Tips & Trik

Komponen Sistem Starter Mobil: Cara Kerja dan Fungsinya

PUBLISHED DATE : 20 Maret 2022

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/42133109_s.jpg

Sekilas, proses menyalakan kendaraan terlihat mudah. Namun, tentu kendaraan bisa menyala berkat adanya sistem starter mobil yang sebenarnya cukup rumit, dan ini sebanding dengan perannya yang cukup penting.

Sistem ini memiliki cukup banyak komponen. Cara kerjanya pun cukup panjang, meski fungsinya secara umum hanya sekedar menyalakan mesin kendaraan.

Namun, tentu tanpa sistem ini, kendaraan tidak akan bisa digunakan. Nah, untuk informasi lebih lanjut seputarnya, simak ulasan berikut.

Baca Juga : Jangan Keliru, Ini Fungsi Odometer dan Jenis-Jenisnya

Fungsi Sistem Starter Mobil

Fungsi sistem starter pada mobil tidak lain adalah untuk mengawali perputaran mesin di kendaraan. Lebih singkatnya, sistem starter berperan untuk menyalakan mesin pada mobil. 

Fungsi tersebut bisa terpenuhi melalui kinerja berbagai komponen. Starter mobil sendiri terdiri atas berbagai komponen vital yang memiliki fungsi masing-masing. Komponen tersebut dapat bergerak berkat energy listrik. Sumber energy listrik pada mobil sendiri berasal dari AKI.

Baca Juga : Banyak Yang Gak Tau, Ini Fungsi Noken As Motor

Cara Kerja Sistem Starter Mobil

Tuas penggerak, gigi pinion, dan kopling starter merupakan beberapa contoh komponen penting yang berfungsi saat Anda menyalakan kendaraan. Seluruh komponen ini akan bergerak secara sistematis sesuai dengan cara kerja sistem starter mobil yang akan dibahas.

Seperti apa cara kerja lengkapnya, langsung cek di halaman berikutnya.

Baca Juga : Perlu Tahu, Ini Cara Kerja Rem Cakram Pada Kendaraan

__________________________________________________________________________________________________

Ketika Anda memasukkan kunci ke saklar, komponen tersebut akan menghasilkan energi listrik tinggi. Sumbernya berasal dari Air Accumulator. Nantinya, aliran listrik akan diteruskan pada komutator melalui putaran kencang.

Kemudian, komutator akan menyalurkan arus listrik kepada armature. Dari sana, energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik. Selanjutnya, akan timbul putaran dalam kumparan inti sistem starter. Kumparan ini terdiri atas medan magnet dan lilitan kabel.

Kumparan ini menghasilkan medan magnet sehingga mampu menggerakan lilitan kabel yang ada di dalamnya. Setelahnya, energi mekanik tercipta sangat hebat. 

Selanjutnya, energi mekanik tersebut akan disalurkan ke gigi pinion. Tujuannya untuk mengaktifkan tuas penggerak yang terdapat di belakangnya. Fungsi tuas ini untuk mendorong ring gear sehingga bisa mengaktifkan dinamo. 

Saat tuas penggerak mendorong ring gear untuk menyentuh tombol dinamo, ini akan menimbulkan tekanan bagi gigi pinion. Komponen tersebut berpotensi untuk lepas dari posisinya, sehingga mengganggu sistem starter. 

Oleh karenanya, perusahaan otomotif menyediakan pegas pengembali yang berada di antara solenoid dan tuas penggerak. Kegunaannya sebagai alat untuk menahan posisi gigi pinion dan punyer di tempat semula. Hal ini dapat mencegah kerusakan kendaraan, khususnya di bagian starter tersebut.

Apa yang bisa terjadi jika ring gear menyentuh dinamo? Cek efeknya di halaman berikutnya. 

__________________________________________________________________________________________________

Apabila ring gear menyentuh dinamo yang berada di bagian belakang kunci, lambat laun fly wheel akan berjalan sebagaimana mestinya. Jika hal ini terjadi, kendaraan Anda menyala dan mesin pun mulai bekerja.

Komponen Sistem Starter Mobil dan Fungsinya

139669286_s

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, starter mobil  terdiri atas berbagai komponen yang memegang fungsi penting terhadap kendaraan. Beberapa komponen tersebut akan dijelaskan dalam daftar di bawah ini, berikut masing-masing fungsinya.

  • Saklar

Saklar adalah komponen pertama pada rangkaian starter mobil. Biasanya saklar berada di bagian luar sistem dan menjadi tempat masuknya kunci. 

Komponen ini cukup penting bagi kendaraan karena berfungsi untuk menciptakan arus listrik dalam jumlah besar ke armature. Selain itu, saklar berguna dalam memutuskan dan menghubungkan gigi pinion dengan ring gear flywheel.

  • Komutator

Komutator adalah komponen berbentuk lingkaran yang biasanya terpasang pada rangkaian Armature dalam sistem starter mobil. Adapun fungsinya adalah sebagai alat untuk mengantarkan energy listrik dalam jumlah besar dari Saklar ke Armature. 

Ketika mengantarkan energi listrik, komutator akan berputar. Kencang tidaknya putaran tergantung seberapa besar arus yang dialirkan. Nantinya, Armature akan menerima tenaga dari komponen tersebut untuk diubah ke energi mekanik.

Masih banyak komponen sistem starter, apa saja bisa Anda cek di halaman berikutnya.

__________________________________________________________________________________________________

  • Armature

Komponen ketiga pada rangkaian sistem starter mobil adalah Armature. Fungsinya untuk menangkap energi listrik dari komutator.

Selain itu, salah satu komponen sistem starter ini berguna untuk mengubah energy listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Energi tersebut akan menggerakan gigi pinion, sehingga seluruh bagian pada mesin mobil menyala sebagaimana mestinya.

  •  Brush Coil

Secara umum, komponen ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu negatif dan positif. Setiap bagiannya memiliki fungsinya tersendiri yang berguna untuk sistem starter kendaraan.

Untuk  brush coil berjenis positif, ia bertugas untuk menyalurkan aliran listrik dari armature ke kumparan inti atau field coil. Sementara itu, mengalirkan energi listrik dari armature ke massa adalah tugas dari brush coil negative

  • Field Coil

Field Coil juga bisa disebut dengan kumparan medan. Seperti namanya, komponen ini menjadi inti dari seluruh rangkaian sistem starter. 

Adapun bentuknya seperti sebuah tabung berbahan dasar besi. Di dalamnya, ada inti kutub yang dililitkan menggunakan tembaga.  Lilitan tersebut digunakan untuk menghasilkan medan magnet dalam jumlah besar, sehingga bisa mengaktifkan mesin mobil.

_________________________________________________________________________________________________

  • Kopling Starter

Komponen selanjutnya pada rangkaian sistem starter motor dan mobil adalah kopling starter. Alat ini berguna untuk meneruskan putaran yang diberikan armature kepada fly wheel melalui gigi pinion agar bisa berputar sebagaimana mestinya.

Selain itu, kopling starter juga mampu mengamankan kumparan medan dari kerusakan. Mengingat ketika kendaraan dipacu dalam kecepatan sangat tinggi, semisal 100 km/jam, gigi pinion cenderung berputar ke arah sebaliknya. 

  • Gigi Pinion

Gigi pinion berbentuk lingkaran selayaknya kipas pada rangkaian sistem starter. Ukurannya cukup kecil dan berada di antara tuas penggerak dengan kopling starter. 

Adapun kegunaan dari gigi pinion adalah sebagai alat untuk menyalurkan energi mekanik dari kopling starter ke tuas penggerak. Tuas tersebut akan menyentuh sebuah tombol yang menggerakan sebuah dinamo. 

  • Tuas Penggerak

Bentuk tuas penggerak hampir mirip seperti pengupas buah, yang terletak di antara kopling starter, dan gigi pinion. Adapun fungsinya adalah sebagai alat untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik ke dinamo untuk mengaktifkan flywheel. 

Tuas penggerak bekerja secara otomatis pada sistem. Dengan hal tersebut, Anda tidak perlu mengaturnya secara manual, selama salah satu komponen sistem starter mobil ini memperoleh energi mekanik dari gigi pinion. 

__________________________________________________________________________________________________

  • Pegas Pengembali

Sebagaimana telah disebutkan, gigi pinion akan mendapatkan tekanan tinggi dari tuas penggerak ketika menyalurkan energi mekanik. Hal tersebut mengakibatkan dua komponen sekaligus saling bertabrakan dan mengacaukan sistem.

Oleh karenanya, banyak perusahaan otomotif yang memasang pegas pengembali di dalam sistem starter. Pemasangan ini bertujuan untuk menjaga gigi pinion di tempat semula dan menahan plunyer agar tidak lepas dari tempatnya.

Demikian pembahasan tentang sistem starter mobil. Semua komponen di atas dapat berjalan sebagaimana mestinya apabila tidak ada kerusakan pada sistem ini.

Jika menemukan gejala kerusakan pada salah satu komponen, Anda dapat membawanya ke bengkel Suzuki terdekat. 

Dengan servis di bengkel Suzuki, kualitas perawatan, suku cadang, dan komponen baru akan terjamin. Proses perbaikan pun dilakukan oleh tenaga ahli. Kini, lokasi bengkel tersebut juga bisa Anda temukan dengan mudah melalui situs-situs dealer lokal. Ini daftar situsnya.

Berita Lainnya