Apa Itu Shock Absorber? Kenali Fungsinya!
10 Maret 2026
Admin
Bagikan
Pada fase ini, piston bergerak turun di dalam tabung. Oli kemudian kembali mengalir melewati sistem katup dari bawah piston ke atas piston. Sekali lagi, resistensi aliran oli ini memperlambat gerakan ekspansi pegas.
Siklus kompresi dan ekspansi yang terjadi dalam hitungan detik inilah yang memastikan guncangan dapat diredam dengan sempurna dan body mobil tetap stabil.
Tanda Kerusakan yang Perlu Diwaspadai
Seperti komponen lainnya, komponen ini juga memiliki usia pakai dan dapat mengalami penurunan kinerja. Penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda kerusakannya sejak dini agar keselamatan berkendara tidak terganggu.
1. Posisi Kendaraan Terasa Miring
Salah satu indikasi kerusakan komponen ini yang paling mudah dikenali, bahkan tanpa perlu keahlian mekanik sekalipun, adalah posisi mobil yang tidak rata atau terlihat "timpang".
Coba lakukan pemeriksaan sederhana ini, di pagi hari sebelum Anda memulai aktivitas, parkirkan mobil Anda di tempat yang benar-benar datar dan permukaannya rata, misalnya di garasi rumah.
Kemudian, mundurlah beberapa langkah dan amati bodi mobil dari depan atau belakang dengan seksama.
Jika Anda mendapati bahwa salah satu sisi mobil, misalnya bagian kiri, terlihat lebih rendah atau seperti 'turun' dibandingkan sisi kanan, ini bukan sekadar ilusi optik.
Fenomena ini bisa menjadi pertanda jelas bahwa komponen ini di sisi yang lebih rendah tersebut sudah mulai lemah, rusak, atau bahkan patah di bagian dalamnya.
Akibatnya, pegas suspensi di sisi itu bekerja sendirian tanpa peredaman yang memadai, sementara jika komponen ini sudah 'ambles' tentu tidak mampu lagi menopang bobot kendaraan dengan baik.
Kondisi ini tidak hanya membuat tampilan mobil menjadi aneh, tetapi juga sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi keseimbangan saat mobil melaju, terutama saat menikung atau mengerem.
2. Oli Shock Absorber Alami Kebocoran
Lakukan inspeksi visual secara rutin pada bagian tabung shock absorber. Jika Anda menemukan rembesan atau genangan oli di sekitarnya, itu pertanda jelas adanya kebocoran.
Kebocoran oli berarti volume fluida hidrolis di dalam tabung berkurang, sehingga komponen ini kehilangan kemampuannya untuk meredam. Segera ganti jika menemui kondisi ini.
3. Terdengar Suara Benturan dan Mobil Terasa Diayun saat Berkendara
Saat melintasi jalan tidak rata, dengarkan apakah ada suara benturan atau bunyi 'dug' yang tidak biasa dari area roda. Selain itu, rasakan juga bagaimana perilaku mobil.