Tips & Trik

Apa Itu Uji Kir Mobil? Ini Syarat dan Cara Mendaftarnya

PUBLISHED DATE : 07 Juni 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Mobil_sx4_(2).jpg

Bagi Anda yang memiliki kendaraan niaga perlu untuk tahu mengenai Kir. Kir adalah hal wajib yang harus diikuti oleh semua pemilik kendaraan yang difungsikan sebagai angkutan. Jadi bukan hanya perpanjangan pajak kendaraan tahunan saja yang harus diperhatikan. 

Aturan untuk melakukan Kir juga sudah ditetapkan oleh Undang-Undang. Ada beberapa jenis kendaraan yang terdaftar untuk melakukan Kir rutin. Apabila tidak mengikutinya tentu ada sanksi yang dibebankan. Kenali lebih jauh mengenai Kir dalam penjelasan di bawah ini. 

Apa Itu Uji Kir Mobil? 

Berasal dari bahasa Belanda Keur, kir adalah proses kegiatan yang dilakukan untuk menguji kelayakan dari kendaran secara teknis. Apakah nantinya kendaraan layak digunakan di jalan raya atau tidak, semuanya tergantung pada hasil Kir. 

Baca Juga : Cek Rutin Komponen Mobil Berikut Setelah Perjalanan Jauh

Pelaksanaan Kir dilakukan setiap enam bulan sekali (lebih sering dibandingkan perpanjangan STNK). Semua kendaraan yang fungsinya untuk mengangkut penumpang, barang, bahkan keduanya dan plat kuning atau hitam wajib melakukan Kir. 

Undang-Undang yang mengatur soal kir mobil adalah Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 53 ayat 1. Sedangkan pada ayat 2 tertulis mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan saat pengujian. 

Bahkan apa saja yang diujikan dan menjadi syarat uji kelayakan juga diatur pada pasal 54 dan 55. Masalah uji Kir ini juga tertulis dalam Peraturan menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 133/ 2015. 

Baca Juga : Ini Penyebab AC Mobil Tidak Dingin Hanya Keluar Angin

Isinya mengenai Pengujian berkala kendaraan bermotor serta pengujian wajib dilakukan usai mendapatkan STNK. Selain itu surat hasil uji Kir hanya bisa berlaku enam bulan ke depan yang artinya setahun kendaraan perlu uji Kir dua kali. 

Tentu saja kendaraan yang tidak melakukan uji Kir ini akan mendapatkan sanksi. Soal sanksi ini juga tertulis dalam UU LLAJ pasal 76 ayat 1. Ada empat sanksi yang diberlakukan yaitu peringatan tertulis, pembayaran denda, pembekuan izin dan pencabutan izin. 

Sanksi akan diberikan bertahap mulai dari diperingatkan sampai izin kendaraan dicabut. Sanksi ini akan diberikan pada semua jenis kendaraan tanpa terkecuali, jika terbukti melanggar kegiatan uji Kir. 

Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Mengikuti Uji Kir Mobil

Baca Juga : Begini Cara Paling Mudah Memilih Warna Velg Mobil

Setelah mengetahui betapa pentingnya mengikuti uji Kir kendaraan, tentu Anda sebagai pemilik harus mematuhi peraturan ini. Uji Kir sendiri bertujuan untuk memastikan agar kendaraan masih berfungsi dengan baik. 

Sangat berbahaya mengabaikan soal uji Kir karena selain sanksi juga membahayakan para pengguna jalan. Misalnya saja ternyata kendaraan sudah tidak layak lagi untuk digunakan mengangkut penumpang karena bagian roda bermasalah. 

Hal ini bisa menimbulkan masalah seperti kecelakaan yang membahayakan banyak nyawa. Oleh karena itu Anda tidak boleh mengabaikan masalah ini. Jenis kendaraan yang perlu mengikuti uji kir adalah sebagai berikut:

  1. Mobil sewa. 
  2. Taxi.
  3. Mobil penumpang manusia atau mobil untuk ojek online termasuk travel, 
  4. Bus. 
  5. Mobil dan truk untuk mengangkut barang. 
  6. Seluruh macam truk. 
  7. Mobil pick up.
  8. Kendaraan khusus seperti truk gandeng. 

Nah bagi Anda yang memiliki salah satu atau semua kendaraan ini sudahkah mengikuti uji Kir secara rutin? Jika Anda belum mengikutinya atau sedang bersiap, ketahui dulu apa saja syarat yang harus dipenuhi. 

Syarat yang perlu dipenuhi biasanya berupa dokumen kendaraan. Anda bisa mengajukan atau menyerahkan berkas pendaftaran ini di tempat Pengujian Kendaraan bermotor. Biasanya berada di Dinas Perhubungan sekitar. 

Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Anda mendaftarkan diri untuk mengikuti uji Kir. 

  1. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atau BPKB
  2. Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK
  3. KTP dari pemilik kendaraan
  4. Surat kuasa apabila yang mengajukan Kir bukan pemilik langsung
  5. Apabila mobil untuk angkutan umum harus menyertakan izin trayek
  6. Sertifikasi registrasi uji tipe atau pengesahan rancang bangun dari kendaraan (SRUT)
  7. Bukti telah membayar biaya untuk uji Kir. 

Syarat ini harus disediakan bagi Anda yang ingin mengajukan Kir pertama kali setelah enam bulan mendapatkan STNK kendaraan. Jangan lupa untuk semua dokumen yang dipersiapkan asli dan juga fotokopi. 

Berbeda dengan syarat untuk pertama kali mengikuti uji Kir, bagi Anda yang sudah pernah mengikuti Kir dan ingin memperpanjangnya, syarat yang dibutuhkan berbeda. Syaratnya lebih sedikit dan mudah untuk dipersiapkan yaitu sebagai berikut ini. 

  1. STNK kendaraan yang masih berlaku
  2. Buku Kir yang lama dan hampir habis masa berlakunya
  3. Bukti pembayaran untuk mengikuti ujian Kir.
Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya