Tips & Trik

Trik Mendeteksi Kerusakan Shockbreaker Motor

PUBLISHED DATE : 20 Desember 2018

https://d2fgf7u961ce77.cloudfront.net/uploads/news/Trik_Mendeteksi_Kerusakan_Shockbreaker_Motor.jpg

Shockbreaker (peredam kejut) yang terpasang di bagian belakang pada sepeda motor, memang masuk dalam kategori komponen slow moving, yang artinya masa pemakaiannya cukup lama, tapi ingat bukan berarti bisa terus-terusan dipakai tanpa harus diganti suatu saat nanti. 

Shockbreaker Punya Masa Pakai

Anda harus tahu bahwa shockbreaker juga punya masa pakai, walaupun memang tidak ada patokan pasti berdasarkan apa, karena tergantung dari pemakaian pengendara serta kondisi jalan yang sering dilalui.  Meski demikian, ada baiknya jika Anda sebagai pemilik motor mulai melakukan pengecekan ketika motor sudah memasuki usia pakai di atas 2 tahun lebih.

Baca Juga : Yuk Mengenal Fungsi Filter Udara Mobil di Sini

Patokan dari sisi jarak atau waktu memang tidak ada, tapi ada baiknya kita melakukan pengawasan sendiri. Lakukanlah pengecekan detail kalau motor sudah dipakai lebih dari 2 tahun, walaupun mungkin belum tentu rusak atau harus diganti tapi paling tidak kita sudah bisa mendeteksi lebih dulu.

Dari sisi pemakaian shockbreaker belakang lebih sering bekerja ekstra, karena hampir semua berat motor dan pengendara bertumpu pada suspensi belakang. Itulah sebabnya, jika motor sudah cukup lama dipakai, sebaiknya pemilik mulai meluangkan waktu untuk mengecek kondisi peredam kejut tersebut.

Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Baca Juga : Tanda-tanda Ban Mobil Sudah Waktunya untuk Diganti

Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi kerusakan shockbreaker, yaitu:

  1. Dengan melakukan pemantauan pada kondisi fisik shock belakang. Coba cek apakah terdapat rembesan oli yang adalah tanda adanya kebocoran, jika ada maka dalam jangka waktu tertentu harus segera diganti.
  2. Langsung mengetesnya, namun sebaiknya dilakukan dengan berboncengan. Ketika melintasi jalan yang banyak polisi tidur akan terasa, apakah sok banyak goyang dan berayun atau tidak. Jika ritme ayunnya cukup banyak, sudah bisa dipastikan bahwa shockbreaker sudah rusak karena hanya per saja yang bekerja sementara komponen peredam lain sudah tidak berfungsi dengan baik.

Jika memang ditemukan kondisi shockbreaker sudah tidak berfungsi dengan baik, segeralah ganti spare part tersebut di bengkel resmi Suzuki yang selalu menyediakan spare part asli Suzuki dan layanan service terbaik dengan montir berpengalaman.

Halaman 1 Tampilkan Semua

Berita Lainnya