Sering Gonta-Ganti BBM? Ini Efeknya

15 Juni 2018
Share to

Saat melakukan pengisian bahan bakar, ada banyak pilihan bahan bakar yang bisa dipilih, seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus, dan lainnya. Bahkan beberapa SPBU masih ada yang menyediakan Premium, meskipun jumlahnya sudah sangat terbatas.

Nah, saat jenis bahan bakar yang biasa kita gunakan sudah habis, sementara kondisi tangki kendaraan sudah sangat kritis, biasanya orang-orang akan memilih untuk menggunakan jenis BBM lainnya. Misal, jika biasa menggunakan Pertalite, maka langsung diganti dengan Pertamax.

Kira-kira berbahaya tidak gonta ganti BBM seperti ini?

Kalau hanya satu kali sebagai pengisi kekosongan, sepertinya tidak ada masalah. Pasalnya, semua jenis bahan bakar pada dasarnya memiliki unsur penyusun yang sama di atas rantai hidrokarbon, sehingga tidak masalah jika 1-2 jenis bahan bakar mengalami tercampur dalam satu tangki.

Kalau ingin beralih ke bahan bakar lama, Anda tinggal tunggu dulu bahan bakar pengganti habis, setelah itu baru isi dengan bahan bakar lama. Atau kalau mau ganti dengan bahan bakar baru pun boleh. Dengan catatan, Anda harus konsisten!

Yang jadi masalah, banyak orang yang justru seenaknya gonta-ganti BBM. Hari ini pakai Pertamax, besoknya pakai Pertaltite, ganti lagi pakai Premium, dan lainnya. Selain itu, ada juga suka mencampur Premium dengan Pertamax untuk mendapatkan bahan bakar setara dengan Pertalite.

Cara-cara inilah yang sangat berbahaya. Pasalnya, tiap mesin punya nilai kompresi yang berbeda, dan umumnya sudah disesuaikan dengan bahan bakar yang ada di pasaran. Nah saat bahan bakar yang biasa digunakan ini diganti, otomatis mesin akan menyesuaikan kembali kompresinya.

Peralihan yang sangat cepat inilah yang bisa mendatangkan dampak buruk bagi mesin, salah satunya masalah performa yang loyo, mesin mudah rusak dan bahkan sulit dihidupkan.

Hal yang sama pun berlaku saat Anda sering gonta-ganti BBM dari merek satu ke merek lainnya, misalnya dari Pertamina ke Shell. Pasalnya, tiap produsen punya konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.

Jadi intinya, kalau mau ganti, sebaiknya ganti sekalian dan konsisten dengan bahan bakar pengganti tersebut. Jangan dicampur-campur!