Bagikan
Sistem transmisi memungkinkan mobil Anda untuk bergerak. Sistem tersebut mengonversi torsi dan putaran atau kecepatan dari mesin menjadi kecepatan dan torsi yang berbeda untuk diteruskan kepada penggerak akhir.
Proses konversi tersebut memungkinkan adanya perubahan kecepatan putar tinggi menjadi rendah dan bertenaga, maupun sebaliknya.
Sistem transmisi sendiri memiliki beberapa jenis. Setidaknya ada lima jenis transmisi yang umum digunakan untuk kendaraan mobil. Apa saja? Silakan simak informasinya.
Fungsi Sistem Transmisi Mobil
Sebelum memahami jenis-jenis sistem transmisi mobil, mari memahami fungsinya terlebih dahulu:
- Bertugas untuk meneruskan tenaga yang sudah dihasilkan oleh mesin dari komponen kopling kepada poros propeller.
- Sebagai pencipta momen yang dihasilkan oleh mesin. Terdapat penyesuaian kebutuhan, baik dari segi beban atau kondisi jalan.
- Memungkinkan kendaraan seperti mobil untuk berjalan mundur
- Kendaraan bisa berhenti walaupun mesin sedang menyala
Berbagai Jenis Sistem Transmisi Mobil
Secara garis besar ada dua jenis sistem transmisi yaitu manual dan matic. Untuk sistem transmisi mobil manual ada tiga jenis, yaitu sliding mesh, constant mesh, dan synchromesh. Berikut penjelasan lebih detailnya:
1. Sistem Transmisi Manual Jenis Sliding Mesh
Cara kerja dari sistem transmisi sliding mesh adalah menggerakan roda gigi agar bisa mengatur percepatan output.
Namun kini sliding mesh tidak digunakan lagi karena alasan tertentu. Alasan tersebut adalah karena saat ada putaran tinggi, dua roda gigi yang dikaitkan menghasilkan putaran yang berbeda.
Kondisi tersebut menyebabkan perpindahan gigi tidak mulus dan mengganggu pengemudi mobil.
2. Sistem Transmisi Manual Jenis Constant Mesh
Jenis sistem transmisi manual yang kedua adalah constant mesh. Untuk bekerja constant mesh membutuhkan kopling untuk melakukan perpindahan dari poros input ke output.
Proses tersebut membutuhkan keterkaitan roda gigi yang menetap. Cara kerjanya memang lebih rumit dari jenis sebelumnya. Alasannya karena ketika mesin mobil hidup, poros input kemudian memutar counter gera.
Akhirnya output gear yang terhubung bisa mengambang dan saat berputar, poros output justru tidak berputar.
3. Sistem Transmisi Manual Jenis Synchromesh
Penggunaan jenis synchromesh ini amat umum karena sebagian besar mobil menggunakannya. Alasannya karena perpindahan gigi yang terjadi lebih mulus.
Cara kerjanya mirip dengan constant mesh. Perbedaannya terletak di komponen. Di dalam clutch hub terdapat komponen ring sycnronisher.
Fungsinya untuk menyamakan putaran hub sleep dengan output gear saat keduanya belum saling terkait. Hasil yang didapatkan adalah perpindahan mobil akan lebih halus.
4. Sistem Transmisi Otomatis CVT
Transmisi Continous Variable Transmission (CVT) ini memanfaatkan pulley dan fokus pada konsumsi bahan bakar.
Di dalam CVT umumnya ada sepasang pulley. Komponen tersebut mengikuti putaran mesin dari mobil. Pulley disambungkan oleh sabuk baja untuk menggerakkannya.
Sistem transmisi CVT makin populer karena konsumsi bahan bakar yang dihasilkan lebih baik jika dibandingkan torque converter.
Kelebihan lainnya dari sistem transmisi CVT adalah perpindahan gigi yang halus, nyaman digunakan, suara mesin tidak berisik, bahan bakar irit, dan putaran mesin terjaga baik..
Sementara itu untuk kekurangannya antara lain: Lamban saat dikendarai, tidak cocok untuk performa ugal-ugalan, penggantian oli berkala, kurang cocok untuk medan tanjakan yang tajam.
5. Sistem Transmisi Otomatis Automatic Gear Shift
Konsep dari sistem transmisi automatic gear shift adalah mengintegrasikan aktuator hidrolik yang proses operasinya lewat Electronic Control Unit (ECU) dan Transmission Control Module (TCM). ‘
Keduanya bertugas sebagai pengontrol kinerja kopling dan perpindahan gigi. Proses tersebut disesuaikan dengan putaran dari mesin.
Cara kerjanya memang mirip dengan sistem transmisi manual, yang membedakan dalam transmisi ini tidak ada pedal ketiga.
Komponen-Komponen Utama di dalam Sistem Transmisi Mobil

Walaupun terdapat banyak jenis sistem transmisi, tetapi secara umum terdapat komponen utama yang dimiliki semua jenis transmisi. Berikut beberapa komponen utama yang dapat Anda temukan di dalam sistem transmisi:
1. Main Gear
Komponen pertama ada main gear yang letaknya di main shaft. Terdapat perantara bearing di sana.
Untuk jumlahnya sesuai dengan tingkat kecepatan yang dimiliki transmisi. Fungsi main gear sendiri memungkinkan kesesuaian tingkat kecepatan gear ratio dan counter gear.
2. Counter Gear
Komponen satu ini terdiri dari beberapa gear yang menjadi satu. Jumlahnya sendiri disesuaikan dengan tingkat kecepatan.
Sementara itu untuk fungsi utamanya adalah memindahkan putaran dari input shaft atau main drive gear ke main gear. Kemudian menciptakan gear ratio.
3. Input Shaft
Komponen input shaft menjadi satu dengan main drive. Fungsinya sebagai pemindah putaran dari clutch ke counter gear.
4. Reverse Idler Fear Shaft
Fungsi dari komponen sistem transmisi satu ini adalah penghubung antara main reverse gear dengan counter gear. Tujuannya agar putaran main reverse gear bisa berlawanan dari input shaft.
5. Main Shaft
Bersamaan dengan input shaft, main shaft bisa berputar bebas. Alasannya karena dihubungkan dengan bearing. Fungsi dari main shaft sendiri sebagai output transmisi serta pemasangan main gear dan hub set.
6. Interlock System
Komponen utama sistem transmisi yang terakhir adalah interlock system yang berfungsi sebagai pengunci transmisi. Tujuannya agar hanya terdapat satu gear yang masuk dan sesuai dengan tingkat kecepatan.
Cara Kerja Sistem Transmisi
Memang ada beberapa jenis sistem transmisi dengan cara kerjanya yang berbeda-beda. Namun secara umum cara kerja sistem transmisi juga sama dan cukup sederhana. Sistem transmisi bekerja dengan berdasarkan rasio dari roda gigi.
Ketika mobil menanjak, maka memerlukan torsi yang lebih besar agar bisa menahan beban mobil.
Dengan demikian mobil melakukan reduksi kecepatan putaran lewat transmisi tanpa mengubah daya yang digunakan. Kemudian jika mobil butuh torsi rendah, maka kecepatan putaran akan meningkat.
Perawatan Sistem Transmisi Mobil
Memastikan kondisi sistem transmisi tetap bagus sangat penting. Oleh karena itu pastikan Anda melakukan perawatan seperti berikut ini:
- Penggantian oli transmisi secara teratur dan sesuai jadwal yakni setiap 30.000 kilometer hingga 50.000 kilometer
- Menggunakan oli transmisi yang berkualitas
- Pengaturan kopling dengan tepat sesuai dengan standar pabrikan
- Memastikan penggunaan suku cadang yang asli agar mesin dan struktur transmisi bekerja secara maksimal
- Melakukan perpindahan gigi dengan tepat. Biasanya ditandai dengan suara ‘klek’ halus
- Segera melakukan perbaikan jika terjadi masalah
Ciri-Ciri Sistem Transmisi Mengalami Kerusakan
Ada tiga tanda utama yang menunjukkan bahwa sistem transmisi harus segera diperbaiki, yakni:
- Respon yang lambat saat perpindahan
- Terjadi kebocoran pada cairan transmisi
- Timbul bau seperti terbakar
- Muncul bunyi seperti mendengung dari sistem transmisi
- Mobil bergetar
- Kesulitan berpindah gear
- Muncul bunyi yang berisik ketika posisi netral
- Terjadi slip pada gear
Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut maka segera bawa ke bengkel karena jika dibiarkan akan menyebabkan susah melakukan perpindahan gigi dan risiko slip ketika berkendara.
Lakukan pemeriksaan mobil Anda termasuk pada sistem transmisi secara rutin di bengkel resmi Suzuki. Kunjungi suzuki.co.id untuk informasi lebih lanjut.