Tips & Trik

Anda Pemilik Motor Matik? Wajib Perhatikan 3 Komponen Ini!

PUBLISHED DATE : 26 September 2023

Anda Pemilik Motor Matik Wajib Perhatikan 3 Komponen Ini

Saat ini, pengguna dari motor matic terbilang sudah sangat banyak, karena dianggap kendaraan yang mudah dan nyaman digunakan. Supaya dapat merawatnya dengan baik, ada berbagai komponen motor matic yang sebaiknya Anda ketahui.

Dengan pemahaman dan perawatan yang tepat terhadap komponen utamanya, maka kondisi motor matic akan lebih terjaga. Maka dari itu, simak penjelasan pada artikel ini hingga tuntas dan pastikan Anda memberikan perawatan terbaik untuk motor matic kesayangan.

Komponen Motor Matic dan Perawatannya

Motor matic menjadi pilihan menarik bagi banyak orang karena menawarkan berbagai kemudahan dalam penggunaannya. Motor dengan jenis transmisi ini juga menjadi pilihan bagi para pemula.

Namun, ada berbagai komponen yang sebaiknya Anda perhatikan jika mengendarai motor matic. Dengan mengetahui komponen tersebut, maka perawatan motor akan jauh lebih mudah.

Sama seperti motor dengan transmisi manual, motor matic pun memiliki banyak komponen. Meski mungkin sulit untuk mengetahui semua komponen tersebut, namun ada beberapa komponen motor matic sebaiknya Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

1. V-belt

Pertama, ada V-belt yang merupakan komponen penting dalam sistem penggerak pada roda motor. Komponen ini tidak hanya ada di dalam motor matic, melainkan juga terdapat pada jenis motor dengan transmisi manual.

Pada kedua jenis transmisi tersebut, V-belt memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai bagian penghubung di antara puller bagian belakang dan pulley di bagian depan.

Karena sangat berguna pada pergerakan motor, komponen motor matic ini memiliki masa pakai sehingga perlu dilakukan penggantian jika sudah rusak.

Apabila melihat dari standar pabrik pada umumnya, maka masa pakai atau masa kadaluarsa dari V-belt yaitu berada di kisaran penggunaan 20 sampai 30 ribu kilometer.

Namun, masa pakai tersebut juga dapat dipengaruhi oleh cara pemakaian dari motor tersebut. Bisa jadi, penggantian  perlu dilakukan lebih awal, sebelum motor mencapai jarak 20 ribu kilometer.

Baca Juga : Banyak Juga, Ini Dia Jenis Jenis Motor Yang Ada

Dalam pemakaian motor yang normal, V-belt masih berada dalam kondisi cukup bagus hingga mencapai jarak 20 ribu kilometer.

Lalu, jika pengendara memakai motor dengan kecepatan terlalu tinggi atau kemudi yang kasar, maka pada kisaran jarak tersebut, bisa saja sudah diganti hingga 2 kali.

Selain dilihat dari jarak tempuhnya, Anda juga bisa mengetahui kondisi dan kualitas komponen V-belt ketika sedang mengendarai motor. Jika terasa kendor, maka komponen ini mungkin saja sudah saatnya diganti.

Tanda lainnya, bisa dirasakan ketika sedang memainkan gas motor. Jika kecepatannya dirasa kurang sesuai atau tidak seperti normalnya, maka mungkin saja terjadi masalah pada komponen V-belt.

Kedua tanda tersebut perlu diwaspadai oleh pengendara motor matic. Jika sudah terasa salah satunya, maka sebaiknya periksa kondisi motor Anda.

Gantilah komponen V-belt jika sudah waktunya diganti, jangan sampai menyebabkan dampak kerusakan bagi komponen lainnya pada motor Anda.

Menunda perbaikan pada sebuah komponen motor, dapat memberikan risiko yang lebih parah untuk kondisi motor. Dampaknya, pengeluaran untuk perbaikan motor bisa jadi semakin banyak.

2. Roller

Komponen selanjutnya yaitu roller yang memiliki bentuk bulatan kecil. Fungsi dari komponen motor matic yang satu ini adalah untuk menggerakkan pulley di bagian depan.

Dengan adanya roller, maka belt dapat bergerak naik dan turun pada saat mesin motor menyala. Bentuk bulatnya juga dapat membuatnya lebih mudah untuk melakukan pergerakan.

Ketika bentuk dari roller sudah mulai berubah karena berbagai dampak pemakaian, maka fungsinya pun tidak berjalan dengan optimal ketika Anda mengendarai motor.

