Tips & Trik

Apa itu Pelaut dan Apa Bedanya dengan Marinir

PUBLISHED DATE : 24 Mei 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/kapal_perang.jpg

Banyak orang masih beranggapan bahwa pelaut adalah semua orang yang bekerja di laut. Faktanya, tidak semua orang yang memiliki mata pencaharian dengan kegiatan di laut dapat disebut sebagai seorang pelaut.  Lalu, siapakah pelaut itu?

Ada beberapa tingkatan pekerjaan seseorang terkait dengan kegiatan di laut yang menjadikannya disebut pelaut.

Ulasan berikut ini akan menjelaskan kepada Anda siapa itu pelaut dan berbagai informasi tentang pelaut. 

Pengertian Pelaut

Baca Juga : Yuk Mengenal Fungsi dan Manfaat Kapal Tongkang Lebih Dekat

Dalam pengertian luas, pelaut adalah semua orang yang bekerja di atas kapal. Jenis kapal yang dimaksud dalam pengertian ini meliputi kapal angkut, kapal penumpang, maupun kapal tanker. Memang semua yang tergabung di dalamnya adalah pelaut, namun tidak semua memiliki tugas yang sama.

Perbedaan tugas dan tanggung jawab pelaut disebabkan oleh adanya perbedaan bidang kerja. Pelaut atau disebut juga sebagai Anak Buah Kapal (ABK) terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Perwira Departemen Mesin, Perwira Departemen Dek, dan Ratings.

Setiap bagian tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sedangkan tanggung jawab utama tetap berada di tangan kapten kapal sebagai pemimpin pelayaran. Dengan demikian, seluruh pekerjaan pelaut dijalankan sesuai dengan perintah kapten kapal.

Resiko Kerja Pelaut

Baca Juga : Apa Itu Landas Kontinen? Ini Jarak Perairan Indonesia

Arti pelaut tersebut merujuk pada sebuah resiko kerja yang berbeda dari pekerjaan lain. Seorang pelaut harus siap menghadapi segala resiko yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti akomodasi, privasi, dan lain sebagainya.

Seorang pelaut harus siap dengan akomodasi yang minim dan sangat terbatas. Selain itu, privasi seorang pelaut di dalam kapal juga sangat sedikit karena setiap hari seluruh pelaut selalu bersama baik saat bekerja maupun istirahat.

Untuk mengatasi kejenuhan kerja karena hal tersebut, kapal menyediakan sebuah area yang dapat digunakan untuk bersantai. Kapal memiliki ruang rekreasi khusus bagi para pelaut agar dapat bersosialisasi dan beristirahat.

Jam Kerja Pelaut

Baca Juga : Pelabuhan: Pengertian, Fungsi dan Manfaat

Berlayar memang memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan, namun bukan berarti para pelaut bekerja sepanjang waktu. Meski berada di atas kapal sepanjang waktu, pelaut memiliki jam kerja yang sama dengan pekerja lain.

Pelaut bekerja selama 8 jam per hari. Waktu kerjanya pun menganut 5 hari kerja, yaitu dari Senin hingga Jumat. Total jam kerja pelaut mencapai 40 jam yang diatur berdasarkan rotasi kerja tertentu yang telah ditetapkan agar tidak kelelahan, sehingga konsentrasi dan kewaspadaan saat kerja tetap terjaga.

Gaji Pelaut

Sejalan dengan resiko, tantangan, dan bahaya yang harus dihadapi saat bekerja, bayaran yang didapatkan pelaut sangat tinggi dan setimpal dengan tanggung jawab yang dipikul. Tingginya bayaran seorang pelaut juga ditentukan dari tuntutan dan pengalaman kerja.

Semakin tinggi tuntutan kerja serta pengalamannya dalam berlayar, bayaran yang didapatkan juga semakin tinggi. Pelaut yang bertugas sebagai jurumudi tingkat pemula dapat memperoleh gaji hingga $1800 atau Rp 26.000.000 per bulan.

Tugas Pelaut

Apa itu pelaut tidak lepas dari tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Setiap pelaut memiliki tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan kapal beserta pelayarannya. Tugas-tugas pelaut antara lain sebagai berikut.

  1. Membuat Patokan Arah Navigasi

Pelaut bertugas untuk membuat patokan arah navigasi dengan menggunakan pencari kedalaman, radar laut, lampu penanda, mercusuar, dan cuaca. Hal ini dilakukan agar kapal memiliki patokan arah yang tepat untuk berlayar mencapai tempat tujuan dengan aman dan lancar.

    2. Membuat Rute Peta Pelayaran

Pelaut harus mengatur dan membuat rute peta pelayaran yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menentukan jalur terbaik yang dilewati oleh kapal untuk mencapai tempat tujuan dengan aman.

    3. Memeriksa Seluruh Bagian dan Kelengkapan Kapal

Agar pelayaran dapat berjalan dengan lancar, pelaut harus memastikan seluruh bagian pengoperasian kapal berfungsi dengan baik. Selain itu, alat keselamatan kapal juga harus diperiksa kelengkapannya. Semua hal itu harus sesuai dengan standar dan peraturan.

    4. Mengoperasikan Radio Untuk Komunikasi

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya