Tips & Trik

Lengkap, Ini Fungsi Master Silinder dan Cara Kerjanya

PUBLISHED DATE : 18 Mei 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/cara_kerja_master_silinder.jpg

Komponen selanjutnya yaitu Diaphragm.  Diaphragm memiliki fungsi sebagai seal yang bermaterial karet. Fungsi seal ini yaitu untuk melindungi master silinder tersebut. 

  1. Reservoir Tank

Komponen lainnya yaitu Reservoir Tank. Reservoir Tank adalah sebuah tempat yang berfungsi untuk menampung minyak rem cadangan. 

  1. Level Sensor

Komponen selanjutnya yaitu bernama Level Sensor. Level Sensor berfungsi sebagai komponen yang memberitahu pengemudi jika minyak rem telah habis atau kurang. 

  1. Master Cylinder Body

Komponen berikutnya adalah Master Cylinder Body. Komponen ini adalah body luar tempat di mana piston dan seal rem bekerja. 

  1. Primary Piston

Ada juga komponen lainnya yang bernama Primary Piston. Primary Piston adalah piston utama pada sebuah rem depan di mana terdapat dua seal di kedua ujungnya. 

  1. Return Spring

Return Spring ini adalah sebuah pegas yang berfungsi untuk mengembalikan posisi piston ke posisi semula. 

  1. Secondary Piston

Seperti namanya, Secondary Piston adalah sebuah piston sekunder yang ada di rem belakang kendaraan. Di Secondary Piston ini juga terdapat seal atau segel di kedua ujungnya. 

  1. Return Part

Return part adalah sebuah lubang katup yang berfungsi sebagai pengembali minyak rem yang berasal dari ruang tekanan menuju Reservoir Tank. 

  1. Inlet Port

Inlet Port adalah komponen terakhir yang ada di dalam sebuah brake master cylinder. Komponen ini berfungsi sebagai lubang untuk mengisi minyak rem dari Reservoir Tank menuju ruang tekanan minyak. 

Cara Kerja Brake Master Cylinder

Setelah memahami fungsi, jenis, dan komponennya, maka sebaiknya Anda juga mengetahui cara kerja master silinder pada rem kendaraan bermotor. Secara umum, cara kerjanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu saat keadaan bebas, saat pedal ditekan, dan saat pedal terlepas. 

  • Saat Keadaan Bebas

Saat tidak ada tekanan pada tuas atau pedal rem, maka piston utama, piston sekunder, dan pegas berada di tengah-tengah lubang kompensasi dan lubang penambahan. 

Pada saat yang bersamaan, posisi minyak rem akan terhubung dengan ruang kerja. Dalam kondisi ini, ruang tekanan pada bagian belakang piston menjadi lebih rendah. 

  • Saat Pedal Ditekan

Cara kerja yang kedua yaitu saat pedal atau tuas rem tertekan. Pada saat pedal rem mendapat tekanan, maka push rod secara otomatis akan mendorong piston utama menuju depan. 

Oleh karena itu, akan terjadi tekanan pada ruang utama. Tekanan ini semakin lama akan meningkat apabila tuas ditekan lebih jauh. Dengan demikian, tekanan antara piston utama dan sekunder juga ikut bertambah. Hal ini juga memungkinkan untuk membuat tekanan pada semua sisi kaliper sama. 

  • Saat Pedal terlepas

Cara kerja yang terakhir yaitu ketika pedal dilepas. Saat pedal dilepas, maka tidak ada tekanan sama sekali pada tuas atau pedal rem. Oleh karena itu, return spring akan mengembalikan piston silinder pada posisi awal. 

Selanjutnya, perlu Anda ketahui bahwa penting sekali untuk menjaga fungsi dari komponen terpenting dari sistem pengereman ini. 

Sebab jika Anda tidak melakukan perawatan secara teratur, maka jika terjadi kerusakan akan membahayakan pengendara karena rem tidak berfungsi dengan baik. 

Maka dari itu, untuk menjaga fungsi dari master silinder agar selalu normal, lakukan perawatan dan servis berkala ke bengkel resmi Suzuki terdekat di kota Anda. Jangan menunda-nunda untuk melakukan servis dan perawatan jika ada masalah sebelum terlambat. 

Nah, itulah penjelasan tentang fungsi, jenis-jenis, komponen, serta cara kerja dari komponen terpenting dalam sistem pengereman kendaraan bermotor ini. Mengingat pentingnya komponen yang satu ini, pastikan untuk senantiasa memperhatikannya dengan baik.

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya