Tips & Trik

Ini Dia Cara Tambal Ban Tubeless Yang Efektif

PUBLISHED DATE : 28 Desember 2020

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Suzuki_Address.jpg

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, metode tip top ini adalah metode tambal ban dari dalam ban sehingga yang pertama harus dilakukan yaitu memisahkan ban dengan peleknya. Dengan memisahkan ban ini, kemungkinan benang ban mengalami kerusakan bisa diminimalisir.

  • Bersihkan Area yang Bocor

Sebelum menambal ban tubeless, Anda harus membersihkan area yang bocor dari kotoran. Hal ini dilakukan agar lem tambal merekat dengan kuat. Selain membersihkan kotoran pada area yang bocor, sebaiknya Anda juga membersihkan permukaan ban secara keseluruhan.

  • Tempelkan Rubber Patch

Pada langkah selanjutnya, Anda bisa melumasi bagian ban yang bocor, lalu tempelkan rubber patch pada bagian tersebut. Harus diingat bahwa proses menempel rubber patch harus dilakukan di bagian dalam ban, bukan bagian luar.

  • Press dan Diamkan Ban

Agar rubber patch menempel dengan kuat, Anda bisa melakukan press menggunakan alat hot press. Kemudian diamkan hingga lem menjadi kering.

Setidaknya, Anda harus mendiamkannya kurang lebih selama 10 sampai 20 menit hingga benar-benar kering.  Setelah kering, Anda bisa menggunakannya kembali.

Dibanding dengan metode string, cara tip top biasanya sedikit lebih mahal. Akan tetapi, ini lebih aman dan digunakan untuk bisa menambal pada kebocoran ban tubeless yang cukup besar.

Menggunakan Cairan Anti Ban Bocor

Cara lain yang dapat digunakan untuk menambal ban tubeless adalah dengan menggunakan cairan anti bocor. Cairan ini biasanya juga ditawarkan kepada customer yang melakukan tambal ban. 

Cairan anti bocor ini dipercaya dapat meminimalisir terjadinya kebocoran karena secara otomatis bisa menutup bagian yang bocor saat paku dilepas.

Penggunaan cairan ini pun cukup mudah, Anda hanya perlu memasukkan cairan tersebut melalui tempat mengisi lubang angin pada ban. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa mengikuti cara berikut ini.

    1. Sediakan Cairan Anti Ban Bocor

Hal pertama yang harus dilakukan tentu membeli cairan anti bocor terlebih dahulu. Cairan ini biasa dijual di bengkel tambal ban.

    2. Memasukkan Cairan

Setelah itu, Anda tinggal memasukkan cairan melalui lubang pengisian angin. Apabila cairan sudah dimasukkan maka proses sudah selesai.

Proses tambal ban menggunakan cairan anti bocor ini memang cukup mudah dan tidak ribet. Bahkan Anda bisa mengantisipasi kebocoran ban dengan menggunakan cairan ini.

Cairan anti ban bocor dibuat dengan senyawa khusus yang memungkinkan cairan dapat berubah saat terjadi kebocoran ban. Misalnya, ban mengalami kebocoran akibat terkena paku, maka ketika paku dicabut cairan akan secara otomatis menutupi lubang paku tersebut dan mengatasi kebocoran.

Dengan begitu, Anda tidak perlu mencari atau melakukan tambal ban jika terjadi ban bocor di perjalanan.  Akan tetapi, meskipun dinilai mudah dan praktis, Anda perlu memperhatikan akibat dan bahaya menggunakan cairan ini.

Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan sebelum menggunakan cairan anti ban bocor ini diantaranya sebagai berikut.

  • Senyawa yang Digunakan Khusus

Cairan anti ban bocor dibuat dengan senyawa khusus agar dapat bereaksi saat ban mengalami kebocoran atau munculnya lubang pada ban. Namun, cairan ini ternyata dapat mengikis ban dalam kendaraan karena kandungan unsur korosif di dalamnya.

  • Berisiko Merusak Pelek

Unsur korosif tersebut tidak hanya dapat menyebabkan ban terkikis, namun juga berisiko membuat pelek rusak.  Pada beberapa contoh kasus yang membiarkan cairan anti ban bocor hingga setahun lebih, ketika ban dibuka pelek ban menjadi terkikis dan berkarat.

  • Bisa Membuat Ban Kempes

Selain itu, cairan ini juga bisa membuat ban seakan kempes. Hal ini dikarenakan cairan anti bocor tidak hanya bereaksi pada lubang karena paku, namun juga dapat menutup lubang pengisian angin.

  • Cairan Akan Berubah Bentuk
Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya