Jenis-jenis Freon AC Mobil dan Penggunaannya
17 April 2024
Admin
Bagikan
Adapun karakter dari freon R-12 adalah tidak memiliki warna, tidak beracun, tidak korosif, serta tidak terbakar dengan mudah. Stabilitas freon di suhu yang rendah dan tinggi juga cukup baik.
Freon R-12 merupakan jenis freon AC mobil dengan kemampuan dielektrik yang tinggi. Lalu, titik didih freon ini hingga 29,8 derajat celcius. Untuk tekanan penguapan freon bisa mencapai 11,8 psig di titik 15 derajat celcius.
Sedangkan, tekanan kondensasi freon adalah 93,3 psig di titik 30 derajat celcius.
-
Freon Jenis R-22
Menggantikan freon R-12, freon jenis ini juga mengandung chlor. Ini membuat freon R-22 kurang aman digunakan karena dampaknya terhadap lingkungan. Namun, dampak lingkungan dari pemakaian freon R-22 lebih minim bila dibandingkan dampak dari freon R-12.
Itulah mengapa, freon ini masih digunakan walaupun hanya dalam skala yang kecil saja. Kemudian, kategori freon R-22 adalah Hydrochlorofluorocarbon atau HCFC.
Beberapa karakteristik freon ini di antaranya memiliki daya serap air yang baik, lalu tidak korosif dan aman terhadap material logam. Selain itu, kemampuan dielektrik freon ini tinggi.
Baca Juga : Apa Itu Freon AC pada Mobil, Fungsi, dan Jenisnya
Selanjutnya, titik didih freon bisa mencapai 40 derajat celcius di tekanan 1 atm. Tekanan penguapannya adalah 23,8 psi saat berada di suhu 15 derajat celcius. Sementara itu, tekanan kondensasi freon adalah 158,2 psi untuk suhu 30 derajat celcius.
-
Freon Hydrocarbon
Satu lagi jenis freon yang bisa digunakan dalam sistem pendingin mobil, yaitu jenis hydrocarbon. Awal mula kemunculan freon ini berasal dari niat ingin mengurangi tingkat pemakaian freon sintetis dengan dampak lingkungan yang buruk.
Maka dari itu, bahan pembuatannya adalah karbon dan hidrogen yang bersifat alami. Dampak lingkungan ketika menggunakan freon ini untuk AC mobil Anda pun menjadi lebih ringan. Khususnya bagi lapisan ozon.
Dengan begitu, pemakaian freon hydrocarbon akan meminimalkan kontribusi terhadap pemanasan global. Adapun untuk karakteristik freon tidak berbeda secara signifikan dengan jenis freon sintetis.
Namun, satu karakteristik freon ini membuat penggunaannya masih jarang di Indonesia. Karakteristik tersebut berupa sifat flammable, atau mudah terbakar.