini. 

Pengertian Mekanisme Katup

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Cruise Control

Secara umum apa yang dimaksud dengan mekanisme katup adalah rangkaian yang sudah tersistematis di mana tujuannya membuka saluran intake. Pembukaan terjadi ketika piston dalam fase hisap dan saat piston dalam fase buang maka saluran exhaust akan terbuka. 

Mekanisme ini hanya diterapkan pada mesin kendaraan 4 tak. Berbeda dengan mesin 2 tak di mana saluran udara yang keluar dan masuk pada ruang bakar justru diatur oleh piston.

Sehingga pada mesin 2 tak, dinding piston yang berperan untuk membuka dan menutup saluran intake serta exhaust. Sedangkan yang terjadi pada mesin 4 tak adalah udara masuk melalui kepala silinder dan sistem Valve Mechanism pun dibutuhkan. 

Baca Juga : Fungsi dan Cara Membaca Tachometer Mobil

Perbedaan ini juga bisa dilihat dari sistemnya. Di mana mekanisme katup dapat meneruskan putaran yang awalnya dari poros ke ongkol menuju camshaft. Putaran ini akan terus berjalan agar katup bisa bekerja. 

Perputaran yang terjadi ini sama dengan langkah yang terjadi pada silinder mesin. Apabila disimpulkan, mekanisme ini tak hanya bisa bergerak, namun memiliki timing kerja yang sesuai. Sehingga udara yang masuk dan gas yang dibuang bisa sesuai.

Jenis-Jenis Mekanisme Katup dan Penjelasan Cara Kerjanya

Baca Juga : Waspada, Ini Efek Telat Ganti Oli Mobil

Apabila dilihat dari pengertiannya, mekanisme yang terdapat pada mesin 4 tak ini memiliki peranan yang sangat penting. Tidak ada udara yang memberikan tekanan pada sistem pembakaran mesin membuat kendaraan tidak akan menyala. 

Selain itu tanpa adanya timing buka tutup yang tepat, kendaraan bermotor juga tidak akan menyala. Kerusakan pada mesin katup bisa membuat kendaraan mati total. Ada tiga jenis mekanisme katup  yang memiliki cara kerja berbeda-beda. 

Berikut ini penjelasan mengenai ketiga jenis sistem katup yang terdapat pada motor

Over Head Valve atau OHV

Pada jenis yang pertama ini letaknya terdapat pada bagian kepala silinder. Noken as atau camshaft ada di bawah blok silinder dan dibutuhkan pengangkat katup dan push rod untuk bisa menggerakkan katup camshaft. 

Letak dari valve filter atau pengangkat katup dan push rod sendiri berada di antara rocker arm atau pelatuk. Dilihat dari susunannya memang lebih rumit karena camshaft akan dihubungkan langsung pada roda gigi sprocket crankshaft. 

Bagian tersebutlah yang akan menekan valve filter dan push rod sebelum akhirnya katup dapat bergerak. Berikut ini urutan cara kerja dari sistem OHV. 

  1. Bagian yang berputar pertama kali adalah poros engkol, kemudian diikuti dengan gigi sproket yang terdapat pada crankshaft. Sehingga gigi sproket poros nok berputar dan terus terjadi selama poros engkol bergerak. 
  2. Putaran yang terjadi pada poros nok ini mengakibatkan cam atau tonjolan terputus. Di mana cam akan menyentuh valve filter dan nantinya terangkat. 
  3. Gerakan valve filter ke rocker arm sendiri nantinya akan dihubungkan oleh push rod. 
  4. Lalu akan muncul efek ayunan saat ujung rocker arm terangkat,  ujung lainnya menekan katup. 
  5. Katup akan terbuka apabila tertekan rocker arm dan katup akan kembali seperti semula apabila tekanan dari rocker arm mulai menurun. 

Dilihat dari cara kerjanya tersebut, sistem ini kurang efektif sehingga tak lagi banyak digunakan. Khususnya tak lagi digunakan untuk kendaraan mobil tapi masih digunakan pada beberapa kendaraan roda dua. 

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya