Harga Pertamax Naik? Ini Spesifikasi Mobil yang Tidak Disarankan Menggunakan Pertalite
23 Juli 2026
Admin
Bagikan
Beberapa waktu ke belakang, pemerintah telah menetapkan kenaikan harga Pertamax. Kenaikan tersebut dirasa memberatkan sebagian pemilik mobil. Oleh sebab itu, sebagian diantaranya ingin beralih ke Pertalite yang memiliki harga lebih murah untuk berhemat.
Bila ingin melakukan hal yang sama, Anda perlu tahu bahwa tidak semua mobil bisa menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar secara optimal. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui penjelasan selengkapnya beserta karakteristik kedua bahan bakar tersebut.
Karakteristik Bahan Bakar Pertalite dan Pertamax
Harga Pertamax memang lebih tinggi daripada Pertalite dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik, yaitu:
1. RON
Research Octane Number (RON) atau nilai oktan Pertalite dan Pertamax berbeda. Pertalite memiliki berada di angka 90, sedangkan Pertamax bernilai 92. Itulah mengapa Anda kerap melihat angka tersebut pada penamaan Pertamax.
RON 90 menandakan bahwa Pertalite memiliki ketahanan kompresi moderat ke bawah. Hal ini disebabkan molekul kimianya mudah terbakar saat menerima suhu tinggi atau tekanan. Jika tekanan melebihi batas, bensin bisa terbakar sebelum waktunya.
Di sisi lain, Pertamax dengan RON 92 mempunyai ikatan kimia yang lebih stabil sehingga semakin kuat terhadap tekanan mesin. Alhasil, bensin tersebut tidak mudah terbakar. Pembakaran dini juga bisa dicegah.
2. Rasio Kompresi Mesin
Dengan karakter molekul kimia seperti demikian, Pertalite cocok untuk mesin kendaraan dengan rasio kompresi rendah, yakni sekitar 9:1 sampai 10:1. Contohnya adalah mobil keluaran tahun lama.
Kendaraan dengan mesin berkompresi tersebut tidak memiliki tekanan ekstrem. Jadi, Pertalite tetap bisa bekerja dengan baik tanpa terbakar sebelum waktunya. Kinerja piston pun bisa diimbangin tanpa kendala.
Pertamax bisa menahan tekanan tinggi sehingga cocok bagi mesin dengan kompresi antara 10:1 hingga 11:1. Mesin seperti ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan besaran tenaga.
3. Efek Kebersihan
Pertalite hanya memiliki zat aditif pembersih yang minim. Itulah mengapa sisa pembakaran Pertalite bisa meninggalkan residu pada lubang injektor, piston, dan payung katup.
Residu tersebut berupa kerak karbon yang lama-lama bisa menumpuk dan mempersempit ruang bahan bakar. Akibatnya, suplai bahan bakar bisa terganggu bila tidak segera dibersihkan.
Namun, Pertamax dilengkapi dengan teknologi aditif yang lebih canggih sehingga bisa melarutkan kerak karbon. Selain itu, pembentukan endapan residu baru juga bisa dicegah. Permukaan logam pun bisa terlindungi dari korosi.
4. Efisiensi
Pola pembakaran Pertalite cenderung kurang efisien. Energi yang dihasilkan pun sering terbuang. Oleh sebab itu, daya dorong mesin menjadi kurang bertenaga sehingga membuat Anda perlu menginjak pedal gas lebih dalam.
Di sisi lain, Pertamax bisa membuat seluruh pasokannya terbakar secara sempurna tana pada yang terbuang. Hal ini membuat efisiensinya lebih tinggi diikuti dengan besarnya tenaga yang dihasilkan. Inilah salah satu alasan harga Pertamax lebih tinggi.
5. Dampak Emisi Gas Buang
Proses pembakaran Pertalite cenderung tidak tuntas di dalam silinder. Itulah mengapa banyak molekul hidrokarbon yang belum terbakar sempurna sehingga dibuang dalam bentuk gas pekat. Gas tersebut bisa meningkatkan polusi udara.
Pertamax dirancang dengan cara berbeda. Alhasil, produksi gas beracun dan kadar emisi karbon bisa berkurang secara signifikan. Hal ini membuat hasil pembakaran lebih ramah lingkungan dan mencegah sumbatan pada seluruh sistem pembuangan.
