Tips & Trik

Catalytic Converter Mobil: Pengertian dan Fungsinya

PUBLISHED DATE : 24 Agustus 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/16__IGNIS_(1).jpg

16._IGNIS__2_

Tiga Jenis Sistem Catalytic Converter Mobil 

Sistem yang berfungsi besar dalam menyaring polutan ini juga terdiri dari tiga jenis yang berbeda. Masing-masing jenis dan penjelasannya adalah sebagai berikut. 

  • Oxidation Catalyst

Pada tipe yang pertama ini atau disebut juga dengan CCO. Di mana bekerja dengan mereaksikan Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) dengan oksigen. Hasilnya adalah gas buang berupa CO2 dan H20 yang tidak memiliki potensi polusi besar. 

Oksidasi akan terjadi dengan efisien ketika terdapat kelebihan oksigen pada bagian exhaust manifold. Harus selalu ada udara murni yang masuk ke converter. Hanya saja tipe ini tidak mengurangi Nitrogen Oksida (NOx) dalam kapasitas besar.   

  • Three Way Catalyst

Tipe yang kedua adalah yang paling ideal karena semua polutan dari CO, HC dan juga NOx dapat diubah menjadi zat non polusi. Hanya saja supaya alat ini bisa bekerja dengan maksimal, harus ada syarat yang perlu dipenuhi. 

Syaratnya adalah udara serta bensin harus memiliki nilai yang sedekat mungkin. Apabila berhasil, maka akan membuat purification rate yang cukup tinggi. 

  • Three Way Catalyst dan Oxidation Catalyst

Tipe catalytic converter yang ketiga ini adalah kombinasi dari sistem pertama dan kedua. Sistem ini mampu menghasilkan lebih banyak polusi udara karena mengandalkan sistem emission control dan sistem oxidation catalyst. 

Gejala Kerusakan pada Catalytic Converter Mobil

Demi mengurangi polusi, komponen catalytic ini harus dijaga performanya. Mulailah dengan menggunakan jenis bahan bakar oktan tinggi. Biasanya adalah di atas 90 sehingga kandungan timah juga semakin sedikit. 

Cara ini cukup efektif dalam meminimalisir kerusakan logam katalisator. Namun karena memiliki usia pakai sekitar 10 tahun, Anda harus mengetahui kapan komponen ini mengalami kerusakan. Pada saat rusak ada beberapa gejala yang bisa dideteksi. 

Berikut ini beberapa gejala kerusakan pada catalytic converter yang bisa Anda amati. 

  • Tenaga Mesin Mobil Berkurang

Gejala pertama yang sering dirasakan adalah mesin mobil tidak bertenaga. Alasannya karena sirkulasi gas buang yang seharusnya terjadi pada katalisator tidak bekerja. Akhirnya mesin akan menimbulkan getaran berlebih. 

Apabila Anda membiarkan gejala ini terus menerus atau justru tidak merasakannya, maka akan membuat mesin overheat dan mati. 

  • Daya Akselerasi Mobil Menghilang

Apakah Anda merasa laju mobil semakin menurun? Khususnya pada saat melewati jalanan menanjak. Ketika Anda merasakan hal ini, maka efek lain yang muncul adalah bahan bakar semakin boros. 

Karena tidak ada penyaringan emisi gas buang, maka bahan bakar yang digunakan akan berlebihan. Masalahnya bisa berada pada catalytic converter yang mengalami penyumbatan. 

Cara mengeceknya pun mudah, nyalakan mesin mobil dan biarkan transmisi di posisi netral. Kemudian tekan pedal gas hingga ke angka sampai 2000. Kemudian cek pada ujung knalpot. Jika terasa sangat panas, maka terjadi penyumbatan. 

  • Muncul Bau Busuk dan Asap Knalpot Pekat

Pada saat Anda mengecek bagian knalpot, bukan hanya gas buang terasa panas. Anda juga akan mencium bau busuk yang keluar. Asap kendaraan yang seharusnya berwarna putih juga akan berubah menjadi lebih hitam. 

Artinya tidak ada penyaringan yang baik terhadap gas buang dari ruang pembakaran mesin. Jika sampai bau sudah muncul, dapat dipastikan masalahnya adalah pada catalytic. 

Boros bahan bakar, muncul bau pada knalpot, dan asap pekat. Dilihat dari tiga hal ini saja sudah membuat Anda harus segera membawa mobil ke bengkel Suzuki terdekat. Tujuannya supaya teknisi bisa langsung mengecek kerusakan. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya