Tips & Trik

Pengen Nyobain Main Drifting? Ini Spesifikasi Ban Yang Wajib Dipakai

PUBLISHED DATE : 08 April 2019

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/shutterstock_797658619.jpg

Sama seperti mobil balap, mobil drifting pun harus dibekali dengan spesifikasi khusus. Selain mempertimbangkan dimensi, bobot, suspensi dan mesin yang digendong, mobil drifting pun harus dibekali dengan ban khusus yang memang didesain untuk aktivitas ini.

Konsep utama dari mobil drifting adalah, harus berpenggerak roda belakang (RWD). Hal ini disebabkan karena penggerak roda belakang punya gejala khusus yang bernama oversteer, dan kondisi ini bisa dikontrol dengan set up geometri suspensi yang benar.

Untuk suspensi yang digunakan, sebuah mobil drifting harus menggunakan knuckle super angle, yang merupakan sistem pada suspensi yang dapat mempertahankan mobil bisa burnout atau drifting dalam waktu yang sama.

Baca Juga : Trik Mendeteksi Kerusakan Shockbreaker Motor

Selain itu, mobil drifting pun harusnya menggunakan gardan belakang limited slip differential atau LSD. Sayang, LSD tergolong sangat mahal, sehingga banyak drifter pemula yang akhirnya memilih sistem LAS karena harganya lebih murah, dan cukup powerfull sebagai pengganti LSD.

Bagaimana dengan mesin? Nah kalau untuk mesin, dalam dunia drifting itu tidak ada batasan, alias sangat dibebaskan. Hanya saja, khusus di Indonesia, ada kelas drifting dengan mesin 2.000 cc. Jenis mobil seperti ini cukup umum berada di Indonesia.

Bagaimana dengan spesifikasi ban?

Baca Juga : Yuk Mengenal Komponen AC Mobil dan Fungsinya

Dalam dunia drifting, sebenarnya tidak ada spesifikasi khusus ban seperti apa yang harus digunakan. Hanya saja, ban yang digunakan wajib traksi atau memiliki daya cengkram yang baik.

Makanya, sebelum beraksi biasanya para drifter akan melakukan burnout dengan harapan gesekan panas antara aspal dan ban, akan menghasilkan daya cengkram yang lebih maksimal. Ini sangat penting untuk menghindari tragedi kehilangan kontrol saat nge-drift.

Selain itu, ban pun harus longlast, alias memiliki daya tahan yang baik. Ini Penting, mengingat kualitas ban yang buruk bisa menyebabkan tragedi ban pecah saat nge-drift, yang bisa berakibat fatal pada drifter ini sendiri.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Busi yang Mati Dalam Kondisi Darurat

Jangan khawatir, ban drift juga bisa digunakan sehari-hari kok. Jadi tidak ada salahnya Anda langsung memilih kualitas ban terbaik, karena penggunaannya tidak terbatas untuk drifting saja.

Tapi ingat, pastikan Anda nge-drift di tempat yang memang disediakan khusus untuk latihan drifting, atau di sirkuit yang diizinkan untuk melakukan aktivitas ini. Jangan di jalanan umum karena bisa berbahaya untuk diri sendiri, dan pengguna jalan lainnya.

Halaman 1 Tampilkan Semua

Berita Lainnya