Tips & Trik

Yuk Mengenal Komponen Aki Kering dan Basah

PUBLISHED DATE : 16 Agustus 2021

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/cas_aki.jpg

Accu atau yang lebih sering disebut aki ini adalah komponen yang wajib ada pada kendaraan bermotor. Baik itu mobil atau sepeda motor membutuhkan aki supaya mesin dapat menyala. 

Fungsi utama aki adalah untuk menyimpan daya listrik yang nantinya dibutuhkan kendaraan. Daya listrik digunakan untuk menyalakan starter elektrik, menyalakan fuel pump, hingga suplai arus ke dashboard. 

Oleh karena itulah Anda tidak boleh menyepelekan perawatan aki, selain itu mengenali apa saja komponen aki. Karena aki sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu aki kering dan aki basah. Manakah jenis aki yang digunakan pada kendaraan Anda. 

Macam-Macam Komponen pada Aki Basah dan Aki Kering

Baca Juga : Sekring Motor: Fungsi, Jenis, dan Penyebab Sering Putus

Secara umum cara kerja aki adalah dengan menciptakan reaksi kimia supaya bisa menghasilkan aliran elektron. Aliran inilah yang bisa menyalakan beban listrik. Reaksi kimia yang diciptakan membutuhkan komponen. 

Nah, komponen-komponen inilah yang menjadi pembentuk aki. Baik itu komponen aki kering maupun basah secara umum sama yaitu sebagai berikut. 

  1. Kotak Aki 

Bagian paling utama adalah kotak aki yang menjadi wadah semua komponen di dalamnya. Bentuknya sendiri kotak seperti plastik, tetapi menggunakan material khusus yang kuat dan juga keras. 

Baca Juga : Ingat, Rutin Mengecek Ban Kendaraan itu Penting!

Tujuannya adalah ketika terjadi benturan dari luar maka komponen di dalam kotak aki tidak akan terpengaruh. Biasanya untuk aki kering kotaknya berwarna gelap, sedangkan untuk aki basah berwarna putih transparan. 

Warna transparan tersebut bertujuan untuk memudahkan pengguna tahu seberapa banyak air aki yang perlu ditambahkan. Mengingat aki basah harus rutin ditambahkan cairan elektrolit yang habis karena penggunaan.  

    2. Tutup Aki

Komponen aki selanjutnya adalah bagian tutup yang bisa dilihat dari kotak aki bagian atas. Pada aki basah, tutup ini bisa dibuka dan menjadi lubang untuk mengisi cairan elektrolit. Tutup ini berfungsi supaya cairan di dalamnya tidak tumpah keluar. 

Baca Juga : Apa Itu Ban Dual Purpose? Ini Plus Minusnya

Namun untuk aki kering ada yang memiliki komponen ini namun ada juga yang tidak. Apabila aki kering memiliki tutup aki, maka tidak boleh dibuka. Pada beberapa jenis aki ada yang memiliki lubang ventilasi namun ada juga yang lubangnya terpisah. 

Apabila tutup memiliki lubang ventilasi maka fungsinya akan bertambah yaitu menjadi ventilasi ketika reaksi kimia terjadi di dalam kotak aki. 

    3. Lubang Ventilasi 

Komponen ini biasanya terpisah pada jenis aki konvensional atau aki basah. Pada bagian tutup tidak memiliki lubang ventilasi melainkan terdapat pada bagian samping atas dan dilengkapi dengan selang. 

Fungsinya sama yaitu untuk saluran penguapan aki sekaligus pemisah antara asam sulfat dan gas hidrogen. Namun beberapa jenis aki Maintenance Free (MF) atau aki listrik ada yang tidak dilengkapi dengan lubang ventilasi ini.   

Lubang ventilasi ini tidak boleh tersumbat karena akan membuat gas hidrogen terjebak di dalam kotak aki. Akibatnya membuat aki menggelembung dan rusak. Selain itu bisa menyebabkan kebakaran karena gas hidrogen dalam aki mudah terbakar. 

    4. Plat Logam Positif dan Negatif

Terdapat juga komponen aki berupa pelat logam yang fungsinya adalah untuk membuat aliran listrik dan mempengaruhi besar kecilnya arus listrik. Ada dua jenis pelat yang digunakan yaitu pelat positif dan negatif. 

Pelat negatif dibuat dari bahan timah hitam atau timbal yang unsur kimianya adalah Pv dan berwarna abu-abu. Sedangkan pelat positif dibuat dari bahan lead dioxide yang berunsur PbO2 dan berwarna coklat. 

Aliran listrik nantinya akan berasal dari plat positif dan besar kecilnya arus listrik akan disesuaikan dengan luas penampang dari plat. Semakin luas, maka arus listrik semakin besar. 

    5. Plat Separator

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya