Tips & Trik

Dial Indicator: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

PUBLISHED DATE : 13 Desember 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/106274009_s.jpg

Semua bengkel otomotif selalu dilengkapi oleh berbagai jenis alat, salah satunya adalah dial indicator. Alat ini menjadi salah satu yang berperan penting untuk mengukur kerataan permukaan bidang datar. 

Komponen kendaraan perlu diukur kerataannya supaya teknisi bisa memperbaikinya dengan mudah. Alat ini juga bisa menjadi pendeteksi jika terjadi kerusakan pada salah satu komponen. 

Simak penjelasan lengkap soal alat ini dari fungsi sampai cara menggunakannya. 

Baca Juga : Ini Fungsi Feeler Gauge dan Cara Menggunakannya

Apa Itu Dial Indicator? Simak Penjelasannya

Disebut juga sebagai dial gauge, alat ukur ini digunakan untuk mengukur serta memeriksa kerataan pada sebuah bidang atau benda. Skala pengukurannya sendiri sangat kecil. 

Bentuk fisik dial indicator adalah seperti jam analog yang memiliki dua sampai tiga jarum penunjuk. Satu jarum sebagai penunjuk besar dan dua jarum lainnya adalah petunjuk yang ukurannya kecil. 

Baca Juga : Penyebab Aki Tidak Bisa Menyimpan Setrum & Solusinya

Fungsi dari jarum penunjuk kecil adalah mencatat gerakan dari jarum besar. Satu putaran jarum besar akan memutar jarum kecil bertambah satu angka. Tidak ada bedanya dengan jarum jarum detik dan jarum menit pada jam. 

Skalanya sendiri dari yang terkecil adalah 1:100 atau sama dengan 0,01 mm. Prinsip kerjanya adalah gerak lurus dari spindel diubah menjadi gerak berputar. Oleh karena itulah yang diperhatikan pergerakannya adalah jarum. 

Mengenal Fungsi Dial Indicator

Dial gauge memiliki beberapa fungsi dalam pengukuran mesin. Berikut ini beberapa pemaparan soal fungsi lengkapnya. 

  • Pengukuran Kerataan Bidang Datar 

Fungsi yang pertama ini sama seperti pengertiannya yaitu mengukur kerataan permukaan dari bidang datar. Misalnya saja ketika teknisi harus mengecek kerataan permukaan rem cakram dan flywheel. 

Kedua komponen yang akan bergesekkan ini perlu permukaan yang rata sehingga dapat bekerja dengan baik. Ketika permukaannya diukur dengan dial indicator ternyata tidak rata, maka perlu perbaikan dengan pembubutan.

  • Pengukuran Kerataan dan Kebulatan Permukaan Poros

Selain untuk permukaan bidang datar, fungsi dial indicator adalah untuk mengukur kebulatan dari poros. Beberapa jenis poros yang digunakan pada kendaraan seperti crank journal pada crankshaft. 

Ada juga cam journal di camshaft yang perlu diukur apakah permukaannya tetap bulan dan juga rata. Komponen ini tidak boleh berubah bentuk seperti menjadi oval atau memiliki tekstur kasar. 

  • Pengukuran Kesejajaran Permukaan

Kesejajaran permukaan pada mesin saat proses pembuatan juga harus dicek dengan dial gauge. Beberapa komponen yang harus diukur antara lain liner projection pada mesin diesel. 

Fungsi dari liner projection adalah membandingkan ketinggian liner projection yang baru. Perbandingkan kesejajaran dilakukan dengan permukaan cylinder block agar tahu ketebalan gasket yang diperlukan. 

Tak hanya liner projection, piston protrusion juga perlu dicek kesejajaran permukaannya sehingga memperoleh ketinggian ideal dari pabrik. Kesejajaran diukur antara silinder head dengan puncak kepala piston ketika pemasangan. 

  • Pengukuran Run Out Poros 

Beberapa komponen lain seperti poros propeller juga harus diukur kembali setiap kali servis atau tune up. Dial indicator akan memudahkan teknisi mengetahui komponen lurus atau bengkok. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya