Tips & Trik

Awas, Ini Ciri Mesin Kapal Laut yang Akan Rusak

PUBLISHED DATE : 19 September 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/ruang_mesin_kapal.jpg

Setiap mesin yang mengalami kerusakan pasti memiliki tanda yang bisa dikenali oleh manusia. Tidak terkecuali mesin kapal laut yang sering digunakan. Semua ciri kerusakan ini wajib diketahui oleh para pelaut termasuk nelayan. 

Apabila Anda memiliki kapal atau menjadi awak kapal, penting sekali untuk mengetahui ciri kerusakan mesin. Dengan begitu langkah perbaikan bisa segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah. 

8 Ciri Mesin Kapal Laut yang Mengalami Kerusakan 

Setiap nelayan dan awak kapal harus tahu cara memperbaiki kerusakan pada mesin saat berlayar. Keterbatasan peralatan tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan kerusakan yang terjadi. 

Baca Juga : Pelabuhan: Pengertian, Fungsi dan Manfaat

Kecelakaan kapal laut bisa saja terjadi jika awak kapal lalai dalam menjalankan tugasnya mendeteksi kerusakan. Oleh karena itu, Anda bisa mengenali ciri awal rusaknya mesin berikut ini. 

  1. Muncul Suara Berisik atau Tidak Normal

Pelaut harus peka terhadap suara mesin yang keluar dari kapal. Mesin kapal selalu mengeluarkan suara, tapi jika terdengar kurang normal seperti terlalu berisik bisa menjadi ciri kerusakan yang pertama. 

Suara yang tidak normal bisa terdengar lirih di awal kemudian menjadi lebih keras karena kerusakan semakin parah. Cara mudah untuk mengetahuinya adalah mendengarkan suara mesin dari jarak yang dekat. 

Baca Juga : Kenali Lebih Dekat Mesin Tempel Dari Suzuki

Dengar dan amati selama beberapa menit apakah suara yang terdengar masih normal. Jika tidak, segera cek asal suara tersebut. 

    2. Getaran Mesin yang Meningkat Drastis 

Ciri mesin kapal laut yang akan mengalami kerusakan adalah ketika getaran mesin mulai meningkat. Sebuah hal yang normal ketika timbul getaran pada mesin, dikarenakan terjadi gesekan antar komponennya. 

Hanya saja perlu analisis getaran secara detail untuk mengetahui ketika terjadi perubahan pergerakan. Getaran yang semakin meningkat bisa disebabkan salah satu baut yang kendur sehingga perlu dikencangkan. 

Baca Juga : Menarik, Ini Fungsi dan Jenis Alat Navigasi Kapal

Masing-masing mesin memiliki frekuensi yang berbeda-beda, inilah yang harus dipahami para pelaut. Menganalisis getaran secara berkala saat melaut sangatlah penting karena bisa mencegah kerusakan semakin parah. 

    3. Tercium Bau 

Kerusakan juga bisa ditandai dengan bau yang muncul dari mesin kapal laut. Sangat mudah mendeteksi kelainan pada mesin dari bau karena indera penciuman manusia cukup tajam. Bau yang muncul biasanya seperti gosong atau cukup menusuk yang seharusnya tidak ada.

Asal bau ini bisa dikarenakan bocornya minyak oli, suhu yang terlalu panas pada mesin, bahkan kabel terbakar. Hanya dari bau saja Anda sudah bisa mendeteksi asal kerusakan karena masing-masing penyebab memiliki bau yang berbeda-beda. 

Contohnya ketika yang muncul adalah bau terbakar biasanya disebabkan suhu pada kumparan motor meningkat. Ada juga bau yang disebabkan oleh kebocoran pada uap, biasanya bau akan lebih meredam. 

    4. Keluar Asap

Mesin kapal laut juga memiliki pipa pembuangan asap dari ruang bakar dan bagian ini juga perlu dicek secara rutin. Pemantauan dilakukan dari mesin utama, mesin ketel sampai dengan mesin bantu. 

Masing-masing akan mengeluarkan asap yang warna serta kepadatannya berbeda-beda. Asap ini juga bisa menilai apakah pembakaran terjadi dengan sempurna. Jenis asap yang berbahaya adalah ketika warnanya hitam serta pekat. 

Artinya permasalahan sering terjadi pada sistem injeksi bahan bakar atau bisa juga pembakaran yang tidak tepat. Apabila asap yang keluar berwarna putih, tandanya pada ruang bakar atau bahan bakar. 

    5. Terjadi Kebocoran

Saat melakukan inspeksi mesin kapal laut dan menemukan kebocoran, jangan diabaikan. Kebocoran adalah hal paling berbahaya karena bisa membuat mesin mati. Bocor juga bisa memicu kebakaran pada kapal, banjir, hingga kecelakaan saat kapal sedang berlayar. 

Halaman 1 2 3 Tampilkan Semua

Berita Lainnya