Tips & Trik

Waspada, Ini Efek Telat Ganti Oli Mobil

PUBLISHED DATE : 08 Februari 2022

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/29__bengkel_Suzuki_(2).jpg

Sering telat mengganti oli mesin? Hati-hati ada banyak efek telat ganti oli mobil yang sangat merugikan. Penggantian oli mesin biasanya berpatokan pada kilometer, yaitu setiap 5.000, 7.500 dan 10.000 km. 

Lebih dari angka tersebut, mesin bisa mengalami keausan karena kualitas oli menurun. Keausan ini terjadi karena kotoran sisa pembakaran yang dikenal dengan gram akan mengendap ke dalam oli. 

Oli yang tadinya kental lama kelamaan menjadi lebih cair dan kotor sehingga tidak bisa bekerja melumasi secara optimal. Jika sudah begitu akan ada efek buruk yang harus ditanggung, apa saja itu? 

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Cruise Control

Efek Telat Ganti Oli Mobil Harus Diketahui Pemilik Kendaraan

Mengganti oli tidak hanya berpatokan saja pada kilometer. Bagaimana jika mobil jarang digunakan, apakah oli bisa bertahan lebih lama? Jawabannya tidak. 

Kualitas oli mesin pada mobil yang tidak digunakan sampai tiga bulan lebih juga akan menurun. Oli yang tadinya bening akan berubah menjadi kehitaman. Jadi walaupun mobil didiamkan saja dan km tidak bertambah oli bisa rusak. 

Baca Juga : Apa Itu CVT? Ini Perbedaan Mobil Transmisi CVT dan AT

Keterlambatan pemilik kendaraan dalam mengganti oli pun akan ada dampaknya. Efek telat ganti oli mobil pun sangat merugikan bahkan bisa merusak mesin yang menjadikan Anda harus keluar lebih banyak dana untuk perbaikan. 

Berikut ini beberapa efek yang harus diwaspadai. 

  • Mesin Tidak Lagi Bertenaga

Penurunan kualitas oli karena tidak kunjung diganti akan membuat mesin semakin tidak bertenaga. Performa kendaraan yang tadinya lebih ringan untuk berakselerasi kini berubah menjadi semakin berat. 

Baca Juga : Langkah Yang Perlu Dilakukan Setelah Mobil Lakukan Perjalanan Jauh

Lebih parah lagi adalah ketika muncul suara dari bagian mesin yang cukup mengganggu. Artinya gesekan yang terjadi antar komponen mesin tidak terlumasi dengan baik. 

Hal tersebut terjadi karena oli sudah kotor dan bisa menimbulkan sumbatan pada nosel serat saluran oli. Segeralah mengganti oli ketika mesin sudah tidak bertenaga, karena bisa menimbulkan kerusakan akibat gesekan terlalu kuat dari bagian-bagian mesin. 

Efek telat ganti oli mobil ini biasanya akan muncul satu sampai dua bulan setelah Anda terlambat mengganti oli. Hati-hati jika tidak segera diperbaiki bisa membuat turun mesin. 

  • Lebih Boros Bahan Bakar 

Fungsi dari oli tidak hanya untuk melumasi tetapi juga menyerap panas. Oli yang kotor akan membuat tarikan mesin berat yang dampaknya cukup besar pada pembakaran. 

Mesin bekerja lebih keras dan bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak. Alhasil Anda pun harus bersiap-siap mobil akan lebih boros bahan bakar. Mobil yang boros bbm ini bisa menjadi tanda efek telat ganti oli mobil. 

Jika Anda tidak ingin boros pengeluaran bbm setiap hari, sebaiknya segeralah mengganti oli. Penggantian yang rutin justru akan membuat Anda hemat dan mesin mobil selalu prima. 

  • Muncul Kerak pada Mesin 

Gesekan yang terjadi antar komponen mesin akan menimbulkan kotoran berupa kerak. Kotoran inilah yang akan bercampur bersamaan dengan oli yang membuat oli mesin berubah menjadi hitam. 

Kotoran yang menumpuk ini dapat menjadi kerak pada permukaan mesin ketika Anda tidak mengganti oli. Kerak yang muncul akan sulit dibersihkan dan berpotensi merusak mesin dalam waktu lama. 

Halaman 1 2 Tampilkan Semua

Berita Lainnya