Engine Mounting: Fungsi, Jenis, dan Tanda Kerusakannya
06 Maret 2026
Admin
Bagikan
Biasanya digunakan pada kendaraan kelas menengah ke atas.
Tanda-Tanda Engine Mounting Rusak
Kerusakan engine mounting sering kali tidak disadari hingga kondisinya cukup parah. Berikut beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan:
1. Getaran Berlebihan di Kabin
Jika Anda merasakan getaran tidak biasa saat mesin menyala, terutama ketika mobil dalam posisi diam, bisa jadi engine mounting mulai aus.
2. Bunyi “Gedebuk” Saat Akselerasi
Engine mounting yang rusak tidak mampu menahan pergerakan mesin dengan baik. Akibatnya, muncul bunyi benturan saat Anda menginjak gas atau memindahkan gigi.
3. Mesin Terlihat Miring
Jika posisi mesin tampak tidak sejajar atau miring saat kap dibuka, kemungkinan besar salah satu engine mounting sudah rusak.
4. Getaran Saat Pindah Gigi
Pada mobil manual maupun otomatis, engine mounting yang bermasalah dapat menyebabkan hentakan lebih terasa saat perpindahan gigi.
Penyebab Engine Mounting Cepat Rusak
Beberapa faktor dapat mempercepat kerusakan engine mounting, antara lain:
Baca Juga : Ternyata Ini Pengaruh Per CVT Lemah dan Cirinya
1. Usia Pemakaian
Seiring waktu, material karet pada engine mounting bisa mengeras dan retak. Umumnya, komponen ini perlu dicek setelah pemakaian 5 tahun atau lebih.
2. Jalan Rusak
Sering melewati jalan berlubang atau bergelombang memberi tekanan ekstra pada engine mounting.
3. Kebocoran Oli
Oli mesin yang bocor dan mengenai engine mounting berbahan karet dapat mempercepat kerusakan material.
Dampak Jika Engine Mounting Tidak Segera Diganti
Mengabaikan kerusakan engine mounting dapat menimbulkan dampak lebih serius. Berikut beberapa dampak jika engine mounting tidak diganti secara berkala:
1. Kerusakan Komponen Lain
Getaran berlebih bisa memengaruhi sistem transmisi, knalpot, hingga komponen kelistrikan.