Jenis Mobil yang Sebaiknya Memakai Pertamax
Selaras dengan penjelasan di atas, mobil dengan mesin berkompresi 10:1 hingga 11:1 sangat disarankan untuk menggunakan Pertamax sebagai bahan bakarnya. Begitu pula mobil yang diproduksi setelah tahun 2010. Contohnya adalah:
- LCGC
- City car
- MPV keluarga
- SUV kompak
- Mobil dengan teknologi injeksi modern
Dengan menggunakan Pertamax, proses pembakaran pada mesin menjadi lebih efisien. Selain itu, spesifikasi Pertamax sudah sesuai dengan rekomendasi pabrik. Dengan memenuhinya, peluang Anda berkendara dengan nyaman tanpa kerusakan berulang akan semakin tinggi.
Dampak Jika Tetap Menggunakan Pertalite
Jika Anda memiliki mobil dengan spesifikasi di atas dan tetap menggunakan Pertalite karena harga Pertamax lebih tinggi, berbagai dampak negatif akan timbul. Munculnya dampak tersebut tidak selalu segera karena ada yang membutuhkan waktu.
Berikut beberapa dampak negatif tersebut:
1. Mesin Akan Ngelitik
Rasio kompresi mobil yang tinggi tentu membutuhkan bensin dengan ketahanan tinggi pula. Bila menggunakan Pertalite yang daya tahannya lebih rendah, bensin akan meledak sebelum waktunya seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Hal ini akan menimbulkan suara ketukan logam atau knocking. Di Indonesia sendiri, fenomena tersebut sering disebut sebagai ngelitik. Tidak hanya mengganggu, kondisi ini bisa merusak dinding silinder dan piston dalam jangka waktu lama.
2. Performa Mesin Menurun
Fenomena knocking bisa dideteksi melalui sensor tertentu. ECU akan menunda waktu pengapian agar mesin tetap terlindungi saat fenomena terjadi. Sayangnya, respon tersebut membuat performa mesin menurun.
Menurunnya performa mesin akan membuat akselerasi mobil menjadi lambat. Selain itu, tarikannya juga akan terasa sangat berat saat membawa beban atau menanjak sehingga memberatkan kinerja mesin.
3. Meningkatnya Konsumsi Bahan Bakar
Penggunaan Pertalite sering dianggap lebih hemat karena harganya di bawah Pertamax. Padahal bila digunakan pada mobil dengan kompresi tinggi, konsumsinya lebih boros. Jadi, Anda perlu mengisi ulang bensin lebih sering.
Hal ini terjadi karena menurunnya performa mesin yang membuat pengemudi menekan pedal gas lebih dalam. Alhasil, mesin membutuhkan lebih banyak bensin. Itulah mengapa konsumsinya menjadi lebih banyak daripada Pertamax.
Baca Juga : Ini Dia Tarif Pajak Progresif Motor dan Mobil 2026
4. Kerusakan Komponen dalam Jangka Panjang
Selain dinding silinder dan piston, berbagai komponen akan mudah rusak dalam jangka panjang jika mesin ngelitik. Contohnya adalah bengkoknya katup mesin sehingga mempengaruhi sistem mekanisnya.
Tidak hanya itu, proses pembakaran Pertalite yang tidak sempurna akan menyisakan residu yang mampu menyumbat catalyc converter. Penggantian komponen pada sistem pembuangan tersebut sangat mahal.
5. Penumpukan Kerak Karbon
Penumpukan kerak karbon akibat pembakaran Pertalite yang tidak bersih kerap terjadi pada kepala piston, busi, atau katup. Hal ini membuat Anda perlu perbaikan atau bahkan penggantian sparepart yang lebih sering.
Di sisi lain, rasio kompresi akan meningkat secara paksa karena sempitnya ruang bakar akibat penumpukan karbon. Akibatnya, gejala mesin knocking yang bisa merembet ke kerusakan lainnya akan semakin parah.
6. Garansi Resmi Gugur
Setiap mobil yang dirilis oleh produsen resmi akan mendapatkan garansi. Garansi tersebut bisa diklaim untuk servis maupun perbaikan lainnya selama Anda memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sayangnya, kerusakan akibat penggunaan Pertalite tidak memenuhi syarat maupun ketentuan tersebut. Akibatnya, Anda tidak bisa mengklaimnya jika hal tersebut terjadi. Jadi, Anda perlu mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaikinya.
Meski harga Pertamax lebih rendah, Anda sebaiknya tidak terburu-buru untuk beralih ke Pertalite. Periksa spesifikasi mesin dan tahun keluaran mobil Anda terlebih dahulu untuk menghindari berbagai kerusakan di kemudian hari. Informasi lainnya dapat dilihat di sini.