Jika ingin mengetahui kondisi dari komponen ini, maka tidak bisa hanya dengan merasakannya ketika sedang mengendarai motor.

Anda perlu membuka mesin motor dan mengangkat komponen ini. Dengan begitu, dapat terlihat apakah roller masih berada dalam kondisi yang baik atau sudah perlu dilakukan penggantian.

3. Kampas Kopling

Komponen motor matic ketiga yang akan dibahas kali ini yaitu kampas kopling. Secara umum, fungsi dari komponen ini yaitu untuk menjadi penghubung antara mesin kendaraan dan sistem transmisinya.

Salah satu kebiasaan kurang baik yang umum dilakukan pengendara motor matic yaitu ketika secara bersamaan menggunakan rem dan gas. Hal ini dapat memicu komponen kampas kopling menjadi semakin cepat rusak.

Dengan memainkan rem dan gas dalam satu waktu, maka dapat menyebabkan terjadinya gesekan yang tidak wajar. Selanjutnya, mangkok kampas kopling pada motor Anda dapat menjadi lebih panas dari kondisi normalnya.

Gesekan tidak wajar tersebut juga dapat membuat kampas semakin cepat aus. Pada kondisi tertentu, bahkan bisa membuat kampas motor menjadi terbakar.

Jika kampas sudah aus, maka pemakaian motor matic akan menjadi kurang nyaman. Mesin motor bisa jadi mengeluarkan suara bising yang mengganggu, serta kemudi jalannya menjadi tidak stabil.

Supaya dapat melakukan perawatan yang baik untuk komponen ini, maka sebaiknya Anda lebih memperhatikan pola penggunaan motor.

Hindari hal-hal yang berpotensi membuat komponen motor menjadi mudah rusak. Misalnya, penggunaan gas dan rem dalam satu waktu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu melakukan pengecekan terhadap komponen kampas kopling. Pengecekan ini biasanya dilakukan ketika Anda melakukan servis motor secara rutin.

Karena memiliki masa pakai, maka umumnya diperlukan penggantian kampas kopling jika motor sudah menempuh perjalanan sepanjang 8 ribu kilometer.

Tips Merawat Motor Matic

Supaya berbagai komponen motor matic tetap terjaga dengan baik, maka dibutuhkan perawatan yang baik. Berikut adalah tips merawat motor matic yang dapat Anda ikuti.

1. Ganti Oli secara Rutin

oli ecstar

 

Baca Juga : Klakson Motor Tidak Nyaring? Tenang! Ini Cara Mengatasinya

Sumber: Asset Suzuki

Oli merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai pelumas, sehingga kondisinya tentu saja perlu diperhatikan dengan baik.

Lakukan penggantian secara berkala dan pastikan Anda memakai oli yang sesuai dengan spesifikasi motor tersebut.

2. Jangan Lupa Panaskan Motor

Tips kedua untuk merawat motor matic yaitu dengan memanasi mesinnya secara rutin. Dengan begitu, oli dapat melumasi mesin secara optimal dan mesin pun dapat bekerja dengan lancar.

Cara yang tepat untuk memanaskan motor matic yaitu selama 5 hingga 10 menit dengan memakai kick starter. Jika Anda memakai starter elektrik, maka dapat memakan lebih banyak baterai.

3. Berkendara dengan Kecepatan Stabil

Merawat motor juga dapat dilakukan dengan membiasakan untuk memakai motor dengan tepat.

Sebagai contoh, sebaiknya Anda berkendara dengan kecepatan yang stabil, jangan menaikkan atau menurunkan gas secara tiba-tiba. Hal tersebut dapat memperpendek usia pemakaian mesin motor.

4. Jangan Sampai Kehabisan Bahan Bakar

Kebiasaan buruk lainnya yang perlu dihindari yaitu memakai motor matic hingga kehabisan bahan bakar atau bensin. Hal ini dapat merusak mesin pada motor tersebut, sehingga sebaiknya Anda hindari.

Ketika akan berkendara, ada baiknya lakukan pengecekan bensin terlebih dahulu. Jika bensin hanya tersisa sedikit, jangan tunda untuk melakukan pengisian.

Itulah penjelasan tentang berbagai komponen penting dalam motor matic serta perawatannya. Selain itu, dibahas pula tentang tips untuk merawat motor matic kesayangan Anda.

Pada dasarnya, semua komponen motor matic perlu dirawat dengan baik supaya tidak muncul kerusakan yang mengganggu kinerjanya. Maka dari itu, penting untuk melakukan servis rutin, kunjungi laman Servis Motor Suzuki untuk informasi lebih lanjut dan booking.

Berita Lainnya