Jangan Sembarangan Ganti Kaca Spion Motor! Ini Alasannya

06 Februari 2019
Share to

Tidak sedikit pengendara motor yang menganggap kaca spion motor orisinal bawaan pabrik kurang keren dan cukup mengganggu. Kaca spion bawaan pabrikan sering dianggap terlalu besar/lebar, sehingga kurang nyaman saat bermanuver di tengah kemacetan lalu lintas. Karena alasan itulah kemudian kaca spion diganti dengan yang ukuran yang lebih kecil.

Namun ternyata mengganti kaca spion motor bawaan pabrikan tidak direkomendasikan. Kenapa tidak direkomendasikan? Karena mengganti kaca spion standar dengan spion variasi berisiko mengurangi atau menghilangkan sama sekali fungsi kaca spion itu sendiri.

Anda harus tahu bahwa kaca spion bawaan pabrikan sudah dirancang sesuai dengan spesifikasi motornya. Posisi riding tiap motor tidak sama. Ada yang duduk tegak, ada juga yang dengan posisi badan sedikit menunduk. Lebar setang tiap motor juga tidak sama. Karena itulah derajat kemiringan kaca spion sudah dirancang supaya tidak sulit dilihat oleh pengendaranya.

Contohnya, kalau spion motor memiliki lebar 15 cm kemudian diganti dengan kaca spion yang lebarnya hanya 10 cm, maka bisa dipastikan kondisi jalan di posisi belakang pengendarai akan sulit atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Cuma tangan pengendara saja yang mungkin tertangkap oleh pantulan kaca spion.

Di sisi lain, spion motor bawaan pabrik bisa sangat berguna ketika dipakai untuk selap-selip di kemacetan lalu lintas. Kenapa? Karena desain kaca spion standar pabrikan mayoritas lebih lebar dari setang motor. Jadi kalau ingin berkendara di tengah dua mobil yang merayap, pengendara bisa lebih pasti memperkirakan bisa atau tidaknya setang melalui kaca spion tersebut.

Kaca spion sudah menjadi salah satu unsur keamanan yang penting. Karena naik motor itu sudah pasti punya risiko jauh lebih besar jika dibandingkan dengan mengendarai mobil. Supaya aman di jalan salah satu caranya adalah dengan tetap rajin memantau kondisi lalu lintas di belakang lewat dua kaca spion di yang ada di setang.