Tips & Trik

Jangan Tertukar, Ini Perbedaan AC dan DC pada Motor

PUBLISHED DATE : 23 Oktober 2020

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/ac_dc.jpg

Perbedaan ac dan dc terlihat dari cahaya lampu pada kelistrikan ac bakal redup saat mesin sedang idle dan DC akan langsung menyala ketika on.

Masih bingung perbedaan AC dan DC yang keduanya sama-sama penting untuk kendaraan? Perlu Anda ketahui, AC merupakan singkatan dari Alternating Current dan DC singkatan dari Direct Current.

Antara kelistrikan AC dan DC, keduanya memiliki perbedaan dan banyak orang awam yang masih bingung terkait perbedaan tersebut. Supaya tidak bingung lagi, yuk simak penjelasan berikut ini tentang perbedaan, kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Perbedaan AC dan DC Dalam Kelistrikan Kendaraan

Baca Juga : Perlukah Rutin Melakukan Pembilasan Oli Motor?

Sistem kelistrikan yang terdapat pada kendaraan motor ada dua jenis, yakni kelistrikan AC dan DC. AC merupakan sistem kelistrikan yang mengandalkan gerakan poros engkolnya saja. Jadi, energi listrik yang dibutuhkan mengikuti putaran mesinnya.

Bagi Anda yang memiliki kendaraan sepeda motor, penting kiranya mengetahui tentang kelistrikan ini, apalagi perbedaan AC dan DC. Tujuannya agar Anda tidak melakukan kesalahan ketika hendak melakukan perbaikan dan penggantian komponen mesin.

Perbedaan AC dan DC paling mudah dipahami dari lampu motor bagian depan. Untuk ilustrasi perbedaannya bisa disimak di bawah ini.

  • Motor dengan Kelistrikan AC

Baca Juga : Penyebab Motor Tidak Ada Pengapian dan Cara Mengatasinya

Pada motor yang menggunakan kelistrikan AC, energi listrik pada lampu depan akan disuplai langsung oleh spul. Spul tersebut digerakkan oleh poros engkol dan seberapa besar arus yang diperlukan akan dikontrol oleh kiprok, agar bohlam tidak putus.

Selain itu, lampu depan yang menggunakan kelistrikan AC baru bisa menyala jika mesin telah dihidupkan. Besar kecilnya arus kelistrikan sangat bergantung pada putaran mesin motor.

Jika mesin berputar tidak cepat, maka lampu bagian depan akan meredup dan bahkan mati. Begitupun sebaliknya, jika mesin mengalami putaran, maka cahaya lampu akan terang.

Baca Juga : Kinclong, Ini Cara Mengkilapkan Mesin Motor Dengan Praktis

Oleh karena itu, pada sistem AC, saat mesin dalam kondisi langsam, cahaya pada lampu cenderung akan meredup. Lampu akan kembali terang setelah mesin kembali diputar di atas 2.000 rpm.

  • Motor dengan Kelistrikan DC

Berbeda dengan sistem AC, kelistrikan DC energinya disuplai langsung oleh aki dan kiprok fungsinya hanya mengisi dan menjaga kestabilan arus. Suplai listrik pada arus kelistrikan AC dari aki telah dialirkan ke semua komponen motor sebelum mesin kendaraan dinyalakan.

Oleh sebab itu, pada motor yang menggunakan kelistrikan DC, lampu bagian depannya akan menyala seketika saat kunci kontak diputar pada posisi ON. Ketika mesin kendaraan dinyalakan, secara otomatis listrik akan bertambah dan nyala lampu tidak akan meredup.

Lampu depan juga akan terang secara maksimal meskipun tanpa putaran mesin. Namun, pada kelistrikan DC seperti ini, dibutuhkan arus pengisian yang lumayan besar supaya aki tidak tekor. Hal ini karena biasanya kapasitas ampere yang dibutuhkan lebih besar dari kapasitas sistem AC.

Pada arus DC umumnya telah dilengkapi model fullwave. Karena itu, segala energi listrik yang dibutuhkan telah disuplai oleh aki. Sedangkan spul hanya berfungsi mengisi arus yang mengalir ke aki.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua motor yang menggunakan kelistrikan DC dilengkapi oleh fullwave. Namun, jika arusnya telah fullwave maka sudah bisa dipastikan motor tersebut menggunakan kelistrikan DC.

Pada dasarnya, semua sumber kelistrikan yang ada pada motor DC berasal dari aki. Spul hanya bertugas mengisi arus yang disalurkan ke aki. Namun, lampu depan motor DC zaman sekarang telah banyak yang menggunakan jenis LED (Light Emitting Diode).

Jika ada motor yang menggunakan lampu LED, maka bisa dipastikan motor tersebut menggunakan arus kelistrikan DC. Hal ini dikarenakan lampu jenis LED sangat membutuhkan kelistrikan yang stabil. Oleh karena itu, arus kelistrikan sangat mengandalkan listrik yang bersumber dari aki.

Kelebihan dan Kekurangan Kelistrikan AC dan DC

perbedaan_ac_dan_dc

Salah satu hal yang sangat penting pada sebuah kendaraan adalah sistem kelistrikannya. Pada umumnya, kelistrikan yang terdapat pada motor tidak seperti yang ada pada mobil karena motor memiliki arus listrik yang lebih sedikit.

Berbicara lebih lanjut tentang itu, perlu dipahami juga bahwa antara AC dan DC ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sedangkan penjelasan lebih lanjut tentangnya bisa Anda simak di bawah ini.

  • Kelebihan dan Kekurangan Arus Kelistrikan AC

Arus kelistrikan AC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan arus DC. Kelebihan tersebut diantaranya adalah, umur aki yang dimiliki motor akan lebih panjang dan tidak mudah soak. Hal ini disebabkan karena aki hanya dibebankan sistem starter saja.

Aki baru akan mengeluarkan arus listrik ketika starter ditekan. Setelah itu, energi listrik yang dihasilkan baru bisa digunakan, termasuk untuk menyalakan lampu depan kendaraan.

Pada arus AC, lampu motor bagian depan hanya bisa menyala ketika dibutuhkan saja dengan menyalakan tombol saklarnya. Jadi, ketika tidak dibutuhkan lampu tersebut tidak perlu dinyalakan. Selain itu, pengendara motor bisa mengubah tegangannya dengan menaikkan atau menurunkannya.

Di samping memiliki kelebihan yang sangat menonjol, arus kelistrikan AC juga memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut diantaranya adalah lampu yang menyala kurang stabil. Hal tersebut disebabkan karena daya yang digunakan bergantung pada mesin.

Dengan demikian, nyala lampu yang dihasilkan kurang begitu stabil dan tidak bisa maksimal. Karena energi listrik yang kurang stabil itulah nyala lampu juga sering terputus dan cepat mengalami kegosongan.

Nyala lampu yang tidak stabil juga akan membuat pengendara merasa kurang nyaman. Terlebih ketika pengendara mengendarai kendaraanya di malam hari atau di tempat-tempat gelap. Padahal, di saat seperti itu justru pengendara membutuhkan cahaya lampu cukup terang.

Selain itu, arus kelistrikan ini juga tidak dapat dipindahkan kemana-mana dikarenakan arus tersebut tidak tersedia pada sebuah wadah, seperti baterai dan sejenisnya.

  • Kelebihan dan Kekurangan Arus Kelistrikan DC

Secara sekilas, penggunaan arus DC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan AC dan kelebihan inilah yang membuat perbedaan AC dan DC semakin terlihat jelas. Kelebihan tersebut diantaranya adalah arusnya yang mudah dibawa kemana-mana.

Nyala lampu motor bagian depan juga lebih terang dan stabil. Komponen yang ada pada kendaran juga lebih awet karena arus yang digunakan stabil, seperti halnya bohlam. Kemungkinan terjadi kebakaran atau kerusakan pada bohlam pun sangat kecil, berbeda dengan arus listrik AC.

Terlebih bagi Anda yang menyukai dunia otomotif dengan modifikasi, kelistrikan DC menjadi arus yang sangat dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan berbagai macam variasi banyak yang memerlukan arus kelistrikan DC. Selain itu, arus tersebut juga mudah dimodifikasi.

Dibalik semua kelebihan yang dimilikinya, arus kelistrikan DC juga memiliki kekurangan. Secara umum, arus listrik DC memerlukan ampere dan pengisian lebih besar agar akinya tidak mudah tekor. Kecuali bagi motor matic yang ketika mengalami aki tekor masih sangat mudah diatasi.

Karena energi listriknya berasal dari aki, maka pasokan listrik yang dimiliki sangat terbatas dan aki telah diberi beban besar sebelum mesin dinyalakan. Oleh karena itu, bagi pemilik kendaraan yang menggunakan arus DC perlu melakukan pengisian secara berkala.

Motor yang menggunakan arus kelistrikan DC juga tidak dilengkapi dengan saklar lampu, sehingga lampu akan otomatis menyala ketika kunci kontak diputar ke posisi ON. Karena tidak ada saklar, aki pun umurnya lebih pendek.

Berita Lainnya