Tips & Trik

Apa Itu Idle Dalam Dunia Otomotif?

PUBLISHED DATE : 28 Januari 2021

Eriga (1)

Secara umum Idle adalah diam. Diam yang dimaksud adalah kondisi stasioner di mana energi yang digunakan hanya sedikit atau ketika kendaraan berjalan pelan. 

Dunia otomotif memiliki istilah-istilah asing yang jarang dipahami oleh banyak orang. Salah satunya adalah istilah idle.

Tahukah Anda apakah idle itu? Idle adalah diam. Namun, diam bagaimana yang dimaksudkan dalam dunia otomotif? Simak ulasan berikut mengenai idle tersebut.

Pengertian Idle Dalam Dunia otomotif

Idle bisa juga disebut dengan langsam. Langsam berasal dari bahasa Belanda dan disebut dengan langzaam, yang artinya adalah diam.

Diam yang dimaksud dalam dunia otomotif ini adalah kondisi stasioner. Yakni, kondisi di mana energi yang digunakan hanya sedikit atau ketika kendaraan berjalan pelan.

Ada pula yang mengartikan idle sebagai kondisi di mana mesin memiliki putaran yang normal serta gas tidak dalam keadaan ditekan atau yang bisa disebut dengan RPM. Selain RPM ada juga istilah yang lain dan disebut dengan idle up.

RPM Idle

RPM merupakan singkatan dari round per minute, artinya jumlah putaran yang terjadi dalam kurun waktu satu menit. Pada kondisi normal kendaraan dalam satu menit akan berputar 800 sampai dengan 900 round. Itu adalah kondisi normal yang disetel dari pabrik.

Baca Juga : Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Rem Blong Pada Mobil

Dalam kondisi idle, maka RPM idle sekitar 600 sampai dengan 750 round. Kondisi ini berbeda-beda tentunya, bergantung pada karakter tiap mesin kendaran. Hal ini disebabkan setelan mesin dari masing-masing pabrik berbeda, karena ada yang disetting 800 dan ada pula yang sampai 900.

RPM idle juga bisa digunakan untuk melakukan deteksi apakah pengaturan campuran antara udara serta bahan bakar sudah sesuai mesin atau tidak. Ketidaksesuaian ukuran bisa menyebabkan mesin menerima bahan bakar yang melebihi kebutuhan.

Cara melihatnya bisa dengan melihat RPM idle, ketika gas tidak ditekan. Apabila RPM tetap stabil maka pengaturannya sudah sesuai. Jika RPM naik padahal gas tidak ditekan, maka pengaturan perbandingan tidak sesuai, atau melebihi takaran.

Idle Up

Idle up adalah istilah lain yang terdapat dalam dunia otomotif mengenai idle. Berbeda dengan RPM Idle yang terjadi ketika mesin tidak mendapatkan tekanan. Bisa diartikan pula bahwa idle up adalah kondisi mesin ketika mendapatkan beban tambahan.

Beban tambahan ini bermacam-macam, bisa berupa AC mobil yang dinyalakan, kemudian lampu depan yang dihidupkan, atau bisa juga ketika setir diputar saat kendaraan dalam kondisi menggunakan pompa power steering. Intinya, idle up adalah kenaikan sedikit dari RPM idle.

  • Fungsi Idle Up

Tujuan dari penggunaan idle up adalah mencegah mesin mati mendadak ketika mesin memperoleh beban tambahan. Terlebih lagi ketika pedal gas tidak diinjak atau digunakan.

Cara kerja sistem idle up adalah dengan melakukan kontrol idle pada mesin yang bekerja ketika mendapatkan beban tambahan.

Secara sederhana, dapat dikatakan sistem idle up ini gunanya untuk menaikkan putaran pada mesin ketika mesin mendapatkan beban tambahan seperti AC. Mesin akan mengalami kenaikan beban mesin serta kelistrikan ketika AC menyala.

Jika sistem idle up tidak mampu untuk bekerja dengan baik, hal ini akan menyebabkan RPM mesin menurun ketika AC dinyalakan.

Apabila RPM mesin menurun, maka mesin menjadi lebih cepat mati. Peralatan idle up pada mesin sendiri berbeda-beda, tergantung tipe serta bahan bakar yang digunakan.

  • Jenis Idle Up

Idle up pada mesin yang masih menggunakan karburator atau bakar secara konvensional maka peralatan idle up yang digunakan adalah VSV atau Vacuum Switching Valve. Peralatan lain yang juga digunakan adalah actuator.

Actuator ini fungsinya untuk membuka katup throttle supaya penghisapan udara oleh mesin bertambah. Apabila penghisapan udara semakin  bertambah, maka putaran mesin juga akan semakin meningkat.

Selanjutnya, Idle up yang terdapat pada mesin yang menggunakan EFI sedikit berbeda. EFI adalah mesin dengan sistem bahan bakar yang digunakan adalah sistem injeksi.

Sistem ini masih sama menggunakan VSV namun peralatan tersebut ditambah dengan diafragma atau membran. Fungsi dari diafragma ini supaya udara bisa masuk lewat surge tank.

ECU selanjutnya akan melakukan penambahan injeksi bahan bakar menurut jumlah udara yang masuk. Sistem injeksi yang sudah menggunakan ISC akan membuat pertambahan udara yang digunakan oleh sistem idle up dikontrol langsung oleh ECU.

Eriga__2_

Komponen Pemutar Idle

Komponen yang digunakan untuk memutar idle adalah ISC. Komponen ini digunakan pada kendaraan yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi atau EFI. ISC merupakan kepanjangan dari Idle Speed Control dan komponen ini terpasang pada bagian throttle body.

Baca Juga : Jenis-jenis Klakson Mobil: Suara yang Tepat untuk Kendaraan Anda

Selain ISC, komponen pengatur idle pada teknologi kendaraan yang paling baru adalah ETCS. Dua komponen tersebut mempunyai fungsi dan cara kerja masing-masing.

Idle up pada mesin konvensional menggunakan ICS, akan tetapi pada mesin kendaraan yang lebih terbaru digunakan sistem ETCS-i. Sistem ini menggunakan komputer yang digunakan untuk melakukan control pada throttle valve agar bisa membuka secara elektronik.

Bukaan pada throttle valve konvensional masih menggunakan kabel dari pedal gas ke throttle valve supaya bisa membuka atau menutup. Akan tetapi pada sistem ETCS-I ini, fungsi kabel dihilangkan sehingga ECU mesin mempergunakan motor control throttle.

Motor control throttle ini digunakan dengan tujuan melakukan pengaturan terhadap sudut bukaan pada jumlah optimal. Hal ini sebagai bentuk respon pada tingkat diangkatnya pedal gas.

Pendeteksi bukaan pada pedal gas adalah accelerator pedal position sensor. Kemudian, throttle position sensor digunakan untuk mendeteksi bukaan pada throttle valve.

Mengenal Fungsi ISC

Fungsi dari komponen ini adalah untuk melakukan pengaturan agar putaran pada sistem idle sesuai dengan perintah ECU.

ISC ini juga merupakan komponen yang penting dalam sistem bahan bakar EFI, karena tugasnya yang berkaitan untuk melakukan pengaturan volume udara yang masuk. Fungsi ISC secara lebih lengkap bisa dilihat pada daftar berikut.

  • Membuat putaran mesin menjadi naik, ketika mesin dalam kondisi dingin atau pertama kali dihidupkan. ISC biasanya akan membuat RPM mesin naik menjadi 2000, kemudian juga akan membuat katup ISC terbuka lebih besar, menyesuaikan perintah ECU.
  • Melakukan pengaturan jumlah atau volume udara yang masuk pada intake manifold ketika pedal gas tidak ditekan atau yang biasa disebut dengan throttle valve tertutup.
  • Melakukan penyesuaian putaran pada sistem idle mesin secara otomatis dalam segala situasi dan kondisi.
  • Membuat putaran mesin menjadi naik ketika mesin mendapatkan beban tambahan.
  • Membuat putaran mesin tetap terjaga kestabilannya ketika AC mobil mulai dinyalakan, dan jika fungsi idle up ini tidak bekerja, mesin menjadi bergetar karena pertambahan beban pada mesin supaya bisa memutar kompresor AC.

Hal-hal yang Mempengaruhi Kinerja ISC

  • Sensor MAF (Mass Air Flow)

Sensor ini berfungsi untuk memberikan kiriman mengenai data massa atau volume udara menurut alirannya.

  • Sensor CKP

CKP memiliki kepanjangan. Crankshaft Position Sensor yang fungsinya adalah melakukan pengukuran terhadap RPM mesin atas imbal balik kinerja dari ISC sistem.

  • Sensor TPS (Throttle Position Sensor)

Sensor yang satu ini berguna untuk menentukan sudut pembukaan katup gas menurut posisi katupnya.

Berita Lainnya