Tips & Trik

Ternyata Ini Fungsi Oil Cooler, Jenis & Cara Kerjanya

PUBLISHED DATE : 08 Januari 2022

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/152547118_s.jpg

Panas pada mesin mobil perlu dikontrol dengan benar agar tidak terjadi overheat. Selain menggunakan sistem pendingin radiator, oil cooler juga turut membantu mendinginkan beberapa komponen. 

Sayangnya masih banyak yang belum memahami soal fungsi oil cooler ini secara lengkap. Apalagi merawatnya dengan baik, padahal jika komponen ini mengalami kerusakan, mesin akan cepat panas. 

Kenali apa fungsi dari oil cooler  secara lengkap di sini. 

Apa Saja Fungsi Oil Cooler? 

Baca Juga : Shock Breaker Amblas, Masih Bisakah Diperbaiki?

Oil cooler tidak hanya terdapat pada mesin mobil tetapi juga motor. Apa fungsi dari oil cooler pada sistem pelumasan? Sesuai dengan namanya, komponen ini berfungsi untuk mendinginkan oli. 

Seperti yang Anda ketahui, bahwa setiap mesin membutuhkan oli untuk melumasi kinerja mesin. Namun oli juga memiliki fungsi lain untuk mendinginkan mesin dengan menyerap panasnya. 

Otomatis oli akan memiliki suhu yang lebih tinggi setelah melumasi mesin. Disinilah fungsi oil cooler bekerja, yaitu untuk mendinginkan oli sehingga dapat kembali lagi digunakan untuk melumasi mesin. 

Baca Juga : Oli Bekas atau Chain Lube untuk Lumasi Rantai Motor?

Oli mesin yang sudah memiliki suhu lebih panas maka tingkat kekentalan atau viskositasnya akan menurun. Artinya oli akan menjadi lebih cair menandakan kualitas menurun dan tidak akan bekerja optimal melumasi mesin

Namun oli yang cair tersebut akan masuk ke dalam oil cooler dan didinginkan. Panas dari oli akan dikembalikan ke udara atau pada cairan cooler sehingga viskositasnya kembali normal. 

Usai memiliki viskositas normal, oli akan dikembalikan ke dalam mesin kembali. Proses ini akan terus berputar ketika mesin dinyalakan dan kendaraan berjalan. 

Baca Juga : Mengenal Jenis Cairan yang Dibutuhkan oleh Mobil

Apabila dilihat dari cara kerjanya, maka fungsi oil cooler lainnya adalah juga untuk mempertahankan kualitas oli sehingga bisa digunakan lebih lama. Ketika komponen ini rusak, maka oli akan lebih boros dan mesin cepat panas. 

Jenis Pendinginan Pada Oil Cooler 

Dilihat dari fungsi oil cooler tersebut, maka proses pendinginan dibedakan menjadi dua jenis pendinginan. Jenis ini juga yang akan membedakan bentuk dari komponen oil cooler. 

Apa saja jenisnya bisa Anda simak berikut ini. 

  1. Jenis Pendinginan Air

Pada jenis yang pertama ini artinya proses pendinginan mengandalkan air atau cairan pendingin. Air tersebutlah yang akan bekerja untuk menyerap atau pelepasan panas dari oli. 

Apabila dilihat dari komponennya, oil cooler biasanya berada di sebuah tabung air pendingin. Oil cooler pun akan teredam dan diselimuti air pendingin yang akan menyerap panas. 

Tujuannya juga supaya oli tidak bercampur dengan air pendingin dan bisa kembali ke viskositas semula dengan lebih cepat. 

    2. Jenis Pendinginan Udara 

Pada jenis yang kedua ini justru mengandalkan udara untuk menyerap panas dari oli. Panas akan dilepaskan langsung ke udara melalui komponen pendinginnya yang berbentuk mirip radiator. 

Terdapat sirip-sirip udara serta core yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya oli ketika proses pendinginan bekerja. Melalui komponen inilah fungsi oil cooler bisa bekerja dengan optimal. 

Bagaimana Cara Kerja Oil Cooler?

